Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Kisah & Perjalanan

Sisa Ketakutan pada Pria Berjanggut

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 10 Agustus 2011 09:00
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Beberapa pria berjanggut panjang dan berjubah lebar berbincang tentang politik di tepi jalan Avenue Habib Bourgiba di Tunis. Salah seorang mencela pemisahan negara dari agama sebagai penghinaan Allah, sementara yang lainnya mengumpat masyarakat yang bobrok. Percakapan terbuka yang beberapa bulan lalu tak terbayangkan, kini dapat terjadi di Tunisia.

Tidak jauh dari tempat itu, Cyreen Belhedi duduk dengan teman-temannya di salah satu dari sekian banyaknya kafe di jalan yang ramai itu. Dengan bangga ia memperlihatkan tas barunya yang berwarna merah muda dengan corak ular. Kelompok perempuan dan pria muda ini merokok dan bersantai sambil minum kopi, teh, jus buah dan beberapa minum bir.

Mereka menatap pria-pria berjanggut tadi dengan penuh kecurigaan. Orang-orang itu membuat mereka takut, ujar Cyreen yang berusia usia 27 tahun, yang saat revolusi melati tiap hari turun ke jalan berdemonstrasi.

“Bila saya duduk di kafe atau di bar, saya kadang-kadang berpikir, mereka akan menembaki kami atau melemparkan bom. Memang betul mereka sekarang tidak dapat berbuat banyak. Tetapi mereka hanya ingin menyalahgunakan situasi dan memperbesar pengaruhnya.”

Bulan Al-Qaidah

Baca Juga

Ketua Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia mengunjungi Palestina dan Masjidil Aqsha
Keadaan Masjidil Aqsha dan Rakyat Palestina di Bawah Penjajahan Israel
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [2]
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [1]
Manis Asin Bisnis Si Kental Hitam
Syiarkan Tilawah al-Quran, Mahasiswa STAIL Selenggarakan “Touring Quran”

Kelompok Islam yang tampaknya paling popuper adalah partai An Nahda. Setelah cukup lama dilarang, partai ini kembali aktif secara politik.

Pemimpin dan bapak spiritual partai An Nahda (An-Nahda al-Islamiyah) adalah Syeikh Rasyid Al-Ghannushi, berusia 70 tahun. Seorang pengawal menjaga di depan pintu rumahnya. Di kebun terlihat pakaian anak-anak dan perempuan bergantungan pada tali yang direntangkan di antara pohon-pohon buah.

Syeikh Rasyid Al-Ghannushi yang berjas abu-abu dan kemeja putih dan mengenakan sepatu kulit berwarna hitam, dengan santai menerima tamu-tamunya di atas permadani merah di tengah-tengah sebuah kamar besar. Televisi di sudut kamar sedang menayangkan program Al-Jazeera. Ketakutan terhadap partainya sama sekali tidak beralasan, kata Ghannushi.

“Ini merupakan sisa-sisa ketakutan yang disebarkan bekas presiden Ben Ali untuk menghancurkan lawan politiknya. Tujuan partai kami adalah mempertahankan kesatuan rakyat, untuk membersihkan masyarakat dari peninggalan kekuasaan Ben Ali dan untuk memicu pembangunan sebuah negara demokratis yang bebas yang memperlakukan semua warganya sama rata,” papar Syeikh Rasyid Al-Ghannushi.

Ia menambahkan bahwa orang tak perlu takut, dan dengan tegas mengambil jarak dari ideologi Al-Qaidah.

Rida Belhaj, juru bicara Hizbut Tahrir, juga mengambil jarak dari teror. Ia melihat perlawanan rakyat di Tunisia dan Mesir sebagai masih belum selesai. Menurutnya, umat Muslim di dunia akan melihat bahwa mereka harus menyelesaikan masalahnya sendiri. Mereka akan menuntut pembentukan sebuah negara Islam, di mana masyarakat Islam yang madani dan ajaran Islam yang sebenarnya akan diterapkan. Demikian menurut Rida Belhaj.

Cyreen dan teman-temannya masih bersantai di kafe. Dikatakan, mereka memperkirakan bahwa Tunisia tidak akan dikuasai kaum radikal Islam. Namun mereka tidak sepenuhnya yakin akan hal itu. Cyreen mengatakan, bila kaum radikal berkuasa, ia dan teman-temannya akan pindah ke luar negeri. Maka revolusi yang mereka perjuangan menjadi sia-sia, tambahnya.*/Khalid El Khaoutit  

Keterangan foto: 1. Pemuda Tunis sedang istirahat dari unjuk rasa. 2. Pemimpin partai Islam An Nahda, Syeikh Rasyid al Ghannushi

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migratetunisia
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Sinetron Ramadhan dalam Suasana Revolusi
Tulisan selanjutnya “Taqwa dan Bahagia”

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Yahudi Haredi Wajib Militer
Berita

Makin Banyak Pemukim ‘Israel’ yang Hindari Wajib Militer, Jumlahnya Tembus 110.000

Berita
20 Oktober 2026 13:10
Jutaan Dolar Dana Nasabah Syariah HSBC Diduga Mengalir ke Perusahaan Senjata terkait ‘Israel’
Iran Sebut Puluhan Pesawat Maskapai Nasional Hancur dalam Serangan AS-Israel
Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
Mesir Tegaskan Siap Bela Arab Saudi di Tengah Meningkatnya Serangan Houthi

Terbaru

  • Terus Langgar Gencatan Senjata, Serangan ‘Israel’ Bunuh 4 Warga Palestina
  • Sepakati ‘Badr’, Indonesia Perkuat Kerjasama Pertahanan dengan Turki, Qatar dan Pakistan
  • Jelang Pemilu ‘Israel’, Trump Dukung Netanyahu Terpilih Kembali
  • Iran Sebut Puluhan Pesawat Maskapai Nasional Hancur dalam Serangan AS-Israel
  • Jutaan Dolar Dana Nasabah Syariah HSBC Diduga Mengalir ke Perusahaan Senjata terkait ‘Israel’
  • 60 Ribu Anak Palestina Jadi Yatim Akibat Perang Genosida Zionis ‘Israel’
  • Makin Banyak Pemukim ‘Israel’ yang Hindari Wajib Militer, Jumlahnya Tembus 110.000
  • 19 Orang Tewas Akibat Berdesakan saat Festival Hindu Durga Puja India
  • Halal Ditunda, Kepastian Dipertaruhkan?
  • Mesir Tegaskan Siap Bela Arab Saudi di Tengah Meningkatnya Serangan Houthi

Mungkin Anda Juga Suka

Kisah & Perjalanan

Aksara Jawi yang Masih Bertahan di Brunei Darussalam

21 Desember 2022 09:45
FeatureKisah & Perjalanan

Mendulang Rezeki dari Budi Daya Rumput Laut di Desa Kupang

10 Desember 2022 23:18
Kisah & Perjalanan

Piala Dunia 2022: Qatar Ubah Pertandingan Bola menjadi Keramahan Budaya Arab dan Keindahan Islam

9 Desember 2022 10:25
Kisah & Perjalanan

Turki dan Surga Kucing

4 Desember 2022 23:45
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?