Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Palestina Terkini

Studi: Hamas Bisa Kalahkan Fatah dalam Pemilu Palestina

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 23 September 2017 21:35 9:35 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 23 September 2017 21:35
Bagikan
Ismail Haniyah dan Mahmoud Abbas
Bagikan

Hidayatullah.com–Pemimpin Gerakan Pelawanan Islam di Palestina (Hamas), Ismail Haniyah  diperkirakan akan menyusul pemimpin Otorita Palestina (PA), yang juga pemimpin Fatah yang sekuler, Mahmoud Abbas, dalam pemilihan berikutnya, kutip Koran Al-Risalah, Jumat kemarin.

Sebuah jajak pendapat yang dilakukan oleh Pusat Penelitian dan Kebijakan Palestina bekerjasama dengan lembaga Konrad Adenauer Foundation di Ramallah  menunjukkan, Haniyah akan mendapatkan 50% suara dan Abbas hanya 41 suara apabila digelar pemilu presiden. Mayoritas  responden  memilih Kepala Biro Politik Gerakan Hamas Ismail Haniyah.

Jajak pendapat ini juga menunjukan bahwa 67% mendukung Abbas lengser. Sementara itu 27% mendukung Abbas tetap menjadi presiden. Sementara itu jumlah mereka yang meminta Abbas lengser 60% di Tepi Barat dan 80% di Jalur Gaza.

Baca: Hamas Bebaskan Pejabat Presiden Abbas

Hasil jajak pendapat ini juga menjelaskan bahwa gerakan Fatah akan kehilangan popularitasnya secara cepat di Jalur Gaza akibat tindakan Abbas yang memberlakukan sanksi terhadap Jalur Gaza. Saat ini popularitas gerakan Fatah hanya 28% yang sebelumnya 40% pada 9 bulan lalu.

Hasil lain jajak pendapat ini menunjukkan 73% rakyat Palestina mendukung penghentian komunikasi dengan Israel. Termasuk penghentian koordinasi keamanan. Sementara itu 33% melihat bahwa Abbas adalah orang yang bertanggung jawab terhadap buruknya menejemen pemerintahan Hamdallah di Ramallah.

Baca Juga

Hamas Tolak Lucuti Senjata Sebelum Penjajah Tinggalkan Gaza
Korban di Gaza Capai 73.223, Barghouthi: Penjajah Jalankan Perang Pembersihan Etnis
OKI mengutuk RUU Penjajah ‘Israel’ Melarang Seruan Azan
Al-Aqsha Ditutup untuk Muslim, Para Rabi Berdoa di Tembok Al-Buraq Picu Sorotan
Gelombang Protes Tolak UU Hukuman Mati Israel bagi Tahanan Palestina

Jajak pendapat ini menjelaskan bahwa 61% rakyat Palestina mensyaratkan partisipasi gerakan Hamas dan Jihad Islam untuk menggelar pertemuan Dewan Nasional.

Sebanyak 64% rakyat Palestina tidak puas dengan kinerja pemerintah Rami Hamdallah. Sementara itu perasaan aman dan kedamaian individu meningkat di Jalur Gaza dan sebaliknya menurun di Tepi Barat.

Hasil jajak pendapat juga menunjukkan 59% penduduk Tepi Barat dan Jalur Gaza meyakini bahwa ketakutan semua orang menjadikan mereka tidak bisa mengkritik Otoritas Palestina di Tepi Barat.

Menurut jajak pendapat, mayoritas besar Palestina khawatir dengan masa depan kebebasan setelah terjadinya peningkatan penangkapan di kalangan wartawan dan aktivis yang dijerat dengan UU Kejahatan Eleltronik dan perubahan yang diusulkan terhadap UU Otoritas Yudikatif.

Sementara itu 50% masyarakat Palestina di Tepi Barat dan Jalur Gaza menilai bahwa Otoritas Palestina adalah beban bagi rakyat Palestina, demikian dikutip Palinfo.

Direktur lembaga penelitian berbasis di Ramallah ini,  Khalil Shikaki mengatakan kepada kantor berita Jerman bahwa Abbas telah kehilangan popularitas di Gaza karena tindakannya terhadap orang-orang Palestina yang tinggal di Jalur Gaza yang dikepung oleh Penjajah Israel.

Dia menambahkan bahwa Abbas terus memperketat kontrol atas warga Palestina di Gaza, meski dia kurang mendapat dukungan.

