Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Kisah & Perjalanan

Putra Aceh Pimpin LPI Achehnese Norway Al Aziziyah

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 21 Juni 2014 10:19 10:19 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 21 Juni 2014 10:19
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Tengku Abdul Qadir Bin Tengku Hasballah, pimpin LPI Achehnese Norway Al Aziziyah. LPI Achehnese Norway Al Aziziyah adalah sebuah lembaga pendidikan Islam di Norwegia.

Lelaki kelahiran Mns. Cut Kecamatan Nisam ini adalah alumni MUDI Mesra Samalanga, Aceh.

Salah satu murid Tgk H Abdul ‘Aziz atau Abon Samalanga ini sempat beberapa tahun menimba ilmu di MUDI Mesra beliau hijrah ke negeri jiran Malaysia.

Setelah beberapa tahun menimba ilmu di MUDI Mesra akhirnya beliau tamat pada tahun 1983. Juga pada tahun yang sama beliau terpaksa hijrah ke negeri jiran Malaysia perihal Gerakan Acheh Merdeka.

Awal tahun 2004, ia mendapatkan suaka politik di Norwegia dikarenakan ancaman keselamatannya di Malaysia.

Baca Juga

Ketua Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia mengunjungi Palestina dan Masjidil Aqsha
Keadaan Masjidil Aqsha dan Rakyat Palestina di Bawah Penjajahan Israel
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [2]
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [1]
Manis Asin Bisnis Si Kental Hitam
Syiarkan Tilawah al-Quran, Mahasiswa STAIL Selenggarakan “Touring Quran”

Awal tahun 2004, beliau mendapatkan suaka politik di Norwegia dikarenakan ancaman keselamatan di Malaysia.

Saat ini ada 51 anak asal Serambi Makkah yang berumur di bawah 20 tahun terdaftar sebagai muridnya.

Mereka mendapatkan pendidikan agama yang sama seperti halnya anak-anak Acheh di balai-balai pengajian di kampung. Sementara ini baru ada 4 kelas dan tiap-tiap murid yang menempati kelas tertentu disesuaikan dengan kemampuan masing-masing.

Kegiatan pengajian dilakukan setelah mereka selesai belajar di sekolah masing-masing, yaitu mulai jam 16.00 s/d jam 19.00 setiap hari selasa, rabu dan Jum’at.
Sementara hari Sabtu mulai jam 15.00 s/d jam 19.00, anak-anak belajar bahasa Arab yang diajarkan oleh seorang guru asal Yaman, Ustaz Malik, secara sukarela dan Tengku Abdul Qadir mengajarkan kitab-kitab kuning kepada orang dewasa.
Meski ada bahasa Norwegia, bahasa utama di negara ini dan Inggris bahasa kedua. Hari Ahad masih ada kegiatan untuk anak-anak yaitu belajar bahasa Inggris, yang diajarkan oleh H. Zulkifli Abda asal Peureulak dan dibantu oleh Hadijah Ramli.
Anak-anak juga mendapatkan pengetahuan tentang sejarah Acheh di hari Ahad dari seorang guru Sulaiman Ilham. Semua kegiatan di hari Ahad berlangsung di balai kota Gausel Bydelshus, Masjid Turki yaitu Masjid Mevlana Moske’.

Di Norwegia, ada beberapa etnis yang aktif di masjid ini, diantaranya Turki, Aceh, Chechen, dan beberapa keluarga Muslim asal Sri Lanka.

Menariknnya, hanya warga Aceh saja yang banyak mengisi masjid ini dengan berbagai kegiatan islami.

Tidak hanya kegiatan belajar mengajar tetapi juga perayaaan hari-hari besar seperti Zikir Maulid Nabi di bulan Rabiul awal, dan Takziyah kepada ulama aceh seperti pada hari wafatnya Abu Panton.

Sementara bangsa lainnya hanya mengisi masjid dengan shalat berjamaah, shalat Idul Fitri dan Idul Adha dan rapat tahunan.

Pimpinan masjid memberikan kepercayaan kepada Tengku Abdul Qadir dan memberikan kunci hingga beliau bebas keluar masuk masjid dengan berbagai kegiatan. Tengku Abdul Qadir juga merupakan imam kedua di masjid tersebut.
Tenaga Pembantu Untuk melancarkan kegiatan pengajian tersebut, Tengku Abdul Qadir Hasballah di bantu oleh para murid angkatan pertama yang lebih dulu belajar dari beliau. Juga di bantu oleh dua orang wali murid yang piket pada hari tertentu secara bergiliran.

Upaya peningkatan mutu dan motivasi belajar, pada hari Ahad, 22 Juni 2014 para murid LPI Achehnese Norway al-Aziziyah mengikuti aneka perlombaan atau Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) yang ke-II.

Musabaqah kali ini merupakan musabaqah yang kedua setelah pertama diadakan pada tahun 2012 yang lalu. Adapun jumlah peserta yang akan ikut serta dalam MTQ kali ini mencapai 45 peserta. Mereka terbagi dalam empat grup sesuai dengan kelas masing-masing.

Nyantri

Untuk meningkatkan mutu pendidikan dan tenaga pengajar, Tengku Abdul Qadir Hasballah juga telah mengirim dua putrinya untuk mendalami ilmu agama ke Pasantren MUDI Mesjid Raya Samalanga.

Keduanya yaitu Mahyuni Abdul Qadir dan Hijrah Abdul Qadir. Mereka sudah berada di Dayah MUDI selama setahun lebih.*

 

 

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Aceh
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Ramadhan PKPU Targetkan Himpun Dana ZIS Rp.60 Milyar
Tulisan selanjutnya Dolly, Isu Kolom Agama dan “Permen” HAM

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Feature

Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026

Feature
30 Mei 2026 17:30
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Kisah & Perjalanan

Aksara Jawi yang Masih Bertahan di Brunei Darussalam

21 Desember 2022 09:45
FeatureKisah & Perjalanan

Mendulang Rezeki dari Budi Daya Rumput Laut di Desa Kupang

10 Desember 2022 23:18
Kisah & Perjalanan

Piala Dunia 2022: Qatar Ubah Pertandingan Bola menjadi Keramahan Budaya Arab dan Keindahan Islam

9 Desember 2022 10:25
Kisah & Perjalanan

Turki dan Surga Kucing

4 Desember 2022 23:45
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?