Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Kisah & Perjalanan

Kota Pertama di Amerika yang Mayoritas Anggota Dewan Beragama Islam [1]

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 29 Februari 2016 10:21 10:21 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 29 Februari 2016 10:19
Bagikan
Mural buatan Dasic Fernandez di Hamtramck, Michigan
Bagikan

Hidayatullah.com–Bagi orang-orang luar yang terpengaruh media, mereka memandang Hamtramck, Michigan, sebagai contoh perselisihan agama dan rasial di Amerika Serikat. Pada November, kota itu menjadi kota pertama di AS yang anggota dewan terpilihnya mayoritas Muslim.
“Dalam banyak jalan, Hamtramck merupakan kehidupan kecil dari ketakutan yang mencengkram bagian negara ini sejak ISIS menyerang Paris,” demikian Washington Post melaporkan sesaat setelah pemilihan usai.

Tetapi walikota kota tersebut, Karen Majewsi, memandangnya berbeda. Bagi dia, Hamtramck bukanlah kehidupan kecil ketakutan, tetapi “sebuah kehidupan kecil ideal Amerika”.

“Apa yang tidak saya lihat adalah bentuk ketakutan akan terorisme, atau kepanikan umum yang bermain dalam sebuah cerita nasional yang saya kira media nasional mencoba untuk memasukkan Hamtramck ke dalam itu,” ujar Majewski mengatakan pada Middle East Eye (MEE), Rabu (17/02/2016).

Kota berukuran 2,2 mil persegi – yang padat penduduk itu dikelilingi oleh Detroit – yang dikenal karena karakter Katolik Polandia, tetapi pada 30 tahun terakhir Hamtramck (dibaca Ham-tram-ick) telah menarik ribuan imigran dari Yaman (sekarang mencapai 14 persen dari populasi), Bangladesh (15 persen) dan Bosnia (5 persen).

Instansi dan tempat-tempat di Hamtramck merupakan bukti dari keragamannya – toko grosir Yaman dan Asia Selatan, toko makanan dan roti Polandia, bar-bar untuk pemuda punk dan kedai minuman kota bagi pekerja otomotif, dan, tentu saja, restoran yang melayani beberapa makanan, kebanyakakan makanan daerah negara itu.

Baca Juga

Ketua Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia mengunjungi Palestina dan Masjidil Aqsha
Keadaan Masjidil Aqsha dan Rakyat Palestina di Bawah Penjajahan Israel
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [2]
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [1]
Manis Asin Bisnis Si Kental Hitam
Syiarkan Tilawah al-Quran, Mahasiswa STAIL Selenggarakan “Touring Quran”

“Peningkatan dari Muslim di sini telah terbukti membuat pergi beberapa penduduk dari kota yang telah lama dikenal suka menari, bir, kue paczki dan paus,” tulis Washington Post.

Tetapi bagi Mayor Majewski, yang merupakan keturunan Polandia, pernyataan seperti itu merupakan penggambaran yang salah dari realita kehidupan di Hamtramck.

“Saya kira dulunya terdapat sepasang cerita yang dekat dalam mencocokkan kami. Pernyataan umum Fox News, pernyataan Donald Trump, langit runtuh dan Muslim mengambilalih cerita negara ini,” kata dia pada MEE.

“Dan kemudian terdapat semacam cerita yang mereka ingin beritahukan tentang masyarakat itu sendiri bahwa kami takut akan tetangga kami, saat itu terjadi kepanikan umum di Hamtramck, dan itu mengisyaratkan kota yang berbeda ke depannya.”

Majewski mengakui bahwa beberapa penduduk lama merasa tidak mudah menerima fakta bahwa Hamtramck yang mereka kenal dan mereka cintai berubah dari yang dilalui nenek moyang dan orang tua mereka, tetapi dia mengatakan bahwa perubahan itu berasal dari cara media nasional menggambarkan kegelisahan.

“Saya tentunya tidak mencoba untuk mengabaikan dan menolak perbincangan dan kegelisahan seperti itu yang orang-orang rasakan, tetapi saya kira mereka telah mendapat pengertian yang salah dari orang luar,” dia mengatakan pada MEE.

“Bahkan orang-orang yang mengartikan dan gelisah bahwa Hamtramck tidak seperti seharusnya, tidak tinggal di museum nenek (mereka) … cobalah bertanya pada orang-orang yang sama, ‘Jadi, apa yang Anda sukai dari Hamtramck?’ dan salah satu yang mereka selalu katakan adalah ‘keragaman,’ mereka suka berada diantara orang-orang dari seluruh dunia.”

Hukum Syariah di Hamtramck?

Selama tiga bulan terakhir, anggota dewan kota Hamtramck yang Muslim mengatakan mereka telah ditanyai terus-menerus oleh media apakah mereka akan melakukan penerapan syariah atau hukum Islam di Hamtramck. Bagi mereka, itu pertanyaan yang lucu.

“Pertanyaan (terbesar) yang aku dapatkan dari organisasi media adalah, ‘Oh, apakah kalian akan mencoba untuk membawa hukum Syariah?’” ujar anggota dewan berdarah Amerika-Yaman yang baru saja terpilih Saad al-Masmari mengatakan pada MEE.*/Nashirul Haq AR (BERSAMBUNG)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:anggota dewanHamtramckhukum IslamMuslimsyariat Islam
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Makmurkan Masjid, Pernah Dicurigai Pencuri Kotak Infaq
Tulisan selanjutnya Hizbullah Terbukti Beri Bantuan pada Pemberontak Syiah Houthi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei

Berita
30 Mei 2026 10:11
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

Kisah & Perjalanan

Aksara Jawi yang Masih Bertahan di Brunei Darussalam

21 Desember 2022 09:45
FeatureKisah & Perjalanan

Mendulang Rezeki dari Budi Daya Rumput Laut di Desa Kupang

10 Desember 2022 23:18
Kisah & Perjalanan

Piala Dunia 2022: Qatar Ubah Pertandingan Bola menjadi Keramahan Budaya Arab dan Keindahan Islam

9 Desember 2022 10:25
Kisah & Perjalanan

Turki dan Surga Kucing

4 Desember 2022 23:45
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?