Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Palestina Terkini

Intifada dan Tanda Lahirnya Generasi Baru [2]

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 20 Oktober 2015 15:37 3:37 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 20 Oktober 2015 15:37
Bagikan
Bagikan

Sambungan artikel PERTAMA

Oleh: Amri Fatmi MA

Sejarahnya, Intifada pertama terjadi saat sopir truk Israel menabrak pekerja Palestina sampai 3 orang meninggal di pintu penyeberangan Aris. Hal ini memunculkan kemarahan rakyat seantero tahun 1978. Intifada pun terjadi berakhir dengan perjanjian Oslo tahun 1993.

Intifada ke-2 terjaditahun 2000 ketika PM Israel Ariel Sharon (laknatullahu alaih wan naru matswahu) memasuki Mesjid Al-Aqsha. Rakyat Palestina marah besar dan berakhir dengan pembangunan Israel terhadap pagar tembok apartheid untuk berlindung dari kemarahan rakyat Palestina.

Uniknya dalam Intifada al-Quds kali ini, mereka yang bergerak adalah remaja yang tinggal dalam tembok apartheid yang dibangun Israel. Mereka mengangkat pisau dengan heroik menikam para Zionis, padahal mereka harus membayar harga mahal yaitu mati syahid.

Baca Juga

Al-Aqsha Ditutup untuk Muslim, Para Rabi Berdoa di Tembok Al-Buraq Picu Sorotan
Gelombang Protes Tolak UU Hukuman Mati Israel bagi Tahanan Palestina
Menteri Penjajah Tuangkan Miras Rayakan Disahkannya Hukuman Mati untuk Warga Palestina Terjajah
Zionis Sahkan Undang-Undang Hukuman Mati bagi Warga Palestina Terjajah, Picu Kritik Internasional
Babak Baru Pendudukan: ‘Israel’ Resmikan Pencaplokan Tepi Barat

Semua yang melakukan itu ujungnya adalah meninggal. Tapi aksi penusukan melawan Zionis terus saja terjadi di mana-mana. Hal ini benar-benar membuat pemerintah dan intelijen penjajah terkejut bingung.

Intifada kali ini besar kemungkinan berlangsung lama karena rakyat Palestina didera kemarahan dan putus harapan pada pemimpin Palestina yang gagal membela rakyatnya bahkan melakukan koordinasi dengan pihak kemaanan penjajah untuk menahan rakyatnya. Juga kondisi Arab yang carut-marut tidak bisa diharap. [baca: Syeikh Salman Audah: Kemenangan Palestina Butuh Proses]

Kenapa Menikam?

Kita patut bangga saat Muslimin di dunia lemah, namun rakyat Al Quds Palestina dalam kungkungan penjajahan Israel sedikit pun tidak merasa terhina dan lemah.

Betapa banyak gambar dan video yang bisa dilihat para remaja dan pemuda menentang senjata Israel dengan dada face to face. Mereka melempar batu sambil menari dan tertawa. [Baca: Pemuda Palestina Main Futsal di Tengah Konfrontasi]

Ada yang mempertanyakan” kenapa harus menusuk dan menikam dengan pisau penduduk Zionis Israel?”

Jika ada pertanyaan seperti ini berarti yang bertanya tidak paham akar masalah. Justru yang menjadi pertanyaan tepatnya, “mengapa rela mengorbankan nyawa sendiri dengan menikam orang Israel yang kadang belum tentu mati?”

Apa yang menjadikan para pemuda Pelestina siap melakukan pengorbanan heroik sedemikian rupa? Mengapa mereka remaja dan pemuda itu siap mengorbankan hidup mereka di masa mereka sedang menjalani masa hidup produktif?

Pertanyaan sepert ini lebih mendekatkan kita terhadap jawaban problematika yang dihadapi oleh Muslimin Palestina dan keyakinan mereka.

Remaja Palestina mengajarkan bahwa tanah Palestina punya kesucian sendiri dan mereka adalah bagian dari tanah yang suci itu. Apalagi Al Aqsha yang menjadi simbol kesucian Islam yang pantang untuk dinodai. Mereka mengajarkan umat Islam untuk terus berbuat dan berjuang membela Islam dan tidak putus asa walau teknologi dan senjata berat tidak di tangan. Pemerintah Israel dipaksa menyadari kalau masalah Palestina tidak terletak ditangan politikus tetapi pada seluruh jasad dan jiwa rakyat Palestina.

Perlawanan terhadap Materialisme

Pakar Zionisme Timur Tengah Abdul Wahhab Al Masiri (2008) menjelaskan bahwa gerakan Intifada yang telah berlaku-berkali-kali dalam sejarah rakyat Palestina sejatinya adalah gerakan pemikiran melawan modernisme Barat, imperialism dan materialisme.

Ia gerakan memperkenalkan model baru perlawanan terhadap modernism Barat yang bergantung pada materialism dan militerisme.

Lebih dari itu, Intifada membuktikan bahwa keyakinan terhadap sesuatu yang mulia itu lebih mampu menjadikan manusia berbuat dan berjuang, ketimbang kemampuan teknologi dan ilmu yang tidak mengenal kemanusian. Wallahua’lam.*

Penulis adalah mahasiswa peserta program doktoral Universitas Al Azhar Kairo

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:intiafada al-QudsIntifadaIntifada Ke-3Masjidil Aqshapalestina
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Inilah Latarbelakang Pidato Rasulullah Dalam Peristiwa Ghadir yang Dikaburkan Kelompok Syiah
Tulisan selanjutnya Mahasiswa STAIL Surabaya Gelar Kongres ke-10

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Bom di terowongan tewaskan tentara Israel
Berita

Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan

Berita
1 Juni 2026 15:00
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Palestina Terkini

Khaled  Misy’al: Senjata Bagi Hamas adalah Alat Pertahanan Diri dari Penjajahan

10 Februari 2026 06:48
Palestina Terkini

Netanyahu Tegaskan Tak Akan Ada Lagi Palestina dan Gaza

9 Februari 2026 11:14
Palestina Terkini

Serangan Baru ‘Israel” Menunjukkan Penjajah Tak Peduli “Dewan Perdamaian”

1 Februari 2026 18:43
Palestina Terkini

Dosen Fakultas Ushuluddin Ungkap Kesaksian Akademik tentang Abu Ubaidah 

3 Januari 2026 19:52
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?