Hidayatullah.com– Imam Besar Al-Azhar Asy-Syarif, Syaikh Dr. Ahmad Muhammad Ahmad Ath-Thayyib, mengecam tindakan represif tentara penjajah ‘Israel’ ke jamaah Masjid Al-Aqsha dan penodaan atas kesucian (syiar) Allah SWT. Syeikh Thayyib menilai tindakan represif itu merupakan terorisme zionis ‘Israel’ di tengah kebisuan dunia.
“Serangan terhadap jamaah sholat Al-Aqsha serta penodaan atas kesucian (syiar) Allah swt adalah terorisme Zionis brutal di hadapan kebisuan dunia yang memalukan,” tutur Syaikh Ahmad Ath-Thayyib, hari ini.
Dia mengatakan, penjajah ‘Israel’ menyerang secara brutal jamaah Masjid Al-Aqsha. Padahal mereka datang ke masjid dengan damai untuk mengisi 10 malam terakhir Ramadhan. Selain itu, penjajah ‘Israel’ juga menyerang warga Syekh Jarrah di Al-Quds saat melakukan aksi damai. Penjajah mengancam menyita rumah warga Palestina.
Syekh Ahmad Ath-Thayyib menilai dua tindakan sudah menjadi bukti kuat untuk melabeli ‘Israel’ sebagai teroris. Syeikh menyebut tindakan represif itu sebagai terorisme Zionis brutal di hadapan kebisuan global yang memalukan.
Dia mengatakan, seharusnya ulama dan mahasiswa Al-Azhar Al-Sharif totalitas menyatakan solidaritas mereka dengan rakyat Palestina yang tertindas dalam menghadapi tirani dan entitas Zionis. Mereka juga harus senantiasa berdoa kepada Allah swt agar menjaga rakyat Palestina dengan penjagaan-Nya, dan agar menolong mereka dengan kemenangan dari-Nya.
“Mereka (rakyat Palestina) adalah pihak yang benar, pemilik tanah dan perjuangan yang hak,” kata beliau.
Sebelumnya, ratusan polisi penjajah ‘Israel’ menyerang jamaah shalat tarawih dan ribuan pemuda Palestina di kompleks Masjid Al-Aqsha pada Jumat (7/5).Bentrokan itu terjadi akibat kemarahan warga Palestina terhadap keputusan Mahkamah Agung ‘Israel’ terkait penggusuran sejumlah rumah di Al-Quds Timur.
Puluhan ribu warga Palestina terlihat memadati perbukitan yang mengelilingi kompleks Masjid Al-Aqsha pada Jumat dini hari untuk melaksanakan ibadah salat. Banyak dari mereka tetap tinggal di kompleks itu untuk selanjutnya mengikuti aksi unjuk rasa memprotes penggusuran di Al-Quds.
Pasukan polisi penjajah ‘Israel’ dilaporkan menembakkan peluru karet hingga granat kejut ke arah para pemuda Palestina yang melempar batu ke aparat. Penjajah ‘Israel’ juga menggunakan meriam air yang dipasang pada sejumlah kendaraan lapis baja demi membubarkan massa.
Petugas medis menuturkan, setidaknya 178 warga Palestina dan enam aparat ‘Israel’ terluka dalam bentrokan Jumat malam tersebut. “Jika kita tidak mendukung kelompok orang di sini, [penggusuran] akan [berlangsung] ke rumah saya, rumahnya, rumah warga lainnya, dan rumah setiap warga Palestina yang tinggal di sini,” kata Bashar Mahmoud (23), warga Palestina yang tinggal di Issawiya, kepada Reuters.
Ketegangan terus meningkat di Al-Quds dan Tepi Barat selama bulan Ramadan akibat penggusuran yang dilakukan otoritas ‘Israel’ di wilayah tersebut. Bentrokan antara warga Palestina dan kepolisian ‘Israel’ itu terjadi hampir setiap malam di Sheikh Jarrah, Yerusalem Timur.
Di lingkungan itu, terdapat banyak keluarga warga Palestina yang menghadapi penggusuran. Amerika Serikat hingga Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyerukan seluruh pihak untuk menahan diri. Uni Eropa dan Yordania bahkan menyuarakan kewaspadaan dan peringatan atas kemungkinan penggusuran ilegal yang dilakukan ‘Israel’ di wilayah Palestina.
Sementara itu, Presiden Palestina Mahmoud Abbas menegaskan, ‘Israel’ bertanggung jawab atas bentrokan hingga ketegangan yang terjadi di kompleks Al-Aqsha, situs suci ketiga bagi umat Islam.*