Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Kisah & Perjalanan

Di Tanah Tak Berpenghuni, Pengungsi Suriah Terperangkap di Perbatasan Jordania [1]

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 7 Februari 2016 09:06 9:06 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 7 Februari 2016 09:06
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Sejumlah kematian dilaporkan terjadi dalam dua minggu terakhir di kamp yang terletak diantara Suriah dan Jordania ketika kerajaan itu berjuang dengan gelombang baru pengungsi yang lari dari pemboman Rusia dan IS.

Zaatari, Jordania – Sejumlah pengungsi meninggal pada dua minggu terakhir di sebuah kamp terpencil yang kondisinya buruk di perbatasan Jordania dikarenakan badai salju, luka-luka, malnutrisi, dan penyakit. Gelombang baru pengungsi yang lari dari pemboman Rusia dan ISIS sangat rentan terdampak hal tersebut, menurut pengamatan Middle East Eye (MEE), Jumat Februari 2016.

Kebanyakan dari korban merupakan anak-anak, wanita dan orang tua yang menjadi bagian dari sekitar 18.000-19.000 pengungsi yang berkumpul di Ruqban.

Kamp Ruqban berada di dalam bagian daratan yang tidak berpenghuni dimana berbatasan juga dengan Iraq. Untuk mendapatkan akses air, penghuni kamp hanya bergantung pada sumur bor. Desa Ruwaishid merupakan desa yang paling dekat dengan kamp itu, dan jaraknya mencapai 120km dari kamp sedangkan jalannya pun tidak beraspal. hujan lebat yang terjadi 10 hari yang lalu membuat wilayah itu sementara tidak dapat diakses.

Kondisi sanitasi di sana sangat buruk sehingga hepatitis menyebar di kamp.

Baca Juga

Ketua Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia mengunjungi Palestina dan Masjidil Aqsha
Keadaan Masjidil Aqsha dan Rakyat Palestina di Bawah Penjajahan Israel
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [2]
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [1]
Manis Asin Bisnis Si Kental Hitam
Syiarkan Tilawah al-Quran, Mahasiswa STAIL Selenggarakan “Touring Quran”

Seorang petugas bantuan yang kembali dari Ruqban pada Rabu, yang namanya tidak disebutkan memberi tahu MEE tentang kematian di kamp, dia mengatakan:

“Antara 70 hingga 100 pengungsi telah meninggal dalam dua minggu terakhir di Ruqban karena badai salju. Para pengungsi berdatangan dari seluruh tempat, termasuk Hajar al-Aswad. Mereka telah tiba di sana selama beberapa bulan. Beberapa baru saja tiba.”

“Kebanyakan yang meninggal merupakan anak kecil, wanita, dan orang tua. Mereka meninggal karena luka yang disebabkan perang, tetapi mereka tersiksa karena penyakit, seperti hepatitus. Di sana kekurangan sanitasi, malnutrisi, cuaca dingin – berbagai macam faktor.”

Seorang petugas bantuan Jordania kedua yang baru saja kembali dari kamp menggambarkan kondisi di sana.

“Anjing bahkan hidup lebih baik,” kata Zainab Zubaidi, Ketua White Hands Society For Social Development, satu dari beberapa badan bantuan yang beroperasi di kamp.

“Di sana terdapat dokter tetapi jumlah itu tidak cukup. Tidak ada ambulans. Tidak ada obat-obatan. Tentara [Jordania] bertugas di sana tetapi tidak ada organisasi internasional kecuali Palang Merah dan beberapa organisasi Jordania seperti kami. Hanya kami organisasi yang bekerja secara tetap di sana.

“Sampai kemarin [Rabu] terdapat antara 18.000-19.000 pengungsi di wilayah itu. Tidak otoritas yang memimpin di dalam kamp. Orang-orang berusaha menjalani kehidupan dengan normal, tetapi tidak ada hukum dan perintah dan ada pencurian di sana.”

Tenaga medis tentara mendapat vaksinasi tetapi tenaga bantuan Jordania yang memasuki kamp tidak.

“Terdapat lima keluarga di dalam sebuah tenda. Itu artinya sebanyak 30 sampai 40 orang dalam satu tenda. Banyak dari mereka merupakan wanita tanpa keluarga mereka. Mereka tiba dalam keadaan putus asa lari dari yang terburuk, kondisi yang paling menyedihkan,” kata dia. “Banyak dari pengungsi lari dari kelompok ISIS maupun dari rezim Assad.”

Laporan tentang kematian massal di kamp datang ketika pemimpin-pemimpin dunia dan diplomat berkumpul di London dalam konferensi donor untuk penggalangan dana bagi pengungsi Suriah. Inggris dan Norwegia mengumumkan tambahan dana sebesar 2,9 milyar dollar untuk empat tahun sebelum pertemuan dimulai.*/Nashirul Haq AR (Bersambung)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:bashar al assadjordaniapengungsipengungsi Suriahsuriah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Bahrain Sanggah Pihaknya Ikut Serta Kirim Pasukan ke Suriah
Tulisan selanjutnya Berwasiat Kebaikan pada Wanita

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei

Berita
30 Mei 2026 10:11
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Terbaru

  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

Mungkin Anda Juga Suka

Kisah & Perjalanan

Aksara Jawi yang Masih Bertahan di Brunei Darussalam

21 Desember 2022 09:45
FeatureKisah & Perjalanan

Mendulang Rezeki dari Budi Daya Rumput Laut di Desa Kupang

10 Desember 2022 23:18
Kisah & Perjalanan

Piala Dunia 2022: Qatar Ubah Pertandingan Bola menjadi Keramahan Budaya Arab dan Keindahan Islam

9 Desember 2022 10:25
Kisah & Perjalanan

Turki dan Surga Kucing

4 Desember 2022 23:45
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?