Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Palestina Terkini

PBB Sebut Pemilu Palestina adalah ‘Langkah Kritis’

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 23 April 2021 10:39 10:39 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 23 April 2021 10:39
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com — Koordinator khusus PBB untuk perdamaian Timur Tengah mengatakan pada Kamis (22/04/2021) bahwa pemilihan umum (pemilu) Palestina mendatang adalah langkah kritis. Pemilu pertama dalam 15 tahun tersebut, ungkapnya, sangat penting untuk legitimasi lembaga-lembaga Palestina dan upaya untuk mencapai persatuan di antara kelompok-kelompoknya, lapor Anadolu Agency.

Tor Wennesland mengatakan pemilu adalah “langkah kritis” untuk memenuhi tujuan ganda, menyerukan kepada semua pihak untuk “menyediakan, dan melindungi, hak-hak warga Palestina di seluruh Tepi Barat yang diduduki, termasuk Yerusalem Timur dan Gaza untuk berpartisipasi secara kredibel dan inklusif dalam Pemilu Palestina.”

“Secara khusus, saya mendesak semua pihak untuk tidak melakukan penangkapan, penahanan atau interogasi berdasarkan kebebasan berpendapat, kebebasan berekspresi dan kebebasan berserikat,” katanya. “Harapan diadakannya pemilu di Palestina tinggi.”

Wennesland menunjuk pada satu insiden di Yerusalem Timur yang diduduki pada 6 April di mana pasukan keamanan ‘Israel’ menutup pertemuan politik di Ambassador Hotel, memanggil manajernya dan direktur kantor Fatah di Yerusalem untuk diinterogasi. Pemerintah Zionis melarang Otoritas Palestina melakukan aktivitas apa pun di sana.

Warga Palestina yang tinggal di Yerusalem Timur mengambil bagian dalam pemilihan sebelumnya yang dilakukan pada tahun 1996, 2005 dan 2006. Mereka memberikan suara di enam pusat pos Israel yang didirikan di kota tersebut. Suara tersebut kemudian dikirim melalui surat ke Komisi Pemilihan Umum Pusat Palestina.

Baca Juga

Hamas Tolak Lucuti Senjata Sebelum Penjajah Tinggalkan Gaza
Korban di Gaza Capai 73.223, Barghouthi: Penjajah Jalankan Perang Pembersihan Etnis
OKI mengutuk RUU Penjajah ‘Israel’ Melarang Seruan Azan
Al-Aqsha Ditutup untuk Muslim, Para Rabi Berdoa di Tembok Al-Buraq Picu Sorotan
Gelombang Protes Tolak UU Hukuman Mati Israel bagi Tahanan Palestina

Menjelang pemilu tahun ini, negara penjajah ‘Israel’ sejauh ini mengabaikan permintaan dari pejabat Palestina yang dibuat lebih dari dua bulan lalu untuk mengizinkan pemilu di antara warga Palestina yang tinggal di Yerusalem Timur.

Serangan 6 April hanyalah salah satu dari beberapa insiden menjelang pemungutan suara, Riyad Mansour, utusan PBB untuk Palestina mengatakan, mendesak dewan untuk membantu “dalam mencegah tindakan Israel yang mungkin menghalangi pemilihan ini, terutama di Yerusalem Timur yang diduduki.”

“Kami telah menyaksikan dalam beberapa hari ini saja penangkapan beberapa calon, dan menghalangi atau membubarkan pertemuan partai dan masyarakat sipil seperti yang ditunjukkan oleh Bapak Wennesland,” katanya. “Tindakan yang melanggar hukum dan tidak bertanggung jawab harus segera dihentikan.”

Hukum internasional memandang Tepi Barat dan Yerusalem Timur sebagai wilayah pendudukan dan menganggap semua aktivitas pembangunan permukiman ‘Israel’ di sana ilegal. Palestina mencari Yerusalem Timur sebagai ibu kota negara masa depan mereka sementara ‘Israel’ mengklaim seluruh Yerusalem sebagai ibu kotanya yang tidak terbagi.

Palestina akan memilih legislatif baru pada 22 Mei dan presiden pada 31 Juli setelah jeda 15 tahun.

“Persaingan sukses pemilu Palestina inklusif merupakan langkah kritis menuju pembaruan legitimasi demokrasi dari pemerintah Palestina,” kata Wennesland.

“Pemilu ini juga harus membuka jalan untuk menyatukan Gaza dan Tepi Barat di bawah satu otoritas nasional yang sah, yang akan menjadi langkah penting menuju rekonsiliasi dan dapat memajukan perdamaian Timur Tengah,” tambahnya.

Beralih ke peningkatan mengkhawatirkan dalam kasus virus corona di Jalur Gaza, pejabat senior urusan kemanusiaan PBB Rein Paulsen mengatakan daerah kantong tersebut telah mengalami lonjakan 150% dalam kasus pada bulan April dengan 187 kematian telah dilaporkan, dibandingkan dengan 61 pada bulan Maret.

Gaza, dengan populasi yang sangat padat, sekarang merupakan 66% dari semua kasus di wilayah Palestina sementara hanya mewakili 30% dari warga Palestina yang hidup di bawah pendudukan, kata Paulsen.

“Karena lonjakan baru-baru ini, ada kekurangan kritis untuk pengujian laboratorium, perlindungan infeksi dan persediaan pengendalian, serta obat-obatan dan bahan sekali pakai manajemen kasus,” ia memperingatkan.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:gazaHAMASPBBPemilu Palestina
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya izin arab saudi Shamsi Ali Berpesan, Maksimalkan Sisa Ramadhan Untuk Benahi Kesalehan Diri
Tulisan selanjutnya seleksi calon imam luar negeri yang bertugas di uni emirat arab Kemenag, Sebanyak 27 Imam Indonesia Akan Bertugas di Uni Emirat Arab

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun

Berita
17 Oktober 2026 10:07
Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
PBB Catat Kenaikan Angka Kemiskinan Dunia, 1 Miliar Orang Terdampak
IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang

Terbaru

  • Halal Ditunda, Kepastian Dipertaruhkan?
  • Mesir Tegaskan Siap Bela Arab Saudi di Tengah Meningkatnya Serangan Houthi
  • Arab Saudi Tembak Jatuh 4 Drone di Riyadh dan Dua Wilayah Lain
  • Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
  • Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
  • Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
  • Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
  • Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta

Mungkin Anda Juga Suka

Palestina Terkini

Menteri Penjajah Tuangkan Miras Rayakan Disahkannya Hukuman Mati untuk Warga Palestina Terjajah

31 Maret 2026 09:13
Palestina Terkini

Zionis Sahkan Undang-Undang Hukuman Mati bagi Warga Palestina Terjajah, Picu Kritik Internasional

31 Maret 2026 09:08
Palestina Terkini

Babak Baru Pendudukan: ‘Israel’ Resmikan Pencaplokan Tepi Barat

17 Februari 2026 14:18
Palestina Terkini

Khaled  Misy’al: Senjata Bagi Hamas adalah Alat Pertahanan Diri dari Penjajahan

10 Februari 2026 06:48
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?