Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Feature

Berkunjung ke Makam Imam Suyuti, Sang Punggawa Al-Qur’an Abad ke-8

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 25 Mei 2023 22:20 10:20 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 25 Mei 2023 21:55
Bagikan
Makam Imam Suyuti di Mesir
Bagikan

Imam as-Syuyuti dikenal aktif menulis buku hingga mendapat julukan Punggawa Al-Qur’an Abad ke-8, meski ini bukan satu-satunya julukan yang disematkan beliau

Hidayatullah.com | DI TENGAH terik matahari sore, selepas kuliah saya berkemas-kemas menuju makam salah satu ulama terkenal, Imam Jalaluddin As-Suyuthi (Imam Suyuthi). Rencana yang beberapa kali tertunda karena padatnya jadwal kuliah di semester kali ini.

Makam Imam Suyuthi hanya berjarak ± 3 km dari Universitas Al-Azhar, butuh belasan menit dengan berkendara bus, taksi atau rent car untuk menuju ke sana. Di samping juga letaknya yang sangat strategis, kurang lebih 50 meter dari Mahattah Sayyidah Aisyah.

Sesampainya di depan bangunan putih yang melindungi makam Imam Suyuthi, dan menghaturkan salam kepada ahli kubur, saya terhening beberapa menit. Mencoba menyibak kembali memoar sang imam yang kitabnya (Tafsir Jalalin) pernah saya kaji di hadapan kiai.

As-Suyuthi, seorang imam besar yang akrab di telinga para santri ini bernama lengkap Abdurrahman bin al-Kamal Abi Bakr bin Muhammad bin Sabiquddin bin al-Fakhr Utsman bin Nazhiruddin Muhammad bin Saifuddin Khidr bin Najmuddin Abi as-Shalah Ayyub bin Nashiruddin Muhammad Ibn Syaikh Humamuddin al-Khudhairi al-Assuyuthi.

Baca Juga

Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026
Karena Politik Penjaga Sapi, Peternak Menangis Pasar Sepi
Niat Ajak Teman Kembali Kristen, Pemuda Ini Justru Temukan Hidayah dan Masuk Islam
Jawad Pulang dengan Luka Siksaan ‘Israel’
Dapur Tak Pernah Padam: 224 Tahun Memberi Makan Fakir dan Musafir

Silsilah al-Khudhari yang dimilikinya ini merupakan silsilah keluarga di Baghdad. Nenek moyangnya (Hamamuddin) termasuk pengikut ahli hakikat dan juga salah satu guru Thariqah Sufiyyah.

As-Suyuthi lahir malam Ahad sesudah Maghrib, awal bulan Rajab tahun 849 H di Kairo. Ketika sang ayah tercinta masih hidup, As-Suyuthi kecil pernah dibawa kepada seorang syaikh yang bernama Muhammad al-Majdzub, seorang ulama besar yang tinggal di samping makam Sayyidah Nafisah.

Aktifitas keilmuan

Tanda-tanda kealiman beliau sudah tampak sejak umur 6 tahun. Ketika berusia kurang dari 8, beliau telah hafal Al-Quran, juga kitab al-‘Umdah, Minhaj, dan Alfiyah ibnu Malik.

Pada usia yang cukup muda, beliau telah mulai mengarang buku. Buku pertama yang menjadi buah karyanya adalah Syarh al-Istifadah wal Basmalah. Buku tersebut kemudian diperlihatkan pada gurunya, Syaikh Alamuddin al-Bulqini, dan sang guru pun bekenan menulis kata pengantar dalam kitab tersebut.

Dalam pengembaraan mencari ilmu, beliau pernah singgah di Syam, Hijaz, Yaman Hindia, Maroko, Dak Takrur. Ketika melaksanakan ibadah haji beliau mengharap berkah dengan minum air zam-zam dengan tujuan bisa seperti Imam Sirajuddin al-Bulqini yang alim dalam bidang fiqih dan Imam Ibnu Hajar dalam bidang hadis.

Dengan kapasitas keilmuannya, Imam Suyuthi telah menghasilkan buah karya yang sangat banyak, mencapai 600 atau lebih karya tulis. Beberapa karangan yang terkenal adalah bidang tafsir dan ilmu tafsir seperti Tafsir Jalain, al-Itqan, Lubab an-Nuqul, dll.

