Hidayatullah.com–Di sebuah wilayah pertokoan terpencil di Bukit Beruntung, Selangor, tersembunyi dari pandangan mata, terdapat markas seorang ‘super hero’.
Anda mungkin tidak mengira ruko berlantai dua itu merupakan tempat penampungan kucing. Di tempat itu hidup 80 kucing, serta pemilik rumah dan penyelamat mereka, sang ‘manusia kucing’
Dia adalah Mohd Rohizan Ramli (38 tahun), seorang pria yang sangat mencintai kucing. Hal tersebut dimulai secara perlahan, ujarnya pada Malaysiakini.
Dia telah mengadopsi kucing jalanan selama tujuh tahun terakhir, meskipun tahun lalu, dia mendapat dorongan untuk membantu lebih banyak kucing.
Hal tersebut membuat dia mencapai titik di mana dia harus berhenti dari pekerjaannya sebagai penulis naskah sehingga dia dapat mendedikasikan seluruh energinya untuk merawat para kucing.
“Ketika pertama kali aku berhenti bekerja rasanya sangat sulit. Tetapi aku tetap mempertahankan tekadku, karena aku kasihan pada mereka. Aku tidak punya hati untuk mengabaikan mereka.
“Ketika aku masih bekerja, aku tidak mempunyai waktu untuk merawat kucing-kucing, dan beberapa dari mereka mati karena hal itu,” Rohizan melanjutkan.
Dikelilingi oleh teman-teman kucingnya, dia mengatakan bahwa kucing-kucing yang dia adopsi merupakan kucing-kucing yang kurus karena kelaparan, yang mempunyai penyakit, dan anak kucing yang tidak memiliki induk.
Tiga puluh dari 80 kucing itu saat ini mempunyai penyakit, termasuk kucing-kucing yang lumpuh karena kecelakaan atau yang memiliki rupa yang buruk.
“Beberapa dari mereka dalam keadaan sangat kurus saat pertama kali aku temukan, tetapi sekarang mereka sudah gemuk,” dia mengatakan dengan wajah berseri-seri.
Dia mempunyai cara unik dalam menamai kucing-kucing yang tinggal bersamanya.
“Beberapa dari kucing yang sakit belum memiliki nama, tetapi aku ingat nama-nama dari hampir 60 kucing.
“Aku menamai kucing-kucing ini berdasarkan tempat. Ali mendapat nama itu karena aku mendapatkan dia dari toko seorang bernama Ali Maju, Tes mendapat nama itu karena aku menemukannya di dekat Tesco,” Rohizan mengatakan.
Bagi dia, kucing-kucing itu merupakan anaknya. Dia hidup dengan mereka, dan mendedikasikan seluruh hidupnya bagi mereka.
Bahkan kemampuan menulisnya saat ini ia gunakan untuk mereka.
“Aku melakukan segala jenis pekerjaan karena terkadang biaya untuk merawat seekor kucing yang sakit dapat sangat mahal. Dapat mencapai 5.000 Ringgit Malaysia (sekitar Rp. 17 juta).
“Jadi aku melayani rias kucing, dan perawatan harian. Aku menjual barang, dan saat ini aku baru saja memulai untuk menulis buku,” jelas mantan penulis naskah tersebut.
Hal itu merupakan sebuah gaya hidup yang mahal bagi seorang pria yang tidak mempunyai pekerjaan, aku Rohizan, meskipun dia menerima bantuan, tetapi dengan satu syarat.
“Aku biasanya meminta mereka yang ingin memberi bantuan untuk datang sendiri ke tempat ini, sebelum mereka menyumbang. Supaya mereka melihat seperti apa tempat ini,” kata dia.
Bagi mereka yang tertarik untuk mengulurkan tangan, Anda dapat mengunjungi KUTIP di halaman Facebook Janjira.*/Nashirul Haq AR