Baca: Tel Aviv: Dua Pilihan untuk Fatah, Damai dengan Israel atau Hamas

Pada tanggal 17 September, Hamas menyatakan kesediaannya untuk menyerahkan Jalur Gaza kepada pemerintah konsensus Abbas, dan sepakat untuk bernegosiasi dengan Fatah, untuk membubarkan komite administrasi Gaza dan mengadakan pemilihan umum.

Langkah tersebut diambil untuk menandatangani sebuah kesepakatan untuk mengakhiri perselisihan antara kedua kelompok tersebut dan menyerahkan Jalur Gaza kepada Perdana Menteri Rami Hamdallah.

Sebagaimana diketahui, Jalur Gaza berada di bawah administrasi Hamas dengan gaji yang dibayarkan PA, sedangkan wilayah Palestina lainnya dikelola oleh PA, beberapa daerah diperintah oleh Rezim Penjajah Israel.

April lalu, Abbas memberlakukan tekanan pada pemerintah Gaza, saat memotong listrik yang dipasok oleh Israel. Langkah tersebut menyebabkan Zionis memperpendek masa pasokan listrik di Gaza.

Abbas juga mengurangi pengiriman obat-obatan dan memotong gaji staf Hamas di Gaza, menyebabkan banyak orang terpaksa pensiun dini.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:FatahGerakan Pelawanan Islam di PalestinaHAMASismail haniyahMahmoud AbbasOtorita PalestinapalestinaPemilu Palestina
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kemdikbud Akui Pendidikan Dini Masih Kurang Perhatian
Tulisan selanjutnya Diskriminasi Muslim di Eropa Meningkat, Hanya Karena Nama dan Pakaian

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

APCQP Perkuat Kolaborasi Masyarakat Sipil Asia Pasifik untuk Palestina

Berita
24 Agustus 2026 12:23
LBH Hidayatullah Berikan Edukasi Hukum di Lapas Kembang Kuning Nusakambangan
Cari Suara, Netanyahu Tegaskan ‘Israel’ Tak akan Biarkan Negara Palestina Berdiri
Al Muzzammil Yusuf: Perjuangan Kemerdekaan Palestina Butuh Kerja Bersama Dunia Internasional
Serangan ‘Israel’ Hancurkan Gudang Bantuan, 7 Orang Syahid di Gaza

Terbaru

  • Serangan ‘Israel’ Hancurkan Gudang Bantuan, 7 Orang Syahid di Gaza
  • Korban Meninggal Gempa NTT Capai 103 Orang, Sebagian Besar Perempuan dan Lansia
  • Resmi Gabung Angkatan Darat Suriah, YPG Umumkan Pembubaran Diri
  • Zaitun Rasmin Kembali Pimpin Wahdah Islamiyah, Terpilih untuk Periode 2027–2031
  • ‘Israel’ Tetap Ikut Eurovision, Belanda Kembali Pilih Boikot
  • “Saya Menyebarkan Berita Palsu,” aku Pejabat Komunikasi ‘Israel’
  • ‘Israel’ Cemas, Rudal Hipersonik Baru Turki Dinilai Jadi Ancaman Zionis
  • Cari Suara, Netanyahu Tegaskan ‘Israel’ Tak akan Biarkan Negara Palestina Berdiri
  • Operasi Penikaman Berhasil Lukai Warga ‘Israel’, Hamas: Itu Respon atas Kejahatan Zionis
  • MUI Soroti Pemblokiran Rekening Aktivis, Ingatkan Ancaman Penarikan Dana Massal

Mungkin Anda Juga Suka

Palestina Terkini

Menteri Penjajah Tuangkan Miras Rayakan Disahkannya Hukuman Mati untuk Warga Palestina Terjajah

31 Maret 2026 09:13
Palestina Terkini

Zionis Sahkan Undang-Undang Hukuman Mati bagi Warga Palestina Terjajah, Picu Kritik Internasional

31 Maret 2026 09:08
Palestina Terkini

Babak Baru Pendudukan: ‘Israel’ Resmikan Pencaplokan Tepi Barat

17 Februari 2026 14:18
Palestina Terkini

Khaled  Misy’al: Senjata Bagi Hamas adalah Alat Pertahanan Diri dari Penjajahan

10 Februari 2026 06:48
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?