Tahun 2022 adalah tahun paling berdarah bagi bangsa Palestina, termasuk pembunuhan terhadap reporter terkenal Al-Jazeera Shireen Abu Akleh saat bertugas
Hidayatullah.com—Tahun 2022 tercatat sebagai tahun paling berdarah bagi warga Palestina yang dijajah ‘Israel’ di Tepi Barat selama lima dekade terakhir. Pendudukan ‘Israel’ di Tepi Barat telah dimulai pada 7 Juni 1967 selama Perang Enam Hari, termasuk Yerusalem Timur dan berlanjut hingga hari ini.
Penjajahan yang belum berakhir, serangan militer tanpa pandang bulu, dan pembunuhan seorang jurnalis Palestina yang sangat dihormati menggores kalender kemanusiaan tahun ini.
Berikut enam peristiwa penting yang terjadi di Palestina sepanjang tahun 2022:
Serangan Gaza
Kurang dari 15 bulan setelah pengeboman Jalur Gaza oleh Zionis ‘Israel’, wilayah padat itu diserang oleh jet tempur penjajah selama tiga hari. Insiden yang merebak sejak awal Agustus lalu itu merenggut nyawa 49 warga Palestina, termasuk 17 anak-anak.
Penangkapan pemimpin Jihad Islam Palestina di Tepi Barat oleh pasukan penjajah menimbulkan ketegangan yang menyebabkan pihak Zionis menambah jumlah pasukan di perbatasan antara ‘Israel’ dan Gaza.
Kekuatan pertahanan
Di antara perubahan besar yang terjadi di Tepi Barat tahun ini adalah peningkatan pasukan pertahanan bersenjata di kota Jenin dan Nablus di utara. Kemunculan tim dimulai pada September tahun lalu, melalui pembentukan tim pertama yang disebut Brigade Jenin di kota tempat pengungsian menyusul pembunuhan warga ‘Israel’, Jamil al-Amouri, Juni lalu.
Peristiwa ini diikuti dengan pembentukan Brigade Nablus, Sarang Singa, Brigade Balata, Brigade Tubas dan Brigade Yabad.
Pembentukan kelompok-kelompok tersebut biasanya terdiri dari anggota berbagai partai tradisional Palestina, namun berbeda dengan munculnya kelompok-kelompok baru yang menolak untuk diasosiasikan dengan partai atau gerakan tertentu.
Pembunuhan setiap hari
Menyusul serangan individu di ‘Israel’ sejak Maret lalu, Zionis meluncurkan kampanye militer yang disebut ‘Break the Wave’ yang mencakup penggerebekan harian, penangkapan massal di Tepi Barat, terutama di Jenin dan Nablus.
Warga sipil yang menghadapi pasukan penjajah ‘Israel’ selama penggerebekan akan dibunuh termasuk pejuang Palestina yang menjadi sasaran pembunuhan selama bentrokan bersenjata.
Berdasarkan catatan Kementerian Kesehatan Palestina, setidaknya 170 warga Palestina tewas di Tepi Barat dan Yerusalem Timur, melibatkan lebih dari 30 anak, sementara 9.000 lainnya luka-luka.
Pembunuhan paling brutal melibatkan kematian seorang gadis berusia 16 tahun yang ditembak mati saat berdiri di atap rumahnya saat penggerebekan oleh tentara.
Pengamat, diplomat dan kelompok hak asasi manusia telah menyatakan ‘kekhawatiran’ atas penyalahgunaan kekuasaan di Tepi Barat tahun ini, yang telah melihat lonjakan jumlah kematian setiap hari.
Pembunuhan Shiren Abu Akleh
11 Mei lalu merekam peristiwa menyedihkan lainnya ketika tentara penjajah ‘Israel’ menembak mati reporter terkenal Al-Jazeera Shireen Abu Akleh saat dia meliput kamp pengungsi Jenin. Shireen, 51, adalah koresponden TV Amerika untuk stasiun berbahasa Arab Al-Jazeera yang berasal dari Palestina.

Selama lebih dari 25 tahun, wanita itu telah bekerja sebagai jurnalis dan meliput pendudukan ‘Israel’ di wilayah Palestina. Pembunuhan Shireen mendapat perhatian luas dari masyarakat internasional dan memicu gelombang protes dari seluruh dunia.
Pemilu
Pemilihan Umum (Pemilu) ‘Israel’ kelima diadakan dalam waktu kurang dari empat tahun tahun ini. Hasil pemilihan melihat pemerintahan ‘Israel’ yang paling lama berkuasa gagal membentuk pemerintahan yang stabil, sehingga memberi jalan bagi pemerintahan sayap kanan dalam 74 tahun sejarah pembentukan negara ilegal itu.
Serangan pemukim haram
Serangan oleh pemukim ilegal (haram) ‘Israel’ terhadap warga Palestina di Tepi Barat menjadi semakin ekstrim. Setidaknya tiga warga Palestina telah dibunuh oleh pemukim ‘Israel’ tahun ini, sementara tentara penjajah hanya menyaksikannya tepat di depan mata mereka.
Pejabat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melalui pernyataan 15 Desember lalu menjelaskan bahwa tahun 2022 akan menjadi tahun keenam untuk melihat peningkatan jumlah serangan pemukim ‘Israel’ di Tepi Barat yang diduduki.*
Zaman Revolusi Media | Media lemah, da’wah lemah, ummat ikut lemah. Media kuat, da’wah kuat dan ummat ikut kuat
Langkah Nyata | Waqafkan sebagian harta kita untuk media, demi menjernihkan akal dan hati manusia
Yuk Ikut.. Waqaf Dakwah Media
Rekening Waqaf Media Hidayatullah:
BCA 128072.0000 Yayasan Baitul Maal Hidayatullah
BSI (Kode 451) 717.8181.879 Dompet Dakwah Media