Hidayatullah.com–Bumi Gaza kembali tersiram darah mujahidin in. Kali ini dua pemuda yang merupakan mujahidin in dari Brigadir Jihad Islam, salah satu fraksi perjuangan kemerdekaan di Palestina gugur dalam sebuah operasi militer.
Hari Selasa siang (13/12/2017), dua mujahidin yang kemudian diketahui namanya Husein Ghazi Nasrullah (25 th) dan Musthofa Mufid Sulthon (29 th). Keduanya gugur saat sebuah operasi persiapan di daerah Baitu Lahiya, Gaza.
Saat mereka sedang mengendarai sepeda motor, sebuah tembakan bom tentara Zionis tepat menghantam mereka. Serangan dilancarkan oleh zionis dengan pesawat.
Serangan udara semacam ini pertama kali terjadi sejak genjatan senjata pada 2014 silam pasca Pertempuran Asful Ma’kul (Dedaunan Dimakan Ulat) yang sangat bersejarah itu.

Atas serangan ini korban tewas di Gaza sejak hari Jum’at lalu menjadi 6 orang, dan luka-luka sebanyak 600 korban.
Penduduk sempat membawa keduanya ke rumah sakit, namun setibanya di rumah sakit keduanya sudah tidak lagi bernyawa karena mengalami luka bakar yang membuat sekujur tubuhnya gosong. Demikian keterangan dari Jubir Kementrian Kesehatan, lansir The Palestinian Information Centre (PIC), Rabu (13/12/2017).

Atas gugurnya dua pejuangnya, Jihad Islami menyatakan bahwa apa yang telah dipersiapkan oleh kedua mujahidin nya itu adalah bagian dari perencanaan panjang terhadap sebuah serangan yang akan membuat kerugian besar bagi Zionis-Israel.
Sedangkan Jihad Islam teguh pada ikrarnya bahwa tidak akan surut seincipun dari jalan jihad sampai tidak tersisa sejengkalpun tanah Palestina yang terjajah.*/MR Utama