Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Feature

Missionaris Amerika Mengkaji Ulang Kitab Sucinya, Hasilnya Malah Masuk Islam

Gegara pertanyaan teman, missionaris ini membaca Injil berulang-ulang. Bukan tambah yakin, imannya malah goyang. Mengapa akhirnya ia pindah ke Islam dan pertanyaan macam apa yang membuat ia mengkaji ulang kitab sucinya?

Bambang S
Terakhir diupdate: 6 Agustus 2025 19:19 7:19 pm
Bambang S
Dipublikasikan 6 Agustus 2025 19:19
Bagikan
Missionaris Amerika Mengkaji Ulang Kitab Sucinya, Hasilnya Malah Masuk Islam
Bagikan

Hidayatullah.com – Yusha Evans adalah seorang misionaris muda. Suatu ketika ia kedatangan seorang teman bernama Benjamin. Ia tak pernah menyangka, sebuah pertanyaan tak terduga yang dilontarkan temannya menjadi titik awal iman Kristennya goyah. ‘’Apakah kau pernah membaca seluruh isi Bibel?’’ tanya Benjamin tiba-tiba. ‘’Hei, apa maksudmu kawan?” tukas Yusha, “Saya ini seorang misionaris dan bagaimana mungkin kau bertanya seperti itu padaku?’’

Benjamin menjawab, ‘’Apakah kau pernah membaca Bibel seperti membaca sebuah novel mengetahui tokoh-tokoh yang ada di dalamnya, mengetahui plot dan tahu seluruh detail isinya?’’

Yusha mengaku tak pernah membaca Bibel dengan cara itu. Lalu Benjamin menantangnya untuk membaca kembali Bibel dari awal hingga akhir. Dia memintanya untuk membaca Bibel selama beberapa bulan dan tidak menyentuh buku lain, kecuali Bibel.

Maka mulailah Yusha membaca Bibel dari awal. Ia sangat tertarik dengan kisah para nabi. Dalam Bibel dikisahkan bahwa Nabi Nuh menyampaikan wahyu Allah, tapi tidak ada satupun umatnya yang mengikuti seruannya.

Lalu Allah menghukum umat Nabi Nuh dengan mendatangkan banjir besar. Hanya Nabi Nuh serta orang-orang yang naik ke kapal saja yang selamat. Setelah banjir, Nabi Nuh meminum anggur dan keluar dalam keadaan mabuk.

Baca Juga

10 Ribu Porsi Bakso untuk Ukhuwah di Muktamar NU
Kisah Mualaf Big Frank, Influencer Penuh Tato asal Inggris
Pengangguran di China Lahirkan Industri Baru: Kantor untuk “Pura-pura Bekerja”
Tangis Perempuan Guangzhou: Ketika Pasar Jodoh China jadi Cermin Krisis Sosial
Dari Ateis jadi Muslim: Perjalanan Simon Wallgren Menemukan Cahaya Islam

Yusha mengaku sangat heran, mengapa Nuh seorang utusan Tuhan bisa bersikap seperti itu. ‘’Tidak mungkin seorang nabi mabuk,” katanya. Yusha kembali melanjutkan bacaannya.

Semakin dalam membaca, kian banyak ia menemukan kesenjangan dalam Bibel. Beberapa kisah nabi yang dibacanya justru tak mencerminkan nabi itu sebagai utusan Tuhan.

Mereka malah seperti pelaku kriminal, yang justru dicari-cari polisi. Ia pun amat penasaran. Yusha lalu bertanya kepada pendeta di gereja tempat melakukan misa.

Namun Yusha tidak mendapatkan jawaban yang memuaskan. Para pendeta yang ditemuinya mengatakan, ‘’Janganlah ilmu pengetahuan yang sedikit mempengaruhi keyakinanmu terhadap Yesus.’’

Yusha diminta agar tidak perlu mempelajari segala hal. Cukup percaya saja pada apa yang diajarkan.

Sejumlah pendeta bahkan memintanya agar tidak membaca Perjanjian Lama. Sebab kitab tersebut sudah tidak lagi terpakai. Mereka memintanya untuk membaca Perjanjian Baru. Di dalam Perjanjian Baru, Yusha menemukan sebuah ayat yang menyebut Yesus berkata Tuhan itu satu. Ayat tersebut adalah Markus 12:29, yang berbunyi, “Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa.”

Ia juga menemukan ayat yang menyebutkan Yesus memerintahkan untuk menyembah satu Tuhan. Perintah tersebut ada di surat Matius 4:10 dan Lukas 4:8, di mana Yesus berkata, “Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!” Namun faktanya, kata Yusha, mengapa para pendeta menyuruh menyembah Trinitas.

Rasa penasaran Yusha semakin menggebu. Ia pun mempertanyakan penyaliban Yesus. Dalam ajaran yang ia terima, Yesus dipaku pada bagian tangannya. Dalam hatinya muncul kegamangan. Menurut Yusha hal tersebut sangatlah konyol. Seseorang yang telapak tangannya dipaku tidak akan bertahan lama di atas tiang. Ia pun menyampaikan pendapatnya itu kepada para pendeta.

Alih-alih mendapatkan jawaban, ia justru dilarang berkhutbah di gerejanya. Yusha tentu saja kecewa, namun ada yang membuatnya lebih kecewa.

‘’Aku,” kata Yusha, “telah membaca Bibel berulang kali. Bibel pun sudah dicetak berulang kali, namun selalu masih saja ada salah penulisan. Padahal, Tuhan itu sempurna. Kitab ciptaannya haruslah sempurna pula.’’

Sejak hari itu, Yusha melepas Kristen sebagai agama yang diyakininya. Ia memilih untuk mencari agama lain. Lantas, mengapa ia memilih Islam, bukan agama lain?

Jawabannya ada di video di bawah ini:

Redaktur: Bambang S
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:dakwah IslamHeadlinekisah mualafmasuk islammisionarismualafmualaf dunia
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Demo Anti-Genosida Gaza Memanas, ‘Israel’ Evakuasi Diplomat dari Yunani
Tulisan selanjutnya Mengaku Gangguan Jiwa, Pria Turki Nekat Coba Bakar Masjid Hagia Sophia

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pelacur Thailand akan Kedatangan Pelanggan Potensial 5 Ribu Tentara Amerika

Berita
31 Agustus 2026 19:36
Board of Peace Sebut Hamas dan Kelompok Perlawanan Palestina Lain Setuju Serahkan Senjata
Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September

Terbaru

  • Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air
  • Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat
  • 70 Guru Palestina Tak Diberi Izin, Seluruh Sekolah Kristen di Yerusalem Hentikan Pembelajaran
  • Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas
  • Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap
  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang

Mungkin Anda Juga Suka

Feature

Ketika Penghuni Muslim Terancam Ulah Tetangga

30 Juni 2026 16:15
Feature

Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026

30 Mei 2026 17:30
Feature

Karena Politik Penjaga Sapi, Peternak Menangis Pasar Sepi

27 Mei 2026 07:57
Feature

Niat Ajak Teman Kembali Kristen, Pemuda Ini Justru Temukan Hidayah dan Masuk Islam

30 April 2026 14:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?