Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Dokter Jerman Menolak Tes Usia Pencari Suaka

Ama Farah
Terakhir diupdate: 3 Januari 2018 13:13 1:13 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 3 Januari 2018 13:13
Bagikan
Salah satu tempat penampungan migran pencari suaka di Jerman.
Bagikan

Hidayatullah.com—Perkumpulan tenaga medis Jerman Bundesärztekammer dalam pernyataan hari Senin (1/1/2018) mengatakan bahwa kewajiban pemeriksaan usia bagi para pencari suaka merupakan “intrusi terhadap integritas fisik seseorang.”

“Jika Anda akan melakukan hal ini terhadap setiap pengungsi, maka itu merupakan interferensi terhadap kemanusiaan mereka,” kata Frank Ulrich Montgomery kepada koran Süddeutsche Zeitung edisi hari Selasa (2/1/2018) seperti dilansir Deutsche Welle.

Asosiasi mengatakan tes semacam itu memiliki margin error yang besar. Sebelumnya organisasi tersebut juga pernah mengkritik hal yang sama.

Tes kebenaran usia bagi para pencari suaka sampai saat ini di Jerman masih bersifat sukarela. Namun, penggunaan sinar X untuk menentukan usia sesungguhnya seseorang sekarang diwajibkan bagi mereka yang tersangkut kasus kriminal.

Hamburg dan Berlin sudah menerapkan tes usia secara sukarela selama beberapa tahun dan tes semacam itu diberlakukan di seluruh Jerman sejak akhir 2016.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Dalam metode yang dikenal sebagai roentgen arthroscopy dokter memeriksa usia seorang anak muda dengan mencermati kondisi fisik dan giginya. Jika diperlukan, ditambah dengan memotret bagian tulang tangan dan tulang selangka mereka dengan sinar X.

Banyak anak yang tiba di Jerman sebagai pengungsi tanpa didampingi orangtua. Akses mereka untuk mendapatkan pemondikan tergantung pada apakah mereka tergolong anak-anak atau dewasa.

Para pencari suaka muda yang diketahui berusia 18 tahun atau di bawahnya akan diberikan pemondokan di asrama dan mendapatkan perwalian hukum. Mereka akan diberikan tunjangan finansial dan lainnya, didaftarkan ke sekolah dan pada akhirnya mendapatkan hak untuk membawa atau mengajak orantuanya ke Jerman.

Sejumlah politisi mendesak agar tes usia diwajibakan menyusul kasus penusukan seorang gadis remaja berusia 15 tahun di Kandel, Rhineland-Palatine, pekan lalu oleh seorang pengungsi berusia muda asal Afghanistan.

Dua hari setelah insiden penusukan yang menewaskan putrinya, orangtua gadis itu mengatakan bahwa tidak mungkin pelakunya berusia 15 tahun, dan dia berharap tes usia akan memastikan berapa usia pelaku sehingga bisa dijerat hukum pidana atau tidak sebagai seorang dewasa.

Menurut Menteri Dalam Negeri Bavaria Joachim Hermann, “Sangat banyak pengungsi yang masih memalsukan usia dewasanya.”*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kupas Tuntas Ustadz Abdul Somad (3)
Tulisan selanjutnya Periksa Saksi Ahli Kasus Arya, Polda Fokus Dugaan Penodaan Agama

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya

Berita
31 Agustus 2026 22:46
Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
Suriah Angkat Pemimpin YPG Jadi Penasihat Kepresidenan
Pimpin APHIDA 2026-2030, Fadlurrahman: Bidik Penguatan Bisnis Jamaah hingga Pasar Global
Laporan: 370 Anak-Anak Palestina Masih Ditahan di Penjara ‘Israel’

Terbaru

  • Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
  • Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air
  • Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat
  • 70 Guru Palestina Tak Diberi Izin, Seluruh Sekolah Kristen di Yerusalem Hentikan Pembelajaran
  • Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas
  • Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap
  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?