Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Wawancara

Kupas Tuntas Ustadz Abdul Somad (3)

Bambang S
Terakhir diupdate: 3 Januari 2018 12:55 12:55 pm
Bambang S
Dipublikasikan 3 Januari 2018 12:55
Bagikan
Ustad Abdul Somad (UAS)
Bagikan

Hidayatullah.com–Nama Ustadz Abdul Soma (UAS) kini melejit. Permintaan ceramahna begitu banak. Secara hukum ekonomi, banyak permintaan bakal menaikkan harga. Lalu, berapa “harga” seorang UAS dan berubahkah gaya hidupnya setelah kini terkenal?

Berikut jawabannya:

Kini Anda telah menjadi mubaligh terkenal, tentu banyak tawaran dan permintaan terhadap Anda. Apakah hal ini akan mengubah sikap Anda terhadap umat?

Yang kita hadapi dalam dakwah ini secara umum ada tiga; masyarakat umum, pejabat birokrasi, dan dunia entertainment.

Masalah pejabat birokrasi, siapa pun yang mengundang, saya akan datang selama ada waktu. Apa pun partainya dan ormasnya. Karena saya datang sebagai orang yang menjelaskan Islam. Saya tidak melihat yang mengundang itu partai apa atau jabatannya apa.

Baca Juga

Pengamat Politik Internasional UI Sofwan Al-Banna Menampik Adanya Hubungan Kuat Hamas dengan Syiah
Kisah Hafizh Belajar Menghafal Qur’an: “Pahitnya” Bambu, Manisnya Pisang Goreng [2]
Kisah Hafizh Belajar Menghafal: Al-Qur’an Dieja Pakai Bahasa Latin [1]
Sinyo Egie, Pendiri Peduli Sahabat:  Pelaku LGBT Harus Punya Niat dan Keinginan Sembuh
Kisah Ustadz Hasan Ibrahim Bergabung Hidayatullah: Masuk Hutan, Batalkan Kuliah Madinah

Lalu, dunia entertainment seperti televisi. Saya menginginkan mereka harus mengikut jadwal kita, jangan mereka yang mengatur kami. Termasuk soal berpakaian, konten ceramah, dan waktu. Makanya, saya tidak mau menandatangani kontrak 36 episode. Kalau hanya sesekali, mengapa tidak. Kalau sampai diikat kontrak, kita tidak terbiasa dengan itu.

Ada beberapa televisi yang sudah menawarkan kontrak, tapi tidak satu pun yang saya penuhi. Kalau mau merekam, silakan datang ke masjid tempat pengajian saya.

Baca: 30.000-an Warga Aceh Sambut Ustadz Abdul Somad

Begitu pun juga dengan masyarakat, mana duluan yang mengundang, insya Allah saya akan datang.

Masyarakat awam seringkali bertanya, berapa sih Ustadz Abdul Somad bayarannya. Bagaimana menurut Anda?

Sampai saat ini saya belum pernah menyebut bandrol, baik kepada televisi, masyarakat umum, BUMN, birokrat, maupun pejabat. Kalau mereka bertanya berapa, saya jawab, “Terserah kalian saja.”

Aslinya, sayalah yang harus mendatangi dan menyampaikan Islam. Bahwa mereka mengundang saya dan diberikan fasilitas, itu sudah lebih dari patut. Jangan berpikir, “Kamu mau kasih apa sehingga saya harus datang.” Logika berpikir itu keliru.

Banyak mubaligh dengan ketenarannya menjadi berubah dari segi penampilan. Bagaimana dengan Anda?

Perlu dilihat latar belakangnya, saya ini bukan artis. Saya hanya santri, belajar, dan setelah belajar menjadi guru. Maka saya tetap apa adanya. Jadi tidak ada yang harus berubah, karena saya tidak merasa ada tuntutan dari siapa pun.

Baca: Ormas Islam Menobatkan Ustadz Abdul Somad sebagai “Asadullah”

Orang menerima saya, karena Hadits-hadits yang saya sampaikan. Bukan karena pakaian saya.

Sudah menjadi fitrah dalam dakwah selalu ada tantangan. Sejauh Anda berdakwah apakah menghadapinya?

Saya membagi tantangan ada tiga. Pertama, tantangan terhadap diri sendiri. Seringkali perjalanan panjang sementara waktu pendek. Akhirnya memilih untuk mempercepat kendaraan, dan resiko pun kadang muncul. Kadang hampir masuk ke dalam sungai, menabrak tiang listrik, bahkan hampir menabrak orang. Pernah juga sampai bemper mobil pecah.

Kedua, orang lain yang sakit hati dan tersinggung. Ketika kita bicara satu permasalahan mungkin saja ada orang yang tidak suka.

Ketiga, kita dengan Allah Ta’ala. Kita kadang merasa ketika menyampaikan seringkali merasa keakuan. Oleh karena itu, tauhid yang harus kita tanamkan dalam diri: laa haula walaa quwwata illa billah (tidak daya dan kekuatan kecuali dari Allah).

Kalau pondasi keimanan itu sudah tertancap, maka kita akan anggap semua itu bagian dari pemberian Allah.

Tiga tantangan itu semua, akan selesai dengan laa haula walaa quwwata illa billah. Ketika kita jatuh, kita berkata, Allah menguji saya supaya lebih tegar. Ketika kita sedang melambung, Dia ingin menguji saya apakah saya masih berbuat karena Allah. Tapi itu tidak bisa sendirian, ketika kita lupa ada kawan yang mengingatkan kita.* (Bersambung)

Redaktur: Bambang S
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:dakwah UASGerakan Nasional Pengawal Fatwa UlamaGNPF UlamaHabib Rizieq di Arab SaudiHabib Rizieq ShihabHRSibadah hajipenolakan UASperbandingan mazhabperbedaan pendapatpersatuan umatpersekusi UASsilaturahimUASukhuwah IslamiyahulamaUstadz Abdul Somad
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Doa Setelah Sholat Dhuha Dunia untuk Akhirat
Tulisan selanjutnya Dokter Jerman Menolak Tes Usia Pencari Suaka

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf

Berita
18 Juli 2026 09:30
MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif
Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Wawancara

Pakar Anti Feminisme Dr Norsaleha Mohd Salleh: Liberalisme dan Feminisme Itu Satu Paket

24 Juli 2021 17:03
baitul maqdis
Wawancara

Dr. Khalid el-Awaisi: “Kini Banyak Orang Islam Berhati Zionis”

11 Juni 2021 09:55
Masjid Al-Aqsha
Wawancara

Akademisi Gaza: “Dihujani Berton-ton Bom, Kami akan Tetap Bersandar pada Allah untuk Perjuangkan Masjid Al-Aqsha”

22 Mei 2021 10:45
Wawancara

Ahmad Sarwat: Salafi Termasuk Ahlus-Sunnah wal-Jama’ah

15 April 2021 11:06
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?