Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Kisah & Perjalanan

Masjid Megah di Tengah Islamophobia

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 16 Mei 2011 09:22
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Sekilas, terlihat tempat parkir  mobil terluas di ibukota Tajikistan, Dushanbe. Tapi jangan keliru, ini bukan tempat parkir umum, ini adalah salah satu bagian dari bangunan masjid terbesar.

Pembangunan masjid ini telah diresmikan oleh Presiden Emomali Rakhmon pada tahun 2009 dan diperkirakan akan selesai 2014.

Negara termiskin di Asia Tengah itu akan menjadi pusat masjid terbesar, mengalahkan masjid Turkmenbashi di wilayah Turkmenistan, yang dapat menampung 10.000 orang.

Termasuk menara masjid yang tinggi dan tiang-tiang berwarna yang menyimbolkan tujuh gerbang menuju surga.

Masjid juga akan dihiasi air mancur untuk mewakili persediaan air milik Tajikistan serta museum, perpustakaan dan gedung pertemuan.

Baca Juga

Ketua Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia mengunjungi Palestina dan Masjidil Aqsha
Keadaan Masjidil Aqsha dan Rakyat Palestina di Bawah Penjajahan Israel
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [2]
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [1]
Manis Asin Bisnis Si Kental Hitam
Syiarkan Tilawah al-Quran, Mahasiswa STAIL Selenggarakan “Touring Quran”

Meski demikian, Negara-negara Arab Teluk menyetujui sumbangan dana atas proyek ini pascakunjungan kenegaraan Presiden Tajikistan pada akhir bulan September 2009 lalu.

Menurut rencana awal pembangunan, masjid tersebut akan dibangun di atas tanah seluas 7,5 hektare dan diproyeksikan mampu memuat jumlah jamaah sebanyak 150.000 orang. Tetapi dengan kapasitas sebanyak itu di kota yang hanya berpenduduk 700.000 orang, kritikus mengatakan jika masjid tersebut terlalu besar dan uang yang dikeluarkan akan lebih baik digunakan untuk mengurangi kemiskinan.

Pendapat Masyarakat

Media dalam negeri Tajik mengatakan jika proyek jutaan dolar ini tidak akan mengurangi uang Negara karena pemerintah Qatar telah menyetujui untuk membiayai sebagai bagian dari apa yang disebut dengan komitmen terhadap Islam.

Di jalanan Dushanbe, salah satu penduduk mengatakan ia menyukai ide adanya masjid terbesar di negaranya, khususnya jika ini gratis.

Sobit Valiev, 70, mengatakan jika negaranya mungkin akan memecahkan beberapa rekor.

“Mengapa tidak”, ujarnya. “Pada akhirnya bukan uang kita yang dipakai bukan? Jika saya hidup hingga lima tahun ke depan, tentu saya akan ke sana dan berdoa.”
Ismail, seorang supir, berpendapat jika masjid ini merupakan ide yang bagus, tetapi ia khawatir akan adanya korupsi.

“Saya yakin akan ada beberapa pejabat yang berusaha lebih kaya. Ini merupakan proyek besar dan uang yang banyak.”

Sementara beberapa warga Tajik menyambut baik rencana ini, beberapa lainnya bersifat lebih kritis.

Salohiddin, pria berusia 34 tahun dari Dushanbe mengatakan menolong rakyat miskin merupakan cara yang lebih baik dalam menggunakan uang tersebut.

“Hal ini merupakan nilai Islam terbesar, bukan? Masih banyak warga tak punya rumah dan tidak bisa memenuhi kebutuhan. Mengapa mereka tidak membangun beberapa rumah untuk orang yang membutuhkan?”

Memerangi Ekstremisme

Beberapa analis mengatakan tujuan dari pembangunan masjid ini adalah memberikan pemerintah lebih banyak peluang untuk mengontrol orang-orang yang menjalankan keyakinannya.

Pihak otoritas Tajik mengakui jika mereka berharap lebih dari hanya sekedar membangun masjid yang indah.

Mereka ingin hal ini dilihat sebagai bagian dari usaha mereka untuk mengatasi ekstremisme yang semakin meningkat.

Pemerintah bahkan pernah menyalahkan kelompok Islam dan pemberontak dari kelompok oposisi Islam dalam dugaan beberapa bom di Dushanbe dalam beberapa tahun terakhir.

Pada 19 Oktober, pihak yang berwenang mengatakan jika empat orang tersangka yang merupakan anggota dari kelompok terlarang Islamic Movement of Uzbekistan (IMU) tewas tertembak polisi di wilayah utara Negara tersebut dan satu orang ditahan.

