Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Kisah & Perjalanan

Uang Titipan Tentara Ottoman Disimpan Keluarga Palestina selama 103 Tahun

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 4 Agustus 2018 17:14 5:14 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 4 Agustus 2018 17:11
Bagikan
Ragheb Hilmi alAlul
Bagikan

Hidayatullah.com–Seorang tentara Ottoman (Utsmaniyah) mempercayakan seorang pengusaha Palestina, Rushdi Efendi,  sejumlah uang dalam jumlah besar dan menyuruhnya menjaga sampai ia kembali dari  Perang Dunia I. Sang pengusaha menepati janjinya dan menjaga dari generasi ke generasi.

Sepanjang hidupnya, sang pedagang –yang menjalankan sebuah toko di Kota Nablus, Tepi Barat– menepati janjinya untuk prajurit itu, menunggunya kembali untuk mengembalikan uang kepadanya.

Rushdi menunggu tentara itu untuk kembali tetapi dia tidak pernah melakukannya. Akhirnya, uang itu diteruskan ke keponakannya, Raghib Al-Alul (71), sehingga dia bisa tetap aman.

Al Alul mengatakan keluarganya telah menyimpan uang yang aman – yang berjumlah 140.000 Liras (£ 21.000) – sejak 1915 untuk memenuhi janji pamannya kepada tentara Ottoman. Keluarga Palestina ini melindungi simpanan sang prajurit Ottoman dari generasi ke generasi.

“Tentara itu, yang melayani di Nablus, mempercayakan uang itu kepada paman saya dengan janji bahwa dia akan kembali untuk mendapatkannya suatu hari nanti,” ujar Ragheb Hilmi al-Alul ( 71), mengatakan kepada Anadolu Agency.

Baca Juga

Ketua Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia mengunjungi Palestina dan Masjidil Aqsha
Keadaan Masjidil Aqsha dan Rakyat Palestina di Bawah Penjajahan Israel
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [2]
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [1]
Manis Asin Bisnis Si Kental Hitam
Syiarkan Tilawah al-Quran, Mahasiswa STAIL Selenggarakan “Touring Quran”

Tanda tangan Sultan Ottoman Mehmet Resad juga dapat dilihat di bagian kiri atas uang kertas, dan “Giesecke & Devrient” – rumah cetak yang menerbitkan uang kertas – berada di kiri bawah.

Baca: Sang Penjaga Terakhir Masjid Al-Aqsha –

Al-Alul mengatakan keluarganya telah menyimpan uang sejak 1915 sehubungan dengan janji pamannya kepada tentara Turki.

Kepada Anadolu, Al-Alul mengatakan dia tidak tahu nama serdadu itu.

“Dia mungkin mati selama perang, atau selamat, tidak ada yang tahu,” katanya.

“Kami bahkan tidak tahu namanya sebagaimana paman saya lupa. Namun, mengingat bahwa dia [prajurit] meninggalkan sejumlah besar uang, mereka pasti memiliki persahabatan sejati,” katanya.

Al-Alul mengatakan menyimpan kain berisi uang itu selama lebih dari satu abad (Anadolu)

Al-Alul mengatakan keluarganya telah dikenal sangat menapati janji. Alu tetap menjaga bungkusan itu hingga  sebuah delegasi resmi dari Konsulat Turki di Yerusalem (Baitul Maqdis) mengunjunginya.

“Kami memutuskan untuk menunjukkan pada mereka kain itu,”ujarnya.

Baca: Turki Ubah Barak Militer Ottoman Jadi Perpustakaan 

Sebagaimana diketahui, Ottoman memerintah Palestina dari 1516 hingga 1917.

Al-Alul mengatakan menyimpan kain Turki itu selama lebih dari satu abad adalah sumber kebanggaan bagi keluarganya.

“Orang sering mendapatkan kembali barang mereka setelah satu atau dua bulan, tetapi menyimpan barang selama lebih dari satu abad memiliki arti khusus,” katanya. “Prajurit itu tidak pernah kembali untuk mendapatkan uang dan kami tidak mengharapkan orang lain melakukannya.”

Al-Alul mengatakan dia pertama kali melihat kain (pembungkus uang, red) pada tahun 1970-an saat dia bekerja di toko.

“Ketika saya bertanya tentang hal itu, para tetua keluarga saya menceritakan kisah menyentuh ini kepada saya,” katanya. “Kami tidak pernah berpikir untuk memanfaatkannya.”

Al-Alul berkata, “Terlepas dari nilai fiskalnya, kain itu memiliki nilai berbeda untuk menjadi artefak sejarah sekarang.”

Baca: Desa Bersejarah Ottoman di Bosnia 

Dia melanjutkan bahwa banyak orang di kota itu  mempercayakan barang-barang berharga mereka kepada keluarganya sampai saat ini.

“Orang-orang akan mempercayai kami dan meninggalkan barang-barang mereka di sini. Sekarang, satu-satunya kepercayaan kami [kain berisi uang, red] masih menunggu pemiliknya seperti hari pertama ditinggalkan,” katanya.

“Jika tentara itu memiliki anak atau cucu di Turki dan mereka memiliki dokumen yang membuktikan ini, uang itu akan diberikan kembali,” katanya.

Ditanya tentang apakah dia akan mengirim tagihan agar disimpan di sebuah museum Turki, al-Alul mengatakan keluarganya harus mendiskusikan masalah ini dan mengambil keputusan bersama.

“Keluarga kami mapan di Nablus dan telah berkontribusi pada pembangunan sosial dan keuangan kota,” katanya. “Salah satu keistimewaan kami adalah menyimpan barang-barang tersebut dan akan mengembalikan kepada generasi berikutnya,” tutupnya.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:OttomanpalestinaPerang Dunia ITentara OttomanTurkiUang TitipanUtsmaniyah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya UAS Pastikan Hoax Berita Kesediaannya Maju Cawapres
Tulisan selanjutnya Wanita Berusia 28 Tahun yang Pertama Didenda karena Bercadar di Denmark

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha

Berita
1 Juni 2026 10:40
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Kisah & Perjalanan

Aksara Jawi yang Masih Bertahan di Brunei Darussalam

21 Desember 2022 09:45
FeatureKisah & Perjalanan

Mendulang Rezeki dari Budi Daya Rumput Laut di Desa Kupang

10 Desember 2022 23:18
Kisah & Perjalanan

Piala Dunia 2022: Qatar Ubah Pertandingan Bola menjadi Keramahan Budaya Arab dan Keindahan Islam

9 Desember 2022 10:25
Kisah & Perjalanan

Turki dan Surga Kucing

4 Desember 2022 23:45
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?