Hidayatullah.com–Kereta api ringan dalam kota, trem, yang dibangun Zionis Israel di kota Al Quds mulai beroperasi hari Jum’at (19/8).
Sistem transportasi dalam kota buatan Zionis itu operasionalnya sempat tertunda hingga 10 tahun, karena temuan-temuan arkeologis selama proses pembangunan.
Penemuan sejumlah makam kuno, pemandian kuno dan biara peninggalan abad ke-6 Masehi di sepanjang jalur kereta api sempat memicu protes dari kalangan Yahudi Ortodoks. Mereka meminta agar jalur kereta api disesuaikan sehingga tidak merusak situs-situs bersejarah itu.
Jalur kereta api Zionis Israel di kota Al Quds (Yerusalem), yang menelan biaya pembangunan sebesar USD 1,4 milyar itu, seluruhnya memakai lahan milik rakyat Palestina. Kereta api itu menghubungkan wilayah Yerusalem Barat yang diduduki Zionis dan Yerusalem Timur yang seharusnya menjadi wilayah yang dikontrol penuh oleh Palestina.*




