Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Kisah & Perjalanan

Di Tolikara, Tabrak Babi harus Bayar Denda Ganti Rugi

Ahmad
Terakhir diupdate: 3 Agustus 2015 13:50 1:50 pm
Ahmad
Dipublikasikan 3 Agustus 2015 13:18
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com- Seorang lelaki berkulit hitam tanpa mengenakan alas kaki tengah fokus memandangi sebuah panci aluminium berdiameter sekitar 50 centimeter.

Kedua tangannya memegangi gagang sebuah kayu coklat panjang, seperti dayung perahu. Berulang-ulang ia menggerakkan kayu dan mengaduk isi dalam panic berlawanan dengan arah jarum jam.

Entah siapa nama gerangan, namun, pastinya pria berjaket kuning dengan paduan hijau muda itu terlihat sedang sibuk memasak sesuatu. Dari dalam panci yang diletakkan di atas drum berkarat, sesekali asap membumbung tinggi dari dalam panci ke atas udara.

Tetapi, pria tersebut tak peduli dengan asap tersebut, dan tangan cekatannya terus memutar kayu yang dipegang –secara perlahan dan terus perlahan.

Dari pantauan awak hidayatullah.com yang beberapa menit mengamatinya, wajah lelaki tersebut tak menoleh ke sama sekali –selama mengaduk-aduk isi yang ada di dalam panci– wajahnya terus menunduk.

Baca Juga

Ketua Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia mengunjungi Palestina dan Masjidil Aqsha
Keadaan Masjidil Aqsha dan Rakyat Palestina di Bawah Penjajahan Israel
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [2]
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [1]
Manis Asin Bisnis Si Kental Hitam
Syiarkan Tilawah al-Quran, Mahasiswa STAIL Selenggarakan “Touring Quran”

“Itu orang sedang memasak sarapan buat babi peliharaan,” jawab Hamka. Sambil menunjukkan jarinya, Hamka segera menimpali perkataannya, “itu kandang babinya. Itu dipelihara sama Brimob yang tinggal di perumahan sini toh.”

Sebelum mentari bergeser jauh dari titik terbitnya, Sabtu (25/07/2015) pagi, awak hidayatullah.com bersama salah satu pengurus PWNU Papua itu ngobrol di depan pintu rumah dinas Kepala Dinas Sosial Tolikara, La Bansi.

Foto Babi Papua
harga babi, lanjutnya, bisa mencapai dari 10 juta, 15 juta bahkan hingga 20 juta per ekor

Tanpa sengaja komentar muncul dari awak hidayatullah.com –seolah begitu saja terucap dari bibir– ketika kamera digital yang dipeganginya diarahkan ke lelaki yang tengah sibuk memasak sarapan untuk sejumlah babi yang ada di kandang itu.

Hamka membenarkan jika babi yang ada di Papua, seperti di Tolikara, seolah seperti hewan yang disakralkan oleh warga.

“Jumlahnya lumayan banyak warga yang ternak babi di sini, toh” cetusnya.

Bahkan, Hamka menyatakan bahwa sudah menjadi hal yang wajar jikalau babi menjadi hewan ternak terbanyak di Tolikara. Harga babi, lanjutnya, bisa mencapai dari 10 juta, 15 juta bahkan hingga 20 juta per ekor, tergantung dari ukuran berat badannya.

“Itu orang sedang masak sampah, sisa-sisa makanan yang sudah basi toh, dicampur jadi satu,” jelas Hamka.

Menurut Hamka, babi itu merupakan hewan yang paling jorok bahkan babi sanggup memakan kotorannya sendiri.

“Yah.. Kotoran sendiri dimakan!” seru awak hidayatullah.com sambil menepukkan telapak tangan kanan ke jidatnya.

babi di papua
Siapa saja yang menabrak babi, baik itu menyebabkan babi luka atau mati maka harus membayar denda [wahyu]
Sementara, dalam waktu dan tempat terpisah, salah satu pegawai dari dinas Kementerian Agama yang berkantor di Puncak Jaya mengungkapkan bahwa, zaman semasa kecilnya dulu –sebelum mengerti halal dan haram daging babi, ia mengakui pernah makan daging babi.

“Tapi setelah kelas 2 SD sampai sekarang ini, Alhamdulillah saya tidak pernah makan daging babi lagi,” katanya.

