Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Wawancara

Ulama Rohingya Syaikh Faizul Islam Dibunuh Serdadu Myanmar Saat Naik Perahu Menuju ke Bangladesh

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 10 September 2017 13:05 1:05 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 10 September 2017 12:51
Bagikan
Ulama Rohingya yang disegani di Buthidaung , Syaikh Faizul Islam bin Abdul Jabbar (62) syahid dibunuh militer Myanmar
Bagikan

Hidayatullah.com | Sahabat Al-Aqsha–Setelah berjalan lebih dari seminggu, pembunuhan massal yang dilakukan rezim Buddha Myanmar memakan korban lebih dari 2000 orang dan membakar habis tidak kurang dari 40 desa Muslimin Rohingya di tiga kecamatan Maungdaw, Buthidaung dan Rathedaung. Salah satu tokoh Muslim Rohingya yang dibunuh Syaikh Faizul Islam bin Abdul Jabbar, 62 tahun, seorang ulama terkemuka yang disegani di Buthidaung.

Foto jenazah Syaikh Faizul Islam tersiar luas, kepalanya cedera parah. Menurut keponakannya yang berhasil kami wawancarai, beliau ditembak dari jarak dekat bersama keempat temannya, termasuk dua Muslimah. Sejak terbunuhnya Syaikh Faizul pada hari Rabu, 6 September 2017 lalu, sampai saat berita ini kami siarkan, keberadaan istri dan ketujuh anaknya tidak diketahui.
Berikut ini wawancara kami dengan Muhammad Ayoub, keponakan Syaikh Faizul Islam yang bermukim di Makkah.

Pertama-tama, atas nama kaum Muslimin Indonesia kami sampaikan ta’ziyah atas syahidnya –in syaa Allah– Syaikh Faizul Islam. Semoga Allah ampuni dan terima syahadahnya. Bagaimana tepatnya peristiwa pembunuhan itu?

Syeikh Faizul Islam bin Abdul Jabbar adalah paman saya, kakak dari ibu saya. Kami sangat merasa terpukul menerima berita syahidnya beliau disebabkan oleh kejahatan yang dilakuan militer Myanmar.

Paman saya –Asy-Syahid Maulana– Qari Faizul Islam, bersama teman-temannya sedang meninggalkan rumah-rumah mereka menuju perbatasan Bangladesh dikarenakan adanya paksaan dari militer Burma.

Baca Juga

Pengamat Politik Internasional UI Sofwan Al-Banna Menampik Adanya Hubungan Kuat Hamas dengan Syiah
Kisah Hafizh Belajar Menghafal Qur’an: “Pahitnya” Bambu, Manisnya Pisang Goreng [2]
Kisah Hafizh Belajar Menghafal: Al-Qur’an Dieja Pakai Bahasa Latin [1]
Sinyo Egie, Pendiri Peduli Sahabat:  Pelaku LGBT Harus Punya Niat dan Keinginan Sembuh
Kisah Ustadz Hasan Ibrahim Bergabung Hidayatullah: Masuk Hutan, Batalkan Kuliah Madinah

Baca:  Al Azhar Mesir Mengutuk ‘Kegagalan Hati Nurani Internasional’ terhadap Rohingya

Pihak militer mengintimidasi dengan mendatangi lalu mengusir mereka atau mereka akan ditembaki bahkan dibakar hidup-hidup. Setelah batas jam malam, Syeikh memutuskan untuk mulai mengungsi, melakukan perjalanan menuju perbatasan, pada 30 Agustus 2017 lalu.

Kemana tujuannya?

Beliau berjalan melewati jalur hutan dan pegunungan untuk menghindari para biksu dan orang-orang Buddha Rakhine yang telah membunuhi siapa saja yang melewati jalan.

Jarak untuk sampai ke perbatasan sekitar 20 kilometer, namun dikarenakan adanya penghadangan demi penghadangan, dibutuhkan enam hari untuk sampai ke desa perbatasan Falang Khali – Kuwang See Bang.

Pada 6 Sepetember pukul 11 pagi, Syaikh dan kelompoknya berhasil mendapatkan kapal kecil untuk menyeberangi perbatasan menuju Bangladesh, seketika mereka mulai menyeberang. Namun tanpa mereka sadari, militer Myanmar mengawasi lalu langsung menembaki mereka, dan membunuh lima orang. Diantaranya Syaikh Faizul Islam, dua orang dari kelompoknya termasuk Aalim, serta dua orang Muslimah.

Saat penembakan terjadi, di kedua sisi perbatasan terdapat banyak kamera dan para tim media, juga murid terdekatnya Maulana Faizul Haq berada di tempat kejadian.

