Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Palestina Terkini

Intifada dan Tanda Lahirnya Generasi Baru [1]

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 20 Oktober 2015 14:42 2:42 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 20 Oktober 2015 14:42
Bagikan
Bagikan

Oleh: Amri Fatmi MA

Munculnya kemarahan Muslimin Palestina mengejutkan penjajah Israel. Fenomena penusukan dengan pisau terhadap warga Yahudi Israel telah membuat penduduk Israel ketakutan, mulai dari Al Quds sampai Tel Aviv. Ada beberapa catatan penting dari Intifada kali ini yang membuat Israel ciut.

Para pelaku Intifada al-Quds atau disebut Intifada ke-3 (menurut sebutan sebagian pengamat) adalah anak-anak Muslimin Palestina yang lahir tahun 90-an, yaitu setelah terjadinya perjanjian Oslo antara Israel-Palestina tahun 1993. Mereka rata-rata berumur 20 tahun ke bawah.

Ini membuktikan bahwa dugaan pengamat Israel, bahwa generasi yang lahir setelah perjanjian Oslo akan mudah untuk berdamai dan hidup berdampingan dengan pemukim Israel dan mudah diatur dengan hukum negara penjajah Israel, adalah dugaan yang meleset jauh.

Selanjutnya, kemarahan untuk Intifada ke-3 ini dimulai di daerah Al Quds bagianTimur yang secara geografis terletak di daerah yang telah di kepung oleh pemukim Israel. Melalui hukum yang dibuat, Israel telah menancapkan pengaruh dan kekuasaannya secara paksa terhadap warga Palestina.

Baca Juga

Al-Aqsha Ditutup untuk Muslim, Para Rabi Berdoa di Tembok Al-Buraq Picu Sorotan
Gelombang Protes Tolak UU Hukuman Mati Israel bagi Tahanan Palestina
Menteri Penjajah Tuangkan Miras Rayakan Disahkannya Hukuman Mati untuk Warga Palestina Terjajah
Zionis Sahkan Undang-Undang Hukuman Mati bagi Warga Palestina Terjajah, Picu Kritik Internasional
Babak Baru Pendudukan: ‘Israel’ Resmikan Pencaplokan Tepi Barat

Al Quds Timur juga tidak dikuasai oleh faksi perjuangan Palestina, baik Fatah, Hamas, Jihad Islami dan lainnya.

Sebelumnya Benyamin Netanyahu berkeyakinan bahwa anak Palestina generasi baru dari Al Quds bagian Timur akan mudah tunduk-hina dalam kekuasaan Israel.

Namun, ternyata apa yang terjadi mengubur dalam-dalam keyakinan dan prediksi itu. Dan hal itu menyisakan kekecewaan mendalam pada politikus dan pengamat negara Zionis. Sesungguhnya pisau mereka sebelum menusuk dada dan perut pemukim penjajajah Zionis, telah menusuk lebih dulu dada para pemangku jabatan pemerintah.

Mereka bukanlah dari Gaza atau Tepi Barat, tapi mereka bergerak dari dalam wilayah dikuasai israel. Bahkan sebagian besar pelaku Intifada membawa identitas negara Israel. Zionis betul-betul dibuat bingung.

Rakyat Israel mulai sadar bahwa anak Palestina jiwanya begitu melekat dengan tanah Palestina dan tidak bisa menerima penghinaan dari Zionis sedikit pun. Batu dan tanah yang mereka lempar telah menyatu dengan darah merek. Dan mereka masih tetap memandang bahwa kekuatan yang selama ini memaksa mereka agar tunduk adalah penjanjah yang harus dilawan.

Intifada ini dimulai sejak terjadi dipicu oleh pembakaran rumah beserta keluarga Palestina rumah Saad ad Dawabisyah di Desa Doma, Nablus sampai seorang bayi terbakar hidup-hidup. [baca: Ibunda Bayi Yang Rumahnya Dibakar Ektrimis Yahudi Akhirnya Gugur]

Selanjutnya dilanjutkan dengan larangan Muslimin memasuki Masjid Al Aqsha, sementara pemukim Yahudi dibiarkan masuk ke Masjid oleh polisi Israel.

Rakyat Palestina menyadari penjajah Israel mulai membagi kunjungan ke Masjid Al Aqsha berdasarkan waktu antara Muslimin dan Zionis Yahudi. Selanjutnya pihak penjajah Zionis menyusun rencana untuk membagi tempat Masjid Al Aqsha antara Yahudi dan Muslimin. Hal ini samasekali tidak diterima oleh umat Islam Palestina dan dunia tentunya.

Intifada dan Muqawamah

Intifada apa artinya? Apa perbedaan dengan muqawamah (perlawanan)?

Intifada berbeda dengan muqawamah karena Intifada dianggap sebagai aksi protes bukan aksi perlawanan teroganisir dalam waktu lama. Ia merupakan kondisi rakyat yang terjadi secara spontan saat mengekspresikan perasaan mereka dengan berbagai macam cara seperti demonstrasi,menutup jalan, pembakaran, melempar batu dan menulis di dinding-dinding dandsebagainya. Senjata yang dipakai pun adalah senjata ringan yang terdapat di mana saja. Dan dalam Intifada kali ini adalah pisau dan batu. [Baca: Gadis-gadis Palestina Kobarkan Intifada dengan Batu dan Pisau]

Sedangkan perlawanan (muqawamah), jelas. Aksi lebih teroganisir daripada Intifada, dan lebih membuat kerugian besar bagi Israel karena memakai senjata berat. Namun Intifada adalah aksi satu-satunya yang mampu dilakukan rakyat bawah saat para politikus tidak mampu memberikan solusi apa-apa. Apalagi saat ini, saat pejabat tinggi Palestina dianggap tidak punya kekuatan apa-apa di depan Israel. Saat terjadi penistaan Masjid Al Aqsha, rakyat Tepi Barat dan Gaza tidak bisa membela langsung. Maka penduduk Muslim Al Quds menyatakan kemarahan dengan Intifada.* (Bersambung)

Penulis adalah mahasiswa peserta program doktoral Universitas Al Azhar Kairo

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:intiafada al-QudsIntifadaIntifada Ke-3Masjidil Aqshapalestina
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Seorang Remaja Saudi yang Dituding Pro-ISIS Dibebaskan
Tulisan selanjutnya Inilah Latarbelakang Pidato Rasulullah Dalam Peristiwa Ghadir yang Dikaburkan Kelompok Syiah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak

Berita
1 Juni 2026 13:00
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Palestina Terkini

Khaled  Misy’al: Senjata Bagi Hamas adalah Alat Pertahanan Diri dari Penjajahan

10 Februari 2026 06:48
Palestina Terkini

Netanyahu Tegaskan Tak Akan Ada Lagi Palestina dan Gaza

9 Februari 2026 11:14
Palestina Terkini

Serangan Baru ‘Israel” Menunjukkan Penjajah Tak Peduli “Dewan Perdamaian”

1 Februari 2026 18:43
Palestina Terkini

Dosen Fakultas Ushuluddin Ungkap Kesaksian Akademik tentang Abu Ubaidah 

3 Januari 2026 19:52
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?