Apalagi, tegasnya, daging babi itu ternyata di dalam syariat ajaran Islam haram hukumnya. “Bahkan kalau saya tahu babi itu mau makan kotorannya sendiri, saat itu saya nggak pernah mau makan daging babi,” pungkasnya.*

Menurut Hamka, babi itu merupakan hewan yang paling jorok bahkan babi sanggup memakan kotorannya sendiri

Tabrak Babi, Bayar Denda Ganti Rugi

Lain halnya, pengakuan dengan adik ipar dari sopir yang mengantar awak rombongan Tim Pencari Fakta Komite Umat untuk Tolikara (Komat Tolikara).

Ia mengungkapkan bagi siapa saja yang menabrak babi, baik itu menyebabkan babi luka atau mati maka harus membayar denda sebagaimana nilai yang diucapkan oleh pemiliknya.

“Kalau kita tabrak babi, itu kita harus bayar denda buat ganti rugi untuk si pemiliknya toh. Apa yang dibilang itu yang harus kita bayar,” kata pria yang  pekerjaaannya jasa transportasi kalur Wamena-Tolikara menggunakan mobil Strada  4WD warna hitam type Ranger 3600 ini.

” Memang seperti itu sudah adatnya,” jawab lelaki kelahiran Sulawesi itu.

Sejauh pantauan hidayatullah.com, babi memang menjadi hewan piaraan bagi warga di Tolikara. Sebagaimana halnya di Jawa, babi itu seperti domba atau kambing yang bisa terlihat di pelataran sawah, tanah lapang, kebun, ataupun kandang-kandang seperti di daerah Jawa.

“Kalau di Jawa, babi itu seperti domba, atau kambing. Bahkan di Tolikara kita orang bisa lihat babi itu ada di mana-mana toh,” imbuhnya saat berbincang dengan awak media ini.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:babidendakPapuatolikaraWamena
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Akan Dipilih 13 Nama untuk Calon Pimpinan Muhammadiyah
Tulisan selanjutnya Presiden Harapkan Muhammadiyah Jadi Motor Perbaruan Bangsa

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Gerebek Kelab Malam dan Bar Gay, Turki Tangkap 162 Aktivis LGBT

Berita
17 September 2026 21:10
Tak Ingin Pelajar Lokal Merasa Minoritas, Italia akan Batasi Siswa Asing dan Larang Hijab
Ucap Salam, Polisi Muslimah Berpangkat Tinggi India Dimutasi
Mantan Presiden Kosovo Dihukum Penjara 25 Tahun karena Kejahatan Perang
Kebutuhan Dai Masjid Ibukota Mendesak, DPW Hidayatullah DKI Jakarta Gagas Madrasah Muballigh Muda

Terbaru

  • Lebih dari 160 Atlet Irlandia Serukan Boikot Laga Lawan ‘Israel’
  • Iran Ancam Gunakan Senjata Baru Jika AS Kembali Serang
  • Kebutuhan Dai Masjid Ibukota Mendesak, DPW Hidayatullah DKI Jakarta Gagas Madrasah Muballigh Muda
  • Hari Solidaritas Hijab, Muslimat Hidayatullah Jaksel Ajak Muslimah Bangga Berhijab
  • KO Lawannya 12 Detik, Petarung UFC Ini Lafalkan Al-Fatihah di Hadapan Ribuan Penonton AS
  • Tujuh Kelompok Pemberontak Ethiopia Membentuk Aliansi Baru
  • Demi Umrah, Pemuda Turki Rela Nebeng 40 Kendaraan Melintasi 3 Negara
  • Sudah 90 Hari Azan Tak Berkumandang di Masjid Ibrahimi Palestina
  • Haiti Ekstradisi 18 Tersangka Pembunuhan Presiden Jovenel Moise ke Amerika Serikat
  • Tak Ingin Pelajar Lokal Merasa Minoritas, Italia akan Batasi Siswa Asing dan Larang Hijab

Mungkin Anda Juga Suka

Kisah & Perjalanan

Aksara Jawi yang Masih Bertahan di Brunei Darussalam

21 Desember 2022 09:45
FeatureKisah & Perjalanan

Mendulang Rezeki dari Budi Daya Rumput Laut di Desa Kupang

10 Desember 2022 23:18
Kisah & Perjalanan

Piala Dunia 2022: Qatar Ubah Pertandingan Bola menjadi Keramahan Budaya Arab dan Keindahan Islam

9 Desember 2022 10:25
Kisah & Perjalanan

Turki dan Surga Kucing

4 Desember 2022 23:45
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?