Baca: Penjual Roti di Turki Donasikan Pendapatannya Selama 2 hari untuk Rohingya

Kapan Anda mendapatkan kabar ini?

Langsung sesudah pembunuhan itu, kami segera menerima rekaman video dari Faizul Haq.

Bagaimana kehidupan beliau semasa hidup?

Beliau mendedikasikan hidupnya untuk mengajarkan Islam dan Al-Quran, beliau bertugas mengajar di Madrasah Mingusi di Buthidaung selama lebih dari 15 tahun. Beliau juga menjadi Imam dan Khatib Masjid Jami’ Buthidaung. Beliau menguasai qira’ah sab’ah (tujuh jenis bacaan Al-Quran yang terjaga kebenaran riwayatnya sampai ke Rasulullah).

Sebagian besar waktunya digunakan untuk membimbing murid-muridnya belajar Al-Quran.

Bagaimana kedudukan beliau di tengah masyarakatnya?

Syaikh Faizul Islam bukanlah anggota organisasi politik.Beliau sangat dicintai oleh masyarakat dan dikenal dengan ketaqwaan serta kemuliaannya.

Masyarakat Rohingya yang berada di dalam dan di luar negeri, menghormati beliau secara tulus serta memandang beliau sebagai ulama yang berpendidikan, hubungan antara beliau dan mereka sangat baik.

Bagaimana riwayat kelahiran dan kehidupan masa kecilnya?

Syaikh Faizul Islam lahir dan dibesarkan di sebuah Desa Tong Bazar, Buthidaung. Beliau wafat di usianya 62 tahun.

Semasa kecil, beliau mengenyam pendidikan di madrasah di desanya yang bernama Darul Ulum Tong Bazar. Lalu melanjutkan pendidikan tinggi di Lahore, Universitas Asyrafia di Pakistan, kemudian kembali ke Bangladesh untuk mengambil spesialisasi dalam Qira’ah Sab’ah di Universitas Fatia di Chittagong.

Militer Buddha membunuh ulama ini tanpa sebab apa-apa.

Baca: Panglima TNI Siap Kirim Pasukan ke Myanmar, Kapolri akan Temui Kepala Kepolisiannya

Bagaimana istri dan anak-anak beliau?

Sejak mengungsi sampai hari ini, tidak ada kabar apa-apa tentang mereka. Syaikh Faizul dikaruniai tujuh anak, empat perempuan dan tiga laki-laki. Diantaranya adalah Aisyah, Hafsa, Ruqiyah, Mahmudul Hasan Younus.

Apakah di masa hidupnya beliau aktif di salah satu organisasi?

Tidak, hidupnya sepenuhnya dicurahkan untuk mengajarkan dan menda’wahkan Al-Quran.

Bagaimana latar belakang sampai beliau memutuskan untuk mengungsi?

Sebenarnya dalam situasi sekarang ini, Syaikh Faizul Islam memiliki pendirian yang tegas untuk tidak meninggalkan rumah dan menetap di negeri kami, namun karena diancam dengan senjata beliau tidak memiliki pilihan alternatif. Beliau selalu menganggap tindakan pemerintah Myanmar menindas rakyat Rohingya sebuah kejahatan.*/(Hidayatullah.com | Sahabat Al-Aqsha) 

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Al-Azhar al SyarifAung San Suu KyiBangladeshburmaEmine Erdoğanetnis Muslim RohingyaGrand Syeikh Al AzharKekerasan Rohingyamiliter MyanmarMin Aung HlaingmyanmarPresiden Recep Tayyip ErdoganRakhineRohingyaSyaikh Faizul IslamSyeikh Ahmad al- Thayyipulama rohingya
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kang Ucay: Buku “Mengetuk Pintu Langit” Wajib Dimiliki Anak Cucu Saya
Tulisan selanjutnya Muncul Usulan Pemutaran Kembali Film G30S/PKI, Fadli Zon Setuju

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara

Berita
31 Mei 2026 05:45
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

Wawancara

Pakar Anti Feminisme Dr Norsaleha Mohd Salleh: Liberalisme dan Feminisme Itu Satu Paket

24 Juli 2021 17:03
baitul maqdis
Wawancara

Dr. Khalid el-Awaisi: “Kini Banyak Orang Islam Berhati Zionis”

11 Juni 2021 09:55
Masjid Al-Aqsha
Wawancara

Akademisi Gaza: “Dihujani Berton-ton Bom, Kami akan Tetap Bersandar pada Allah untuk Perjuangkan Masjid Al-Aqsha”

22 Mei 2021 10:45
Wawancara

Ahmad Sarwat: Salafi Termasuk Ahlus-Sunnah wal-Jama’ah

15 April 2021 11:06
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?