Hidayatullah.com–Syeikh Ikrimah Shabri, Khatib Masjidil Aqsha mengecam penangkapan terhadap warga al Quds yang mengekspresikan pendapat dan pikiran mereka di laman facebook, dan kebijakan deportasi warga.
Dalam khutbah Jumat (26/12/2014) di Masjidil Aqsha, Syeikh Ikrimah mengatakan, sejumlah pemuda dari kota al Quds ditangkap dengan dalih melakukan provokasi kekerasan.
“Penjajah zionis memanfaatkan Facebook untuk menangkapi para pemuda Palestina yang mengekspresikan pendapat dan perasaan mereka,” ujarnya sebagaimana dikutip PIC.
Khatib al Aqsha ini menganggap tindakan zionis ini sebuah kezaliman nyata, seseorang dilarang mengungkapkan pendapatnya. Di saat yang sama kelompok Yahudi bebas menulis pendapat rasis mereka di laman Facebook tanpa ada sanksi.
Syeikh Ikrimah juga mempertanyakan para aktivis HAM dan pembela kebebasan.
“Di mana para pendekar kebebasan yang menyeru kepada demokrasi. Sungguh hanya sebuah seruan palsu.”
Syeikh Shabri juga membahas surat aneh yang dikeluarkan Kemlu zionis yang menyatakan bahwa Masjid Qibali adalah Al Aqsha yang khusus bagi kaum Muslimin. Sementara sisanya di lingkungan Al Aqsha merupakan Kuil mitos yahudi.
Ironisnya surat ini telah dipublikasikan kepada beberapa kedutaan dan perwakilan diplomat asing. Surat ini telah memalsukan realitas yang telah menjadi aqidah kaum Muslimin.
“Kami sangat mengecam keras surat tersebut, “ ungkap syeikh Shabri.
Syeikh menegaskan, Masjidil Aqsha adalah wilayah yang dikelilingi pagar, termasuk di dalamnya Masjid Qibali, Masjid Qubatusakhrah, Mushala al Marwani, dan al Aqsha lama, termasuk juga tembok al Barraq.
Al Aqsha sangat terikat dengan ketetapan Rabbani, yang tak bisa diganggu-gugat.
Syeikh Shabri menyerukan kepada segenap kaum muslimin di Palestina untuk mengintensifkan kehadiran ke al Aqsha.”