Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Kisah & Perjalanan

Pintu Khusus TKI di Malaysia

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 7 Februari 2012 08:21 8:21 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 7 Februari 2012 08:21
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Malaysia lebih makmur ketimbang Indonesia. Tak perlu data jelimet untuk membuktikan. Dari lapangan udara saja sudah kelihatan. Di Bendara Soekarno Hatta Jakarta nampak gubuk-gubuk di sebelah landasan pacu. Beda dengan Bandara Internasional Kualalumpur. Dari atas nampak hijau. Makin dekat makin kelihatan bahwa hijau itu kebun sawit, sumber devisa yang melimpah bagi Malaysia. Dan sepertinya bandara ini memang berada di tengah-tengah kebun sawit.

Begitu masuk ruang bandara serasa berada di mall mewah. Bukan saja dingin dan lantainya mewah, tapi juga tersedia berbagai toko yang menjajakan macam-macam barang. Di ujung tempat belanja tersebut, terlihat hutan kecil. Hutan jati itu berada di luar dinding kaca. Kalau melihat ke arah hutan itu, ruangan bandara seperti berada di tengah hutan.

Selain hutan, ada pula kereta api. Setiap penumpang yang hendak mengambil bagasi atau keluar ruangan bandara mesti naik kereta api. Gratis. Sekitar lima menit perjalanan sampailah di pintu imigrasi. Di sediakan sepuluh lebih loket tempat ceking paspor.

Tapi saya tertarik dengan ruangan sebelah. Saya pernah dengar ada pintu tersendiri untuk para TKI. Ternyata benar. Mungkin ada seratus lebih calon TKI. Semuanya laki-laki.

Dilihat dari orang dan cara berpakaiannya, mereka kelihatannya dari desa. Berkulit hitam kusam dan berseragam kaos yang kusam pula. Mereka lalu disuruh duduk di lantai.

Baca Juga

Ketua Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia mengunjungi Palestina dan Masjidil Aqsha
Keadaan Masjidil Aqsha dan Rakyat Palestina di Bawah Penjajahan Israel
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [2]
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [1]
Manis Asin Bisnis Si Kental Hitam
Syiarkan Tilawah al-Quran, Mahasiswa STAIL Selenggarakan “Touring Quran”

Sementara beberapa orang berdiri. Mereka inilah yang saya lihat memberi perintah sana sini. Saya sempat membaca tulisan yang ada di kaus para calon TKI: nama sebuah PT dan asal daerahnya, Lombok, NTB.

Mudah-mudahan saat pulang ke Indonesia nanti, mereka membawa ringgit yang cukup untuk anak dan istrinya yang telah setia menunggunya. Amien

Kemakmuran Malaysia juga terlihat di jalan-jalan. Hampir semua jalan di Kualalumpur mulus dan lancar. Ada memang kemacetan, tapi hanya di beberapa titik. Itupun tak seberapa, tidak separah Jakarta.

Bedanya lagi, kalau di Jakarta dan kota-kota lain di Indonesia, yang menjadi raja jalanan adalah sepeda motor karena saking banyaknya, di Malaysia justru mobil yang menjadi rajanya. Sepeda motor hanya ada satu dua. Bukannya tidak boleh, melainkan mereka lebih suka bawa mobil. Maklum, hampir setiap keluarga punya mobil.

Menariknya lagi, di antara mobil-mobil yang berseliweran di jalan banyak yang buatan dalam negeri sendiri. Malaysia cukup sukses dengan program mobnasnya (mobil nasional).

Tidak seperti di Indonesia, yang tak pernah serius bikin mobnas. Padahal sumber daya ada dan pasarnya juga sangat besar.

Di Malaysia, ada dua merek yang terkenal, yaitu Perodua dan Proton. Mobil rakitan dua pabarik itulah yang beredar di jalan, sama banyaknya dengan mobil buatan Jepang dan Eropa. Terutama Perodua lebih disukai rakyat negeri jiran. Tampilan mobilnya mirip Avanza dan Xenia, tapi sedikit lebih kecil. Hanya cukup untuk empat orang.

“Dengan uang Rp 90 juta kita sudah bisa menikmati mobil baru,” kata Ustad Miftahuddin Kamil yang sudah lama tinggal di Malaysia.

Kapan ya kita bisa menikmati mobil karya bangsanya sendiri?

Pemerintah Malaysia, setidaknya di Kualalumpur, sudah berhasil menciptakan angkutan umum yang nyaman dan murah. Bis dan kereta api yang menjadi angkutan dalam kota. Tentu juga taksi.

Semua bis full AC. Sopirnya sopan-sopan, tidak ugal-ugalan kayak sopir metro mini di Jakarta. */Bambang S

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Air Susu Ibu Terbukti Kuatkan Paru-Paru
Tulisan selanjutnya Kebijakan Obama Dipandu Ajaran Yesus

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris

Berita
31 Mei 2026 04:41
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Kisah & Perjalanan

Aksara Jawi yang Masih Bertahan di Brunei Darussalam

21 Desember 2022 09:45
FeatureKisah & Perjalanan

Mendulang Rezeki dari Budi Daya Rumput Laut di Desa Kupang

10 Desember 2022 23:18
Kisah & Perjalanan

Piala Dunia 2022: Qatar Ubah Pertandingan Bola menjadi Keramahan Budaya Arab dan Keindahan Islam

9 Desember 2022 10:25
Kisah & Perjalanan

Turki dan Surga Kucing

4 Desember 2022 23:45
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?