Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Kisah & Perjalanan

Air Mata Mayangsari

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 31 Desember 2014 06:18 6:18 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 31 Desember 2014 06:18
Bagikan
Mayangsari ini menangis, mungkin karena kebebasannya hilang
Bagikan

DI SEBELAH barat kota Fakfak, Papua Barat, ada sebuah pantai yang elok pemandangannya. Pantai ini bernama pantai Kiat.
Yang menarik di pantai ini adalah sosok Mayangsari. Ia bukan manusia, tapi seekor ikan. Ya, ikan duyung.

Jika ada orang yang ingin bertemu dengan Mayangsari, maka ia akan dipanggil ke pantai oleh penduduk setempat. Caranya, penduduk akan menarik tali panjang yang menjulur ke laut lepas.

Rupanya, di ujung tali itu terikat Mayangsari. Tali dililitkan ke bagian ekor ikan, lalu ditarik beramai-ramai. Sesampai di pantai, ikan mamalia tersebut akan ditonton beramai-ramai oleh manusia.

Menurut Siti Zaenab Makatita, wanita paruh baya yang memelihara ikan ini, Mayangsari diperkirakan berusia 24 tahun. Panjangnya sekitar empat meter.

Mayangsari dipelihara sejak kecil oleh Siti Zaenab bersama penduduk sekitar. Mayangsari tak suka makan ikan. Ia lebih suka makan rumput laut, kata Siti Zaenab kepada hidayatullah.com saat menemuinya di Pantai Kiat, akhir Desember 2014 lalu.

Baca Juga

Ketua Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia mengunjungi Palestina dan Masjidil Aqsha
Keadaan Masjidil Aqsha dan Rakyat Palestina di Bawah Penjajahan Israel
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [2]
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [1]
Manis Asin Bisnis Si Kental Hitam
Syiarkan Tilawah al-Quran, Mahasiswa STAIL Selenggarakan “Touring Quran”

Uniknya, setiap kali didaratkan, pengunjung bisa melihat Mayangsari menangis. Ya, ia menitikkan air mata. Bahkan bisa berlama-lama. Tak tahu apa arti air mata tersebut. Yang jelas, saat didaratkan, ikan tersebut terlihat tak sehat. Gerakannya amat lamban. Mungkin ia sedih karena kebebasannya dirampas.

Entahlah! Yang jelas, Allah Subhanahu Wata’ala dan Rasul-Nya melarang keras manusia menyakiti binatang.*

 

 

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:binatang
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Ditolak Jadi Murid, Inilah yang Dilakukan Seorang Pemuda Shalih
Tulisan selanjutnya Seruan Alumni UI di Malaysia atas Musibah Jatuhnya AirAsia QZ8501

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha

Berita
1 Juni 2026 10:40
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Kisah & Perjalanan

Aksara Jawi yang Masih Bertahan di Brunei Darussalam

21 Desember 2022 09:45
FeatureKisah & Perjalanan

Mendulang Rezeki dari Budi Daya Rumput Laut di Desa Kupang

10 Desember 2022 23:18
Kisah & Perjalanan

Piala Dunia 2022: Qatar Ubah Pertandingan Bola menjadi Keramahan Budaya Arab dan Keindahan Islam

9 Desember 2022 10:25
Kisah & Perjalanan

Turki dan Surga Kucing

4 Desember 2022 23:45
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?