Karena itulah beliau mendapat julukan Punggawa Al-Qur’an abad ke-8, meski ini bukan satu-satunya julukan yang disematkan beliau.

Dalam pengusaan ilmu, beliau mengelompokkanya dalam beberapa kelompok. Pertama, adalah kelompok ilmu-ilmu yang paling beliau kuasai. Kedua, ilmu-ilmu yang kadar pengusaan beliau di bawah kelompok pertama.

Sedang ketiga, ilmu-ilmu dengan kadar penguasaan yang di bawah kelompok kedua, begitu seterusnya.

Adapun kelompok pertama ada tujuh ilmu yaitu ilmu tafsir, hadis, fiqih, nahwu, ma’ani, bayan dan badi’. Kelompok kedua ilmu ushul fiqh, ilmu jadal dan tasrif.

Kelompok ketiga ilmu insya’ tarassul dan ilmu faraidl. Kelompok keempat ilmu qira’at dan kelompok kelima ilmu kedokteran.

Untuk ilmu hisab, beliau menganggap yang paling sulit dikuasai. Demikian sulitnya ilmu tersebut diibaratkan sepeti memikul gunung.

Namun demikian, hal ini tidak mengurangi kapasitas keilmuan beliau karena begitu banyaknya ilmu selain ilmu hisab yang beliau kuasai. Maka sangat layak beliau mampu melaksanakan ijtihad, karena memang telah memiliki perangkat dalam berijtihad.

Termasuk keistimewaan Imam Suyuthi adalah semasa hidupnya, beliau juga termasuk ulama yang pernah menyaksikan Rasulullah ﷺ sebanyak lebih dari 70 kali dalam keadaan jaga sebagaimana pengakuan beliau dalam kitabnya Tanwir al-Hawalik.

Wafat di hari yang mulia

Salah satu pertanda matinya seseorang dalam keadaan khusnul khatimah adalah hari/malam Jumat. Itu pula yang teralami oleh Imam Suyuthi.

Beliau meninggal pada malam Jumat tanggal 19 Jumadal Ula tahun 911 H dengan usia 61 tahun di sini, di Khusy Qusun di luar pintu Qarafah, Kairo, jasad mulianya disemayamkan.

Makam Imam Suyuti tertaknya berdekatan dengan makam Imam Syafi’i dan Imam Waqi’ (guru Imam Syafi’i). Dan makamnya pun selalu tertutup, tidak bisa masuk ke dalam, kecuali dengan menghubungi juru kunci.

Sayangnya, makam Imam Suyuthi tidak begitu dikenal para peziarah, bahkan ketika bertanya kepada penduduk Mesir, kebanyakan dari mereka tidak mengerti tepatnya.

Tapi bagaimanapun, semua itu tidak menghalangi niat penulis untuk berziarah ke makam beliau, saat ini dan seterusnya, InsyaAllah. Semoga kita dikumpulkan bersama sang imam, juga bersama para salaf as-shalihin kelak di hari pembalasan. Amin.*/Abdullah

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:HeadlineImam Suyutimakam imam suyutiMesirPilihan Redaksi
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Ketua Umum PBNU Melarang Identitas NU Digunakan untuk Tujuan Politik
Tulisan selanjutnya Turki Mengupayakan Pemulangan Imigran Suriah Secara Permanen dan Terencana ke Rumah Mereka

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah

Berita
4 Juni 2026 21:20
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center

Terbaru

  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

Mungkin Anda Juga Suka

Feature

Buka Bersama di Dam Square: Tikar Persaudaraan di Jantung Amsterdam

15 Maret 2026 16:19
Feature

South Lakes Islamic Centre Sambut Ramadhan dengan Buka Pintu bagi Jamaah dan Warga Non-Muslim

27 Februari 2026 07:00
Cermin

Karāmah yang Tidak Pernah Diminta

3 Januari 2026 19:57
Feature

Mas Jazir: Dari Romo Mangun Sampai Masjidil Aqsha (bagian kedua)

26 Desember 2025 17:50
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?