Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Kisah & Perjalanan

Islam Bertapak di Tanah Bikini-mini dan Karnival

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 24 Agustus 2011 10:27
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–“As-salamu’ alaikum,” ucap Umar kepada para jemaah semasa memasuki masjid pertama di Rio yaitu Mesquita da Luz, selepas ia berbuka puasa.

Itulah antara bahasa Arab yang Umar tahu dan ia buru-buru meneruskan perbincangannya dalam bahasa Portugis bersama teman-teman Islam yang lain, yang sepertinya baru memeluk agama tersebut di negara dengan penganut Kristen Katolik terbesar ini.

Di tanah yang lebih terkenal dengan bikini-mini dan karnival mewah yang memaparkan wanita yang berpakaian minim, satu kelompok kecil dan kini sedang bertambah besar, orang Brazil dari berbagai kaum telah memeluk agama Islam.

Selama beberapa dekade, hanya keluarga berketurunan dari Libya, Palestina dan Suriah saja yang mengamalkan Islam di Brazil.

Umar, yang empat tahun lalu merupakan seorang pendeta dari sebuah gereja setempat, menceritakan mengapa ia memeluk Islam.

Baca Juga

Ketua Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia mengunjungi Palestina dan Masjidil Aqsha
Keadaan Masjidil Aqsha dan Rakyat Palestina di Bawah Penjajahan Israel
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [2]
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [1]
Manis Asin Bisnis Si Kental Hitam
Syiarkan Tilawah al-Quran, Mahasiswa STAIL Selenggarakan “Touring Quran”

“Dalam Islam, saya menjumpai semua benda yang tengah saya cari. Saya jumpa Tuhan sebagaimana yang Dia mahu, tanpa melakukan adaptasi,” kata Umar, 34 dikutip AFP.

Berpakaian jubah panjang djellaba, ia enggan memberikan nama sebenarnya, tetapi hanya memberikan nama Muslim nya, sebagai nama barunya, Umar Israfil Dawud bin Ibrahim.

“Pada saat ini, Anda akan belajar bahawa Islam adalah salah satu agama monoteistik. Tidak ada prejudis terhadap agama ini,” kata Umar, yang berada di sisi isterinya, Alessandra Faria, yang menggunakan nama “Fatima” selepas memeluk Islam dan membuat keputusan untuk memulai menggunakan jilbab.

“Pada awalnya, ibu saya amat takut untuk berada di luar dengan saya. Saya pakai jilbab untuk menunjukkan saya Muslimah dan sadar bahwa saya adalah sebagian dari golongan minoritas,” kata Fatima.

Hijab Fatima mungkin menarik perhatian karena ia sangat ganjil di Rio, yang rata-ratanya lebih lumrah melihat wanita-wanita berjalan hanya dalam bikini-mini di tepi laut, namun ia percaya kepercayaannya akan ada tempat di Rio.

“Brazil adalah satu tempat berbagai budaya. Campuran ini menyebabkan orang Brazil sedang beradaptasi dan toleransi.”

Seperti umat Islam di sini, Umar and Fatima adalah orang baru dalam Islam. Mereka berencana untuk berkunjung ke Arab Saudi tahun depan dalam sebuah undangan beasiswa dari pemerintah Saudi untuk belajar bahasa Arab.

Renovasi di masjid yang mereka hadiri di pinggiran utara Rio Tijuca mulai berlangsung empat tahun lalu dengan sumbangan dari para jamaah. Masjid ini akan segera menampung sekitar 400 jamaah shalat, sebuah kenaikan yang ketara.

“Jumlah umat Islam semakin bertambah, dan banyak orang Brazil telah memeluk Islam. Kita mencari anggota baru secara online,” kata Sami Isbelle, jurubicara Beneficent Muslim Society (SBMRJ).

“Di Rio, terdapat 500 keluarga Muslim, 85 persen adalah orang Brazil yang berganti agama tanpa ada hubungan dengan Arab,” kat Isbelle.

Berlainan pula di Sao Paulo dan bagian selatan Brazil, di mana kebanyakan umat Islam dilahirkan sebagai Islam dan berketurunan Arab.

Sementara itu, sensus Brazil tidak mengambil data jumlah umat Islam, tapi hanya mengeluarkan data mengenai Katolik, Kristen evangelis, orang-orang Yahudi, spiritualis dan pengikut agama Afro-Brazil.

“Muslim dikategorikan dalam senarai ‘agama lain-lain’ bersama Buddha, sebagai contoh,” kata pakar Islam Paulo Pinto dari Fuminense Federal University, yang menengarai Brazil adalah kediaman bagi sejuta umat Islam.

Indikasi terbaik terhadap perkembangan Islam di negara ini adalah dalam peningkatan tempat beribadat, ujar Pinto. Sekarang ini terdapat 127 masjid, empat kali lebih banyak berbanding tahun 2000.

Selepas serangan 11 September di Amerika Serikat (AS), “ada perkembangan minat terhadap Islam dan banyak yang ingin memeluknya,” tambah Pinto.

“Islam kini dilihat sebagai bentuk baru perlawanan.”

Sebuah “telenovela” yang dilancarkan tiga minggu selepas serangan 2001, “The Clone” menyemarakkan minat orang Brazil terhadap Islam.

Bertempat di Morocco, drama popular itu telah menunjukkan “imej positif bagian dunia tersebut, dengan seroang pahlawan yang baik hati,” kata Pinto.

“Terdapat kecenderungan untuk berfikir bahwa budaya Brazil, yang liberal dan sensual seperti yang ada, bertentangan dengan kaedah-kaedah Islam.
Tapi pada kenyataannya, ada aturan konservatif yang merupakan bagian dari kontrol moral dan seksual. Lihatlah berapa banyak evangelis Kristen sukses di Brasil!”*/rossem, AFP

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Sinergi BPRS, BK3S dan Program Wakaf Al-Qur’an Sejuta Qur’an
Tulisan selanjutnya Ketentuan Pidana Zakat di Aceh

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

Berita
4 Juni 2026 10:00
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Kisah & Perjalanan

Aksara Jawi yang Masih Bertahan di Brunei Darussalam

21 Desember 2022 09:45
FeatureKisah & Perjalanan

Mendulang Rezeki dari Budi Daya Rumput Laut di Desa Kupang

10 Desember 2022 23:18
Kisah & Perjalanan

Piala Dunia 2022: Qatar Ubah Pertandingan Bola menjadi Keramahan Budaya Arab dan Keindahan Islam

9 Desember 2022 10:25
Kisah & Perjalanan

Turki dan Surga Kucing

4 Desember 2022 23:45
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?