Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Kisah & Perjalanan

Berkah Sedekah Jamu Gratis untuk Hafidz Quran

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 15 Desember 2015 06:31 6:31 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 14 Desember 2015 15:47
Bagikan
Fauzi bersama para pelanggan jamunya: Gratis selamanya bagi yang hafal al-Quran
Bagikan

Hidayatullah.com –Menjadi diri sendiri dan berbeda memang membutuhkan usaha dan keberanian. Setidaknya itu yang dilakukan Muhammad Fauzi. Suatu hari, tiba-tiba ia punya ide tidak biasa. Setelah melakoni pekerjaan ini sejak 20 tahun silam, ia punya ide menjual jamu membawa puluhan buku-buku bacaan di gerobak motornya.

“Saiki zamane moco” (sekarang zamannya membaca, red). Tulisan itu ditempel di motor dekat dengan botol-botol jamunya. Di sisi lain, ia juga memberi penguman bertuliskan “yang hafal al-Quran minum gratis selamanya”.

Fauzi Jamu 2a
Bonus gratis ‘minum jamu sepuasnya dan selamanya bagi hafidz/hafidzah (penghafal al-Quran)’

Sejak ide unik Fauzi berjualan jamu sambil membawa buku bacaan bagi para pelanggannya, ia jadi ramai diperbincangkan di sosial media. Apalagi, ia juga menambahkan bonus gratis ‘minum jamu sepuasnya dan selamanya bagi hafidz/hafidzah (penghafal al-Quran)’.

“Ide itu muncul secara spontan, kebetulan istri saya juga seorang hafidzah (penghafal al-Quran). Ini juga sebagai penghargaan terhadap para penghafal al-Quran,” kata Fauzi kepada hidayatullah.com saat ditemui di rumahnya di Jalan Sukorejo RT 9 RW III, Desa Sukerejo, Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo, Selasa (08/12/2015) lalu.

Fauzi bukan sedang bergurau. Ia mengaku sengaja memberikan bonus ‘minum jamu gratis selamanya’. Syaratnya cukup mudah, hanya mengaku sebagai seorang hafidz/hafidzah, maka Fauzi akan dengan senang hati memberikan jamunya secara cuma-cuma alias gratis.

Baca Juga

Ketua Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia mengunjungi Palestina dan Masjidil Aqsha
Keadaan Masjidil Aqsha dan Rakyat Palestina di Bawah Penjajahan Israel
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [2]
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [1]
Manis Asin Bisnis Si Kental Hitam
Syiarkan Tilawah al-Quran, Mahasiswa STAIL Selenggarakan “Touring Quran”

“Cukup mengaku dia hafidz, saya akan kasih jamu sepuasnya dan selamanya. Urusan itu benar atau tidak, perkara dirinya dengan Allah saja,” tutur ayah dua anak yang mengaku berpenghasilan 50.000 rupiah perhari ini.

Saat ditanya apakah dirinya tidak merasa rugi dengan cara seperti itu? Pria yang juga alumni Pondok Pesantren Bustanul Arifin, Banyuwangi ini menganggap hal itu sebagai sedekah biasa saja.

“Tidak sama sekali, itu ibarat sedekah atau berbagi sama teman saja. Lagipula insya Allah nggak mengurangi pendapatan,” ungkapnya.

Bahkan, keyakinan ini Fauzi tularkan kepada temannya yang seorang penjual kerupuk keliling.

“Awalnya juga bertanya ‘nggak rugi tah?’ Saya jawab, ‘wis tah (sudahlah) anggap saja sedekah, insya Allah nggak rugi,” ucapnya yakin.

Hanya saja menurutnya, sampai hari ini belum ada yang dapat minum gratis.

“Belum ada yang gratis karena dia penghafal al-Quran, “ ujarnya.

Zamannya Membaca

Fauzi mengaku, ia mulai dikenal ke publik karena keunikannya dalam berjualan jamu. Tidak hanya menjajakan jamu, ia juga membawa puluhan buku setiap hari di gerobaknya untuk sekedar dibaca atau dipinjamkan kepada para pelanggannya.

Fauzi Jamu Perpus1
Muhammad Fauzi dengan latar belakang Taman Ilmu Masyarakat (TIM) Buduran, Sidoarjo [hidayatullah.com]
Dilatarbelakangi oleh hobinya yang memang membaca, pria kelahiran 7 Mei 1982 ini juga berkeyakinan bahwa dengan membaca akan lebih mencerdaskan masyarakat bahkan mengangkat derajat hidup seseorang. Terlebih, kata Fauzi, membaca adalah seruan agama melalui wahyu yang pertama kali turun, yakni Iqra’ (perintah membaca).

“Sebagaimana perintah Al-Quran itu kan Iqra’, bacalah. Nah dalam dakwah salah satunya kan bisa dengan membagikan buku agar orang mau membaca,” terang pria berambut gondrong ini.

