Hidayatullah.com– Warga negara Indonesia (WNI) yang berada di Pakistan mengikuti shalat Idul Fitri 1439 H di Hall Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk Pakistan pada Sabtu (16/06/2018) pagi, berbeda dengan Indonesia dan banyak negara lain yang ber-Idul Fitri pada Jumat (15/06/2018).
Pemerintah Pakistan melalui Muftinya menentukan awal Syawal 1439 H jatuh pada hari Sabtu (16/06/2018). Hal tersebut berdasarkan pantauan hilal yang dinyatakan masih belum tampak.
Duta Besar (Dubes) Republik Indonesia untuk Pakistan, Iwan Suyudie Amrie, menyatakan bahwa usai Ramadhan diharapkan umat Islam mampu menanamkan nilai-nilai agama ke depannya.
“Setelah kita menunaikan puasa sebulan penuh, kita harus bisa menanamkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan,” tuturnya saat sambutan usai shalat.
Selain itu, katanya, diharapkan Ramadhan bisa menjadi pembelajaran untuk bisa menjadi pribadi-pribadi yang tahan dengan segala masalah.
“Kita harus terus belajar dalam istiqamah dalam kebaikan, karena kebenaran yang tidak terorganisir akan kalah dengan kejahatan yang terorganisir,” tegasnya.
Sementara itu, yang bertindak menjadi imam shalat Id adalah mahasiswa International Islamic University of Islamabad (IIUI), Syuaib Abdul Halim, dan khatib Hafizh El-Hudzaifie, mahasiswa Master of Sains (MS) IIUI, serta sebagai bilal, Wahyudi, mahasiswa MS IIUI.
Puluhan WNI mengikuti shalat idul fitri tersebut baik dari kalangan diplomat, masyarakat, maupun mahasiswa.* Ali Muhtadin