Hidayatullah.com–Harian Israel Yedeot Aharonot dalam edisi Rabu melansir seorang saudara kandung warga Yahudi yang menjadi korban roket Palestina jenis mortar di pemukiman Narayem, Eshkol.
Osanat, demikian namanya menyatakan, hidupnya tidak wajar, layaknya bebek bodoh karena sock.
“Kami hidup dalam kondisi tidak wajar. Kami berfikir kami layaknya bebek bodoh karena shok atas pemandangan itu,” demikian ujarnya dikutip Pusat Informasi Palestina (PI), Kamis (28/08/2014).
Osanat saudara korban warga yahudi yang luka menyampaikan kritikan pedas sikap pemerintah ‘Israel’ saat agresi di Gaza.
“Kami sangat memahami gencatan senjata ini pasti sementara. Hamas besok mampu menyerang kami sekali lagi. Kami hanya seperti bebek. Warga di sini tidak memiliki daya untuk bertahan. Kami kalah. Kami tidak akan bisa kembali ke masa lalu. Kami berusaha menambal luka kami yang terus mengeluarkan darah. Namun kami tidak mampu memiliki apapunn untuk melindungi diri,” tambahnya.
Saat diumumkan gencatan senjata, dua warga Yahudi tewas dan beberapa lainnya luka-kuka, sebagian parah akibat jatuhnya roket mortar di pemukiman Nayarem.
Kritikan Media
Sementara itu, disepakatinya perjanjian yang dinilai lebih banyak menguntungkan Hamas, popularitas dan dukungan terhadap PM Benyamin Netanyahu makin merosok.
Sejumlah polling di Israel menunjukkan popularitas Netannyahu anjlok.
Koran Israel Ma’arev terbitan hari Kamis (28/08/2014) menilai Netanyahu, Menlu Israel, Evigdor Liberman dinilai berusaha menciptakan kemenangan ilusi pada warga Yahudi namun kondisi sudah tidak berpihak pada mereka.*