Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Feature

Umar Mukhtar “Sang Panglima”: Menderita Penyakit Langka, Galang Dana Atasi Corona

Muhammad Abdus Syakur
Terakhir diupdate: 17 April 2020 16:22 4:22 pm
Muhammad Abdus Syakur
Dipublikasikan 17 April 2020 16:22
Bagikan
Gambar lukisan Umar Mukhtar, penderita Mukopolisakaridosis, yang dilelang untuk galang dana di tengah pandemi Covid-19.
Bagikan

Hidayatullah.com | UMAR Mukhtar. Mengingat nama ini akan membuat sebagian orang mungkin terbayang sosok pahlawan revolusi pertama Libya.

Omar Mukhtar melancarkan perang gerilya selama 20 tahun melawan kolonial Italia. Hingga akhirnya ia digantung mati oleh penjajah Italia. Omar Mukhtar dinobatkan sebagai pahlawan.

Hingga 89 tahun kemudian, mencuat nama Umar Mukhtar di Indonesia. Ia tak kalah heroik dengan pendahulunya.

Umar Mukhtar kali ini adalah seorang anak pengidap penyakit langka Mucopolysacaridosis (MPS). Sudah bertahun-tahun lamanya, Umar berjuang menghadapinya ujian yang dialaminya itu.

Menurut Joyo, ayah Umar, semenjak mendapatkan anugerah dalam diri Umar berikut penyakit langkanya, ia menyadari betapa berat perjuangan orang-orang di luar sana yang tengah kesulitan.

Baca Juga

10 Ribu Porsi Bakso untuk Ukhuwah di Muktamar NU
Kisah Mualaf Big Frank, Influencer Penuh Tato asal Inggris
Pengangguran di China Lahirkan Industri Baru: Kantor untuk “Pura-pura Bekerja”
Tangis Perempuan Guangzhou: Ketika Pasar Jodoh China jadi Cermin Krisis Sosial
Dari Ateis jadi Muslim: Perjalanan Simon Wallgren Menemukan Cahaya Islam

“Saat Umar didiagnosa MPS, belum ada sepuluh orang yang mengidap penyakit ini di Indonesia. Umar sudah berjuang menghadapinya bertahun-tahun. Sejak itu kami merasakan perjuangan,” sebut Joyo dalam keterangan tertulis diterima hidayatullah.com pada Jumat (17/04/2020).

Baca: Corona Mewabah, Inilah Dakwah Tak Biasa

Mukopolisakaridosis, sebagaimana keterangan tersebut, merupakan kelainan genetik yang menyebabkan tubuh tidak bisa memproduksi protein khusus, bernama alpha-Liduronidase.

Penyakit langka ini bersifat kronis, progresif, serta memberikan penurunan dan mengancam kehidupan pasien.

Untuk MPS Tipe II ini, terjadi pada manusia dengan skala 1 : 100.000 kasus. Gejala umumnya yaitu kegagalan perkembangan beberapa organ tubuh, bentuk wajah yang khas, dan ketidaknormalan pada kerangka tubuh.

Biasanya, orang yang menderita penyakit ini, perutnya menjadi buncit karena kondisi limpa yang membesar. Gejala lainnya, seperti adanya rasa nyeri pada tulang dan sendi, cepat merasa letih, pendarahan dan mudah memar.

Kisah heroik Umar tak berhenti di sini. Di saat dirinya sedang berjuang atas segala kondisi yang dialaminya, ia dan keluarganya justru terketuk untuk turut membantu orang lain yang terdampak virus corona jenis baru (Covid-19).

Jamak dirasakan, hari ini semua orang sedang bergerak saling membantu menyetop dan mencegah penyebaran Covid-19 serta dampak ikutannya. Banyak orang berlomba-lomba memberikan bantuan dengan yang mereka punyai.

Meskipun sejatinya membutuhkan bantuan, namun Umar Mukhtar bersama ayahnya membuka keran donasi bagi perlawanan terhadap Covid-19.

Umar melelang lukisannya yang digarap pelukis Aceh, Nouman Hidayat. Disebutkan bahwa semua akumulasi hasil lelang akan diserahkan untuk penanganan Covid-19.

Menurut Joyo, total lelang lukisan Umar baru menyentuh Rp 4 juta. Di antara yang ikut dalam lelang ini yaitu Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Mardani Ali Sera.

Baca: Santriwati Penghafal Qur’an ini Yakini Ibadah Faktor Penyembuh Covid-19

Joyo bukanlah pihak yang berkecukupan. Ia saat ini berdagang apa saja yang dapat dijual, bekerja sama dengan teman-temannya yang punya produk.

Joyo merasakan betul, betapa sulitnya orang-orang yang kini terdampak Covid-19. Baik mereka yang berhadapan langsung, seperti pekerja medis, maupun yang terdampak karena kebijakan mengatasi virus asal China itu.

“Saya ingin berbagi inspirasi. Boleh jadi yang sekarang dialami teman-teman memang berat menghadapi corona. Tapi memang kita harus hadapi. Pengalaman mendampingi Umar bertahun-tahun dengan penyakitnya memberikan kekuatan tersendiri,” tuturnya.

Untuk diketahui, benurut keterangan biaya terapi untuk Umar Mukhtar sangat mahal, yaitu Rp 3 miliar untuk terapi selama enam bulan.

Umar pernah mendapat bantuan dana untuk terapi. Tetapi kini berhenti karena skema bantuan sudah habis dan keluarga tidak memiliki uang sebesar itu untuk menjalankan terapi.

Dalam salinan lukisan Umar Mukhtar yang dilelang tersebut, sebagaimana diperoleh hidayatullah.com, dibubuhkan tanda cinta khusus berupa tulisan:

“Ananda Umar Mukthar Sang Panglima ♥.”

Secara terpisah, Mardani Ali Sera mengapresiasi para pahlawan di garis terdepan dalam menghadapi Covid-19.

“Terimakasi jg utk pahlawan lainnya yakni mereka yg bersedekah kpd sesama, membantu mendistribusikan makanan utk yg membutuhkan, dan membantu memutus rantai penyebaran Covid-19 dgn #DiRumahAja. #PahlawanCovid19,” sebutnya dalam akun Instagram @mardanialisera baru-baru ini hidayatullah.com pada Jumat (17/04/2020).

Tampaknya, Ananda Umar Mukhtar patut pula disematkan sebagai pahlawan di tengah pandemi.*

Redaktur: Muhammad Abdus Syakur
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:covid-19Mardani Ali SeraOmar MukhtarpahlawanPKSUmar Mukhtarvirus corona
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Masjid Al-Aqsha Ditutup Selama Ramadhan karena Covid-19
Tulisan selanjutnya Berencana Tularkan Covid-19 ke Aparat Keamanan Dua Pria Tunisia Ditangkap

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September

Berita
31 Agustus 2026 20:47
Ratko Mladic Si Penjagal Bosnia Meninggal di Usia 84 Tahun
Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
600 Aktivis Wahdah Islamiyah Ikuti Standardisasi Dai MUI

Terbaru

  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
  • Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK

Mungkin Anda Juga Suka

Feature

Ketika Penghuni Muslim Terancam Ulah Tetangga

30 Juni 2026 16:15
Feature

Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026

30 Mei 2026 17:30
Feature

Karena Politik Penjaga Sapi, Peternak Menangis Pasar Sepi

27 Mei 2026 07:57
Feature

Niat Ajak Teman Kembali Kristen, Pemuda Ini Justru Temukan Hidayah dan Masuk Islam

30 April 2026 14:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?