Hidayatullah.com–Sekelompok orang yang terdiri dari
13 rabi Yahudi Amerika dan beberapa jemaat mereka di Los Angeles, Chicago,
Boston, San Francisco, dan Philadephia, berpuasa tiap hari Kamis pekan ketiga
setiap bulannya, dalam rangka menggugah kepedulian komunitas Yahudi Amerika
terhadap blokade tidak berperikemanusiaan atas Jalur Gaza oleh Israel. Kelompok
itu menamakan dirinya Jewish Fast for
Gaza atau Ta’anit Tzedek,
puasa Yahudi untuk Gaza.
Sejak pendiriannya di pertengahan Juli, kelompok itu semakin mendapat
perhatian.
“Blokade (Gaza)
merupakan hukuman kolektif, menafikan kebutuhan seluruh penduduk Gaza akan makanan,
obat-obatan, bahan baker, dan kebutuhan dasar lainnya. Bagaimana bisa kami para
rabi, umat Yahudi — sebagai manusia, berdiam diri? Sebagai Yahudi yang peduli,
kami tidak lagi bisa berdiam diri, melihat hukuman kolektif yang diterima orang
Palestina di Gaza.”
Sejak kemenangan Hamas dalam pemilu
2006, Israel menjadikan
Jalur Gaza sebagai target blokade yang terus meningkat tak terperikan, dengan
melarang mendatangkan makanan, bahan baker, dan barang-barang penting lainnya
ke Gaza.
“Israel
juga melarang ekspor barang-barang jadi produksi Gaza ke luar. Sebagai akibatnya ekonomi Gaza benar-benar
lumpuh,” demikian pernyataan sekelompok rabi dari Jewish Fast for Gaza.
Jewish Fast for Gaza mempunyai empat tujuan utama. Pertama, menyerukan dicabutnya blokade
yang menghalangi masuknya barang-barang kebutuhan dan jasa yang
diperlukan warga Gaza.
Kedua,
memberikan bantuan kemanusiaan dan pembangunan kepada orang-orang Gaza.
Ketiga,
menghimbau Israel,
Amerika Serikat, dan masyarakat internasional untuk terlibat dalan perundingan
tanpa prasyarat dengan semua partai/faksi yang ada di Palestina, termasuk
Hamas, dalam rangka mengakhiri blokade.
Keempat,
mendorong pemerintah AS terlibat secara penuh mempertemukan Israel dan Palestina guna
menyelesaikan konflik secara adil dan damai.
Di antara ke-13 rabi yang tergabung
dalam Jewish Fast for Gaza adalah
rabi Brian Walt, mantan Direktur Eksekutif Rabbis for Human Rights North
America dan rabi Brant Rosen. [di/pt/hidayatullah.com]
Ket: Umat Islam di Palestina sholat di luar gerbang masjid Al-Aqsa.