Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Wawancara

“Muhammadiyah Ingin Lebih banyak Memberi, bukan Meminta” [1]

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 14 Agustus 2018 17:55 5:55 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 14 Agustus 2018 17:25
Bagikan
Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu'ti di Jakarta, Jumat (13/04/2018).
Bagikan

Hingga hari ini, usia organisasi Muhammadiyah melebih usia Bangsa Indonesia, berusia 106 tahun. Bahkan ketika banyak lembaga berebut kue politik di arena Pilpres 2019, Muhammadiyah salah satu organisasi yang tetap tenang, tidak ikut menujukkan kegaduhan. Apakah ini tanda-tanda organisasi yang didirikan KH Ahmad Dahlan ini sudah mulai alergi politik?

hidayatullah.com secara khusus mewawancari Sekretaris Umum Muhamamdiyah, Dr Abdul Mu’ti, Senin (13/08/2018). Inilah petikannya.

Muhammadiyah kelihatannya diam-diam saja di Pemilu kali ini, mengapa?

Sesuai dengan khittah dan kepribadian, Muhammadiyah adalah gerakan dakwah Islam yang bergerak dalam bidang sosial, keagamaan, ekonomi, pendidikan, dan kebudayaan. Muhammadiyah tidak bergerak dalam wilayah politik kepartaian yang berorientasi jabatan dan kekuasaan.

Muhammadiyah memahami bahwa sesuai UUD 1945, pencalonan presiden dan wakil presiden merupakan wewenang partai politik. Muhammadiyah tidak hendak memasuki wilayah yang bukan bidang dan kewenangannya.

Baca Juga

Pengamat Politik Internasional UI Sofwan Al-Banna Menampik Adanya Hubungan Kuat Hamas dengan Syiah
Kisah Hafizh Belajar Menghafal Qur’an: “Pahitnya” Bambu, Manisnya Pisang Goreng [2]
Kisah Hafizh Belajar Menghafal: Al-Qur’an Dieja Pakai Bahasa Latin [1]
Sinyo Egie, Pendiri Peduli Sahabat:  Pelaku LGBT Harus Punya Niat dan Keinginan Sembuh
Kisah Ustadz Hasan Ibrahim Bergabung Hidayatullah: Masuk Hutan, Batalkan Kuliah Madinah

Diamnya Muhammadiyah bisa tidak dapat peran?

Dalam kehidupan keumatan dan kebangsaan terdapat berbagai bidang yang merupakan wilayah Pemerintah, Masyarakat, dan Lembaga-lembaga Negara. Semuanya diatur sesuai Undang-undang dan norma-norma.

Sejak awal Muhammadiyah memilih mengambil peran kebangsaan melalui pelayanan sosial dan pemberdayaan. Peran tersebut tidak kalah penting dan sangat bermakna dibandingkan dengan kekuasaan dan jabatan politik.

Baca: Sekum Muhammadiyah: Politik untuk Kepentingan Agama itu Penting 

Slogan Muhammadiyah adalah sedikit bicara, banyak bekerja. Muhammadiyah ingin lebih banyak memberi, bukan meminta. Memang tidak selalu mudah. Tetapi dengan visi yang kuat dan kemandirian, Muhammadiyah tetap memiliki peran dan pengaruh di masyarakat tanpa harus berkuasa.

Muhammadiyah tidak berebut peran dalam politik praktis, apa anti politik?

Politik merupakan salah satu sarana dakwah yang penting. Muhammadiyah memilih pendekatan high politic yang mengedepankan nilai, norma,  substansi, dan keadaban. Politik praktis dan politik kepartaian bukan bidang garap dan amal usaha Muhammadiyah.

Muhammadiyah tidak anti partai politik. Tapi warga Muhammadiyah yang memiliki kemampuan berpolitik diberikan kesempatan bahkan didorong untuk bisa berkiprah dan berdakwah melalui partai politik. Dalam hubungan dengan partai politik, Muhammadiyah membangun hubungan yang proporsional berdasarkan kesamaan visi untuk kepentingan dan kemajuan umat dan bangsa. Hubungan tersebut tidak bersifat formal, tetapi lebih merupakan sinergi sesuai kedudukan dan  kewenangan masing-masing. Muhammadiyah tidak akan melakukan langkah politik  melampaui kewenangan partai politik.

Baca: Muhammadiyah: Kontestasi Politik Tak Perlu Ciptakan Permusuhan

Muhammadiyah memiliki jamaah besar dan punya andil dalam sejarah. Bagaimana cara Muhammadiyah agar tak merasa ditinggal?

Muhammadiyah senantiasa berusaha menjaga khittah, kepribadian, dan persatuan. Muhammadiyah senantiasa menjaga soliditas gerakan dan solidaritas kemanusiaan.

Dalam kaitan dengan politik, Muhammadiyah memberikan kesempatan dan kebebasan kepada anggotanya untuk aktif dalam berbagai partai politik dan berbagai lembaga profesi.  Muhammadiyah sebagai Organisasi tidak kemana-mana, tetapi bisa berada dimana-mana. Peran politik Muhammadiyah dilakukan melalui para kadernya.

Bagaimana Muhammadiyah memandang politik?

Dalam pandangan Muhammadiyah, politik baik sebagai institusi, proses, maupun perilaku merupakan sesuatu yang mulia. Politik merupakan lembaga yang sangat penting dalam penyelenggaraan negara dan pemerintahan.

Jika dilandasi oleh akhlak dan niat yang tulus untuk melayani masyarakat, politik merupakan sarana utama dalam membangun peradaban bangsa. Politik terkesan kotor dan jahat karena motivasi dan pelaksanaannya sangat berorientasi pada kekuasaan. Politik identik dengan kecurangan dan keculasan.

Bagi Muhammadiyah politik adalah bagian dari dakwah dalam ranah kenegaraan. Di dalam berpolitik hendaknya senantiasa dilandasi oleh akhlak al karimah. Para politisi hendaknya menjaga amanah dan menjadikan politik sebagai sarana meraih kemuliaan.* >>> Bersambung

Muhammadiyah tak punya penilaian terhadap Jokowi….

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Ahmad Dahlanhigh politicindonesiaMuhammadiyahpemiluPilpres 2019politik
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya PM ‘Israel’ Marah Dibandingkan dengan Nazi Hitler
Tulisan selanjutnya “Muhammadiyah Ingin Lebih banyak Memberi, bukan Meminta” [2]

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal

Berita
31 Mei 2026 05:00
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

Wawancara

Pakar Anti Feminisme Dr Norsaleha Mohd Salleh: Liberalisme dan Feminisme Itu Satu Paket

24 Juli 2021 17:03
baitul maqdis
Wawancara

Dr. Khalid el-Awaisi: “Kini Banyak Orang Islam Berhati Zionis”

11 Juni 2021 09:55
Masjid Al-Aqsha
Wawancara

Akademisi Gaza: “Dihujani Berton-ton Bom, Kami akan Tetap Bersandar pada Allah untuk Perjuangkan Masjid Al-Aqsha”

22 Mei 2021 10:45
Wawancara

Ahmad Sarwat: Salafi Termasuk Ahlus-Sunnah wal-Jama’ah

15 April 2021 11:06
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?