Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Cermin

Hidup yang Berarti Kutempuh di atas Kaki yang Lumpuh

Ahmad
Terakhir diupdate: 20 November 2016 19:06 7:06 pm
Ahmad
Dipublikasikan 20 November 2016 19:00
Bagikan
Suwito.
Bagikan

HIDUP adalah pilihan, demikian pepatah mengatakan. Mau jadi “kerang mutiara” atau “kerang rebus”, juga pribadi masing-masing yang menentukan.

Begitulah gambaran hidup manusia, selalu ada pilihan. Dan Suwito (31 tahun), memilih hidup yang lebih berarti.

Warga Desa Sumbersari, Kecamatan Winong, Kabupaten Pati, Jawa Tengah ini merupakan penderita sakit lumpuh pada kedua kakinya. Tapi kini ia bisa menikmati hidup lebih mulia.

Derita yang dialami Suwito bermula dari insiden kecelakaan yang menimpanya. Saat itu ia sedang mengendarai sepeda motor dari Pati menuju Semarang, hendak malamar kerja ke salah satu perusahaan.

Kelumpuhan Sembuh Saat Wudhu

Sesampainya di perbatasan Kabupaten Demak-Semarang, kecelakaan tak bisa ia hindari. Sebuah truk dengan muatan pasir hitam datang berlawanan arah dalam keadaan oleng lalu menimpanya. Syukurnya, Suwito masih diberi kesempatan hidup dengan kondisi kaki tidak bisa berjalan.

Baca Juga

Karāmah yang Tidak Pernah Diminta
Kisah ODGJ Berbagi Makanan
Saat Suami Jadi ‘Pusat’ Perhatian karena Urus Bayi Sendirian
Kehilangan Uang yang Bikin Ketagihan…
Pondok Gontor Putri, Al Hamra, dan Hagia Sophia

“Saya bersyukur masih diberi kesempatan hidup oleh Allah dan ingin menjadi manusia baik yang bermanfaat,” ujar pria yang putri satu-satunya kini dirawat oleh kakek dan neneknya. Istrinya sudah meninggal sejak putrinya baru lahir.

Dalam keterbatasan fisik, pria kelahiran 19 Mei 1985 itu memiliki keberanian untuk hijrah dan mengubah hidupnya menjadi lebih bermakna.

Melalui ikhtiar dan keinginan kerasnya, Suwito kini beraktivitas menjadi penjaga toko buku dan kitab di Yayasan Griya Qur’an Pati, Jawa Tengah.

“Saya ingin hidup bisa memberi, meski keadaan saya seperti ini (lumpuh. Red),” ungkapnya.

Dua Sahabat Berbagi Sepatu dan Hidup di Gaza

“Yang Penting Halal”

Awalnya, Suwito tinggal di Semarang bersama sahabatnya. Namun karena keterbatasan waktu dan tenaga sahabatnya, akhirnya ia mencari alternatif kegiatan.

Ia pun mencoba menghubungi salah satu lembaga amil zakat nasional (laznas) untuk diberi kesempatan berperan dan beraktivitas.

“Kesibukan apa saja yang penting halal,” ujarnya kepada pengurus laznas tersebut.

Suwito di atas kursi roda. [Foto: Ikhwan]
Suwito di atas kursi roda. [Foto: Ikhwan]
Saat itu Suwito tidak beraktivitas sama sekali, karena tidak ada orang yang percaya dengan pekerjaan orang berkebutuhan khusus seperti dia.

Namun, Alhamdulillah, harapan Suwito kepada lembaga itu begitu direspon.

Pesan dari Makkah untuk Pemilik Kaki Sempurna

“Kami juga kaget ketika menerima telepon dari bapak ini, katanya minta bantuan dalam kondisi tidak bisa berjalan dan (kami) sempat bingung juga. Akhirnya kami temui dan kami sarankan untuk bergabung di Griya Qur’an,” ujar Muslim GM BMH Perwakilan Jawa Tengah kepada hidayatullah.com.

Akhirnya, dengan semangat pantang menyerah, Suwito pun bekerja sambil belajar mengaji di Pesantren Griya Qur’an. Selain itu, ia juga belajar menghafal al-Qur’an surat-surat pendek saat selesai bekerja.

Subhanallah, keterbatasan bukan sebuah alasan untuk berkarya dan belajar agama. Semangat dan spirit Suwito inilah yang perlu dijadikan cambuk untuk lebih gigih dalam bekerja memberikan nafkah dan keluarga.

Syeikh Ammar Bugis: Cacat Sebenarnya Bukan pada Jasad

Untuk diketahui, Toko Buku dan Kitab Yayasan Griya Qur’an merupakan salah satu unit usaha dari pesantren binaan BMH di Pati Jawa Tengah.

Unit usaha itu setidaknya bisa menyuplai kebutuhan belajar mengajar peserta didik, serta menjadi penopang kebutuhan santri dengan jumlah tak kurang dari 50 anak.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:disabilitashidup yang berartikaki cacatKecelakaankehidupankesabaranlumpuhmentalpenyandang cacatpilihan hidupsabarSemangat
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Amnesty: Iran Eksekusi Pria Sunni Setelah Dipaksa Lakukan Pengakuan
Tulisan selanjutnya Ini Pandangan LPA Indonesia dalam Menakar Keberhasilan Perlindungan Anak

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

vape covid
Berita

Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram

Berita
31 Mei 2026 02:22
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Cermin

“Nak, Ustadzah Boleh Peluk?”

2 Juli 2022 09:40
Cermin

Cerita Almarhum Pendiri Hidayatullah Kepingin Berjumpa Ramadhan Tahun Ini…

17 Februari 2022 07:59
Cermin

Ketika Nikmat Shalat Berjamaah Itu Terhalangi, Begini Pengakuan Sang Dai…

3 Januari 2022 05:00
Cermin

Bantuan Allah itu Datang Tengah Malam Persis Sesuai yang Dibutuhkan

27 Desember 2021 15:45
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?