Ia punya ide membuat perpustakaan saat di rumahnya melihat istrinya membuka Taman Pendidikan Al-Quran (TPA) bagi anak-anak warga sekitar tempat tinggalnya.

Melihat banyak anak-anak ngaji di rumahnya, tahun 1998, Fauzi berinisiatif membuat perpustakaan mini di rumahnya. Modal pertama buku-bukunya saat di pesantren dulu. Sampai pada sekitar 2011, ia memutuskan untuk membawa buku-buku tersebut bersama dagangan jamunya.

Sejak punya ide uniknya, kini menjadi berkah tersendiri bagi Fauzi. Kini, ia sudah memiliki sebuah taman baca bernama Taman Ilmu Masyarakat (TIM) Buduran, Sidoarjo dengan jumlah sekitar 7000 koleksi buku bacaan.

Santri TPA di rumahnya yang mengaji setiap sore hari pun, kini sudah berjumlah hampir 100 anak. Ia juga mengelola sebuah PAUD yang diberi nama Bustanul Hikmah yang menampung sebanyak 40 anak dengan gratis alias tanpa dipungut biaya.

“Itu sudah kita batasi, karena keterbatasan tempat. Sebetulnya target awalnya hanya 15, tapi ternyata sekarang ada 40. Dan itu diasuh sendiri oleh istri saya bersama dua orang relawan,” jelas Fauzi.

Ditanya mengenai pembiayaan operasional, Fauzi menjawab bahwa semuanya berjalan dengan modal kepedulian dari orang lain.

“Relawan pun hanya kami beri insentif 100 ribu per-bulan. Ya saya akan terus usahakan agar semua ini tetap jalan, saya yakin masih banyak di luar sana orang-orang yang peduli,” ungkapnya.

Sejak wajahnya muncul dan jadi perbincangan media sosial. Keberkahan ikut mengiringinya.
Beberapa orang bahkan perusahaan mendatanginya. Belum lama ini ia mendapat hibah motor dari Tata Motor, perusahaan motor asal India guna menjadikannya sebagai perpustakaan keliling. Ada pula yang membangu merenovasi rumahnya.

Bahkan Fauzi mengungkapkan, bahwa ia berencana membangun pesantren di rumahnya.

“InsyaAllah tahun depan ini kita akan realisasikan, sekarang masih tahap merancang bangunannya. Jadi atas ini bakal didek semua, dan dibuat seperti kamar-kamar, untuk belajarnya nanti bisa di alam terbuka saja,” jelasnya sambil menunjuk atap rumahnya.

“Saya juga berencana mencari hafidz untuk disekolahkan sampai tamat kuliah,” lanjut Fauzi.
Terkait pendanaan dan lainnya, Fauzi mengaku menyerahkan semuanya kepada Allah, sebagaimana yang sudah ia lalui selama ini.

“Dananya ngalir saja, insyaAllah ada. Seperti halnya rumah ini, kalau saya bekerja tanpa melibatkan Allah misalnya, saya yakin sampai detik ini pun saya belum bisa bangun rumah sampai jadi seperti sekarang ini,” tuturnya.

“Sebelum buka perpustakaan saya juga bekerja, tapi nggak bisa sampai begini, makanya menurut saya penting sekali bekerja untuk Allah,” pungkasnya. *

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Hafidz-HafidzahjamuMuhammad fauzipenghafal al-QuranPerpustakaan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Integritas Diperlukan Para Dai dalam Berdakwah
Tulisan selanjutnya Muslimah Academy, Ingin Mengangkat Olahraga Sunnah untuk Muslimah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Audiensi antara Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI bersama Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI dalam membahas potensi dan tata kelola pelaksanaan dam Haji di Indonesia, termasuk peluang pemanfaatan daging dam bagi masyarakat yang membutuhkan di Jakarta, Rabu (292026). ANTARAHO-Baznas RI
Berita

Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air

Berita
3 September 2026 15:08
Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK
Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat
Sembunyikan Pisau di Kaos Kaki Pria Indonesia Terancam Hukuman Cambuk di Singapura
Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang

Terbaru

  • Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
  • Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air
  • Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat
  • 70 Guru Palestina Tak Diberi Izin, Seluruh Sekolah Kristen di Yerusalem Hentikan Pembelajaran
  • Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas
  • Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap
  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal

Mungkin Anda Juga Suka

Kisah & Perjalanan

Aksara Jawi yang Masih Bertahan di Brunei Darussalam

21 Desember 2022 09:45
FeatureKisah & Perjalanan

Mendulang Rezeki dari Budi Daya Rumput Laut di Desa Kupang

10 Desember 2022 23:18
Kisah & Perjalanan

Piala Dunia 2022: Qatar Ubah Pertandingan Bola menjadi Keramahan Budaya Arab dan Keindahan Islam

9 Desember 2022 10:25
Kisah & Perjalanan

Turki dan Surga Kucing

4 Desember 2022 23:45
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?