Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Kisah & Perjalanan

Tentara ini di Luar Ramadhan pun Bisa Khatam Qur’an 10 Hari [2]

Muhammad Abdus Syakur
Terakhir diupdate: 5 Juni 2017 20:02 8:02 pm
Muhammad Abdus Syakur
Dipublikasikan 5 Juni 2017 05:30
Bagikan
Serka Suharyanto di Stasiun Bojonggede, Bogor, Jawa Barat.
Bagikan

Sambungan dari kisah pertama

Bekal Menjaga NKRI

Suatu kesyukuran jika seseorang punya hobi membaca, baik majalah, koran, dan sebagainya. “Itu bisa menambah wawasan,” ungkap Suharyanto kepada hidayatullah.com.

Namun, lebih dari itu, ia mengaku lebih suka membaca wahyu-wahyu Allah, “karena di dalam al-Qur’an itu semua itu ada.”

Termasuk di dalamnya terdapat panduan dan bekal untuk menjalani kehidupan di dunia. Ini diyakini Suharyanto. Apalagi, selaku anggota TNI yang bertugas di garda terdepan mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Baca Juga

Ketua Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia mengunjungi Palestina dan Masjidil Aqsha
Keadaan Masjidil Aqsha dan Rakyat Palestina di Bawah Penjajahan Israel
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [2]
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [1]
Manis Asin Bisnis Si Kental Hitam
Syiarkan Tilawah al-Quran, Mahasiswa STAIL Selenggarakan “Touring Quran”

Sebagai tentara, menjaga kedaulatan NKRI memang tak cukup hanya bermodalkan teori, ilmu, senjata, pun kedisiplinan militer.

Sebagai seorang Muslim, Suharyanto mengakui, menjaga bangsa ini membutuhkan bekal spiritual, termasuk dengan membaca, memahami, apalagi mengamalkan al-Qur’an.

Dan tentunya, al-Qur’an juga mesti dijaga kesuciannya. Karena itulah, Suharyanto merasa sedih atas kasus penistaan al-Qur’an oleh seorang pejabat yang menghebohkan Indonesia belakangan ini.

“Saya memang tak berkapasitas berbicara ini,” tetapi sebagai seorang Muslim, katanya sambil berdiri, “Hati saya menangis,” lantas ia memegang dadanya.

Salah satu bekal menuju akhirat adalah membaca al-Qur’an, kata Suharyanto. [Foto: Syakur/hidayatullah.com]
Omong-omong, apa resepnya punya kebiasaan alias hobi membaca al-Qur’an?

Ditanya demikian, Suharyanto bukannya langsung menjawab. Pria berdarah Jawa ini malah bilang, “Mendengar sampeyan barusan jadi merinding sendiri saya.”

Loh?

Rupanya, saat disebut perihal kebiasaannya itu tergolong langka di era saat ini, Suharyanto malah teringat ‘kampung halamannya’ di masa depan. Dimana saat ini, kata dia, sudah memasuki akhir zaman.

“Bekal apa yang akan kita bawa untuk di hari esok?” ungkapnya. Pertanyaan ini menggugah jiwanya.

Laksana seorang ustadz, ia bertutur bahwa semua manusia di dunia pasti akan mengalami hari pembalasan. Karena itu, selama hidup, harus disiapkan bekal menuju akhirat dengan memperbanyak amal shaleh.

Seperti sedekah jariyah, membaca al-Qur’an, dan sebagainya, “Yang bisa kita bawa ke alam akhirat itu,” ungkap tentara yang mengaku tak pernah mengenyam pendidikan di pesantren ini.

Renungan itulah yang menjadi salah satu alasan atau resep Suharyanto sehingga tekun membaca al-Qur’an.

Selain itu, alasan lainnya, karena terilhami oleh wahyu pertama yang diturunkan Allah Subhanahu Wata’ala kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam. “Itu apa? Iqra’! Iqra’!, Baca! Baca!” terangnya.

Baca: Masihkah Ada Alasan…

Sekali Jalan 1 Juz

Beberapa saat setelah membaca bagian akhir Surat Luqman, Suharyanto menutup al-Qur’an dan memasukkannya ke dalam tas. Sejurus kemudian, ia menutup wajahnya dengan topi lorengnya, lalu tidur sejenak sebelum tiba di stasiun tujuannya.

“Saya istirahatkan pikiran dan badan saya,” ungkapnya, yang mengaku siang itu juga sedang sangat mengantuk dan lelah.

“Pekerjaan lagi penuh, dan alhamdulillah hari ini, hari Kamis, saya lagi melaksanakan puasa (sunnah) juga,” akunya tersenyum kepada hidayatullah.com, seturunnya di Stasiun Bojonggede, tujuannya.

Memang, hari saat diwawancarai itu belum tiba bulan Ramadhan. Namun begitu, kedekatan Suharyanto dengan al-Qur’an saat itu, kalau dirata-rata, seperti Muslim kebanyakan yang jadi (tambah) dekat dengan al-Qur’an saat Ramadhan.

Bayangkan saja. Setiap satu kali perjalanan dengan KRL, pergi ke kantor, misalnya, ia mengaku bisa melahap satu juz al-Qur’an. Pulangnya pun begitu. Berarti, setiap PP minimal 2 juz ia baca. Belum selama di rumah atau kantor. Sebulan kira-kira ia bisa 2 kali khatam.

“Kalau cepat bisa selesai (khatam dalam) 10 hari,” ungkap Suharyanto.

Jika di luar Ramadhan saja bisa begitu akrab dengan al-Qur’an, saat Ramadhan tentu meningkat ya? Pria beristri satu dan dua anak ini tersenyum….*

Redaktur: Muhammad Abdus Syakur
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:akhlakAl Qur’anbekal akhiratbudaya literasibulan kemenanganbulan puasabulan suci Ramadhandekat dengan al-Qur'anhobi membaca al-Qur'aniqra'Korps Marinirmembacamembaca al-Qur'anmengajimengaji di KRLRamadhanRamadhan 1438 HRamadhan bulan kemenanganSyiar RamadhantentaraTentara Nasional IndonesiaTNITNI ALTNI mengaji di KRL
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Dai: ‘Gubuk’ Tak Layak, Pendidikan MTs di NTT ini Harus Terhenti
Tulisan selanjutnya Milad ke-3, Rumah Infaq Target Bangun 1.000 Masjid di Daerah Terpencil se-Indonesia

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif

Berita
14 Juli 2026 15:30
Pengangguran di China Lahirkan Industri Baru: Kantor untuk “Pura-pura Bekerja”
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda
Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Kisah & Perjalanan

Aksara Jawi yang Masih Bertahan di Brunei Darussalam

21 Desember 2022 09:45
FeatureKisah & Perjalanan

Mendulang Rezeki dari Budi Daya Rumput Laut di Desa Kupang

10 Desember 2022 23:18
Kisah & Perjalanan

Piala Dunia 2022: Qatar Ubah Pertandingan Bola menjadi Keramahan Budaya Arab dan Keindahan Islam

9 Desember 2022 10:25
Kisah & Perjalanan

Turki dan Surga Kucing

4 Desember 2022 23:45
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?