Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Feature

Aktivis Gereja Bercita-cita Jadi Biarawati Endingnya Masuk Islam

Bambang S
Terakhir diupdate: 5 Juni 2025 15:43 3:43 pm
Bambang S
Dipublikasikan 5 Juni 2025 15:43
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com – Begitu buruknya pandangan Maria Anastasia kepada Islam. Nabinya tukang kawin, Tuhannya tuli, ibadahnya teriak-teriak. Begitulah Islam di mata Maria. “Makanya saya benci Islam. Mendengar azan dada saya terasa sesak,” katanya. Itu dulu, sebelum ia masuk Islam. Bagaimana mungkin orang yang begitu benci pada Islam justru masuk Islam? Menyamar? Panjang ceritanya.

Maria lahir dan dibesarkan dari keluarga Katolik di Yogyakarta. Semua keluarganya penganut Katolik taat. Bahkan ayahnya adalah salah seorang tokoh di gereja. “Ayah menggantikan memimpin missa jika Romo berhalangan,” kata Maria menjelaskan peran ayahnya. Seluruh pendidikannya ditempuh di sekolah Katolik, mulai dari TK hingga perguruan tinggi. “Saat kuliah saya mendapat beasiswa,” katanya.

Tak heran juga kemudian Maria menjadi aktivis gereja. Hari-harinya tak lepas dari gereja. “Pulang sekolah saya ke gereja. Entah itu sekedar main atau ikut bantu-bantu di dapur,” katanya. Ia merasa nyaman di gereja. Tak heran jika kemudian ia menjadi ketua pemuda gereja. Pernah juga bergabung dengan laskar Kristus.

Anehnya, sebagai aktivis gereja ternyata ia menyimpan kekhawatiran yang mendalam. Kekhawatiran itu menyangkut doktrin fundamental dalam ajaran Katolik, juga Kristen. Yaitu siapa percaya Yesus sebagai juru selamat dijamin masuk surga. “Apa benar begitu, saya tak terlalu percaya,” kata Maria meragukan doktrin itu. “Kalau pendosa dan orang baik sama-sama dijamin masuk surga karena yakin Yesus juru selamat, rasanya itu tidak adil,” jelas Maria kemudian.

Untuk menutupi kekhawatiran itu terbersit dalam pikiran Maria menjadi suster atau biarawati. “Suster itu istri Tuhan dijamin masuk surga,” kata Maria saat wawancara untuk channel Hidayatullah Mualaf di sebuah masjid dekat rumahnya di Yogyakarta, pertengahan Mei lalu. Seorang suster harus hidup selibat (tidak menikah), waktu sepenuhnya untuk melayani Tuhan. Maria sudah siap untuk itu semua. Ia pun sudah berada lembaga kesusteran di Semarang.

Baca Juga

10 Ribu Porsi Bakso untuk Ukhuwah di Muktamar NU
Kisah Mualaf Big Frank, Influencer Penuh Tato asal Inggris
Pengangguran di China Lahirkan Industri Baru: Kantor untuk “Pura-pura Bekerja”
Tangis Perempuan Guangzhou: Ketika Pasar Jodoh China jadi Cermin Krisis Sosial
Dari Ateis jadi Muslim: Perjalanan Simon Wallgren Menemukan Cahaya Islam

Endingnya, bukan menjadi suster justru Maria kemudian masuk Islam. Sebuah buku kecil telah mengguncang keimanan Katoliknya. Perjalanan mencari kebenaran pun dimulai Maria. Kisah spiritual yang sangat menarik dan mendebarkan.*

Redaktur: Bambang S
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:kisah mualafmualaf indonesia
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Trump Tangguhkan Visa Bagi Mahasiswa Asing yang akan Kuliah di Harvard
Tulisan selanjutnya Angka Kelahiran Jepang tahun 2024 Kurang dari 700.000, Terendah Sejak 1899

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Genosida Rwanda: Pengadilan Belanda Penjarakan Seorang Tersangka Seumur Hidup

Berita
29 Agustus 2026 09:56
Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK
Sering Rugikan Pabrik Senjata ‘Israel’, Palestine Action Ditetapkan AS sebagai “Kelompok Teroris”
Suriah Angkat Pemimpin YPG Jadi Penasihat Kepresidenan
Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal

Terbaru

  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
  • Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK

Mungkin Anda Juga Suka

Feature

Ketika Penghuni Muslim Terancam Ulah Tetangga

30 Juni 2026 16:15
Feature

Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026

30 Mei 2026 17:30
Feature

Karena Politik Penjaga Sapi, Peternak Menangis Pasar Sepi

27 Mei 2026 07:57
Feature

Niat Ajak Teman Kembali Kristen, Pemuda Ini Justru Temukan Hidayah dan Masuk Islam

30 April 2026 14:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?