IMU adalah kelompok Islam yang diduga ada hubungan dengan Taliban.

Pemerintah beberapa saat lalu pernah menutup puluhan masjid yang dinilai “tidak resmi” dan mulai mendata tempat-tempat ibadah.

Berbicara pada saat  dimulainya pembangunan masjid, Presiden Rakhmin mengatakan “tempat ini harus menjadi tempat pemersatu umat dalam pelayanan terhadap Tuhan dan memberikan ide-ide yang bersih.

Pemerintah nampak cemas menyaksikan jika Tajikistan kembali pada masa-masa kerusuhan di tahun 1990-an, ketika Negara tersebut mengalami lima tahun perang saudara melawan koalisi Islam.

Ismlamophobia

Di Tajikistan populasi umat Muslim tercatat mencapai 90%. Menurut data, kelompok permerintah sangat takut  berkembanganya gerakan Islam seperti Hizbut Tahrir dan Salafy yang meningkat kepopulerannya di Negara-negara Asia Tengah.

Tak hanya di kawasan Asia Tengah,  islamophobia, istilah-istilah seperti khilafah Islam juga begitu ditakuti di Barat dan Eropa. Boleh jadi karena ketakutan itu, beberapa saat yang lalu pemerintah Inggris berusaha melarang Hizbut Tahrir.

Awal minggu ini, pemerintah sekular Tajikistan dikabarkan gencar menyebarkan Islamphobia. Tindakan terbaru Dushanbe memerangi Islam adalah melarang anak usia di bawah 18 tahun memasuki masjid.

Pemerintah Tajikistan menjustifikasi kebijakannya ini dengan dalih mencegah merebaknya kelompok radikal. Petinggi Dushanbe mengklaim bahwa remaja di bawah 18 tahun saat memasuki masjid diselewengkan oleh kelompok radikal dan ketika keluar dari masjid benar-benar berubah menjadi “teroris”.

Situs Dar al-Hayah menulis, Tajisiktan yang penduduknya sekitar 96 persen beragama Islam berada di bawah pemerintahan sekular. Tak heran jika para pejabat Tajikistan khawatir perkembangan pesat Islam di negaranya, khususnya pasca revolusi rakyat Arab yang terjadi secara beruntun dan merebaknya kebangkitan Islam ke berbagai negara lain.

Mengingat hal ini, penguasa Tajikistan melihat posisinya dalam bahaya dan berusaha menjelekkan citra masjid di mata publik dan mereka yang kerap mendatangi tempat suci ini untuk beribadah.

Disebutkan pula bahwa penguasa sekular Tajikistan giat mempropagandakan bahwa masjid adalah pangkalan utama teroris. Tak hanya itu, mereka juga mencap umat Islam yang rajin beribadah di masjid dan menimba ilmu di sana sebagai “teroris”.

Entah sengaja atau tidak, sikap pemerintah Tajik yang berlebihan ini dimungkinkan hanya akan menjadikan masjid menjadi museum dan hiasan umat Islam selama.*

Foto: Sebuah masjid megah di ibukota Tajikistan, Dushanbe

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Survei: Orde Baru Dinilai Lebih Baik Daripada Sekarang
Tulisan selanjutnya Peringati “Kemerdekaan” Zionis Bunuh 21 Orang di Tiga Negara

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Aktivis Pro-Demokrasi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing

Berita
2 September 2026 15:07
Suriah Angkat Pemimpin YPG Jadi Penasihat Kepresidenan
Genosida Rwanda: Pengadilan Belanda Penjarakan Seorang Tersangka Seumur Hidup
Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK
Ahwa Mufakat Pilih Gus Kikin, Cicit Pendiri NU dari Tebuireng Jadi Ketum PBNU

Terbaru

  • Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
  • Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air
  • Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat
  • 70 Guru Palestina Tak Diberi Izin, Seluruh Sekolah Kristen di Yerusalem Hentikan Pembelajaran
  • Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas
  • Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap
  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal

Mungkin Anda Juga Suka

Kisah & Perjalanan

Aksara Jawi yang Masih Bertahan di Brunei Darussalam

21 Desember 2022 09:45
FeatureKisah & Perjalanan

Mendulang Rezeki dari Budi Daya Rumput Laut di Desa Kupang

10 Desember 2022 23:18
Kisah & Perjalanan

Piala Dunia 2022: Qatar Ubah Pertandingan Bola menjadi Keramahan Budaya Arab dan Keindahan Islam

9 Desember 2022 10:25
Kisah & Perjalanan

Turki dan Surga Kucing

4 Desember 2022 23:45
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?