Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Kisah & Perjalanan

Kisah Dokter IMS di Bangladesh, Menyaksikan Kepiluan Pengungsi Rohingya

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 30 September 2017 06:40 6:40 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 30 September 2017 08:00
Bagikan
Dokter Kepala Bidang Emergency IMS, dr Saifuddin Hamid, saat di pengungsian Rohingya di Bangladesh.
Bagikan

MALAM itu, Rabu, 13 September 2017, dokter Saifuddin Hamid meninggalkan Jakarta. Bersama tim Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), ia terbang ke Bangladesh dalam misi menyalurkan bantuan kemanusiaan dari Indonesia kepada pengungsi Rohingya.

Mereka tiba di Bandara Internasional Shah Amanat, Chittagong, Bangladesh, pada Kamis (14/09/2017) siang sekitar pukul 14.00 waktu setempat. Di Bandara, mereka disambut oleh duta besarnya. Bantuan kemanusiaan yang dibawa itu lalu diserahkan ke pemerintah Bangladesh.

Bantuan itu antara lain berupa tenda, selimut, family kit, paket gizi siap saji, pakaian ibu-ibu, pembalut, dan tanki-tanki air.

Bantuan-bantuan itu kemudian didistribusikan ke Cox’s Bazar, tempat lokasi pengungsian yang jaraknya sekitar 170 kilometer dari Chittagong. Dari bandara, butuh waktu delapan-sembilan jam untuk sampai ke Cox’s Bazar.

Baca: Ini Bantuan yang Dibutuhkan Para Pengungsi Rohingya di Bangladesh

Namun rupanya, tutur Saifuddin, rombongan BNPB  tidak boleh langsung memberikan bantuan ke pengungsi Rohingya.

Baca Juga

Ketua Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia mengunjungi Palestina dan Masjidil Aqsha
Keadaan Masjidil Aqsha dan Rakyat Palestina di Bawah Penjajahan Israel
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [2]
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [1]
Manis Asin Bisnis Si Kental Hitam
Syiarkan Tilawah al-Quran, Mahasiswa STAIL Selenggarakan “Touring Quran”

“Harus melalui pemerintah sana,” ujar Saifuddin di sela-sela kesibukannya mengobati pasien, saat berbincang kepada hidayatullah.com pada Rabu (27/09/2107), di lantai dua klinik Islamic Medical Service (IMS), Jatinegara, Jakarta Timur, selepas shalat maghrib.

Kami berbincang ihwal kondisi pengungsi Rohingya di Bangladesh. Saifuddin baru beberapa hari ini kembali ke Indonesia, setelah menempuh belasan hari dalam rangkaian misi kemanusiaan untuk Rohingya itu.

Dokter Kepala Bidang Emergency IMS ini bertutur. Alasan bantuan BNPB tidak bisa diberikan langsung kepada pengungsi karena pemerintah Bangladesh katanya ingin menjaga keamanan.

Untuk bantuan medis pun, Saifuddin mengaku tidak bisa memeriksa kesehatan pengungsi Rohingya. Sebab itu katanya sudah jadi tanggung jawab palang merah internasional.

Baca: Bantu Rohingya, FPI Sudah Kirim Relawan ke Perbatasan Myanmar-Bangladesh

Meski begitu, Saifuddin tetap mengamati langsung kondisi kepiluan para pengungsi Rohingya di lokasi pengungsian. Ia menyebut ada sekitar ratusan ribu pengungsi di sana.

“Keadaan pengungsi sangat memprihatinkan sekali,” ungkapnya.

Mereka tidak memakai alas kaki. Berpakaian seadanya. Rata-rata buka baju karena bajunya basah setelah menyeberangi sungai. Belum lagi cuaca di Bangladesh yang tidak jelas. Kadang panas, kadang hujan. Dan di lokasi pengungsian becek pula. “Gampang kena sakit, kan (pengungsi,” ucapnya prihatin.

Ia mendengar laporan, ada pengungsi yang sakit saluran pernapasan dan kena penyakit kulit. Bahkan ada yang stres, trauma karena diperkosa. Ibu-ibu kelihatan lari-lari sendiri.

Nahasnya, air di sana juga susah. Pengungsi kalau mau shalat tidak bisa wudhu, tapi tayamum. Airnya payau.

Baca: Punya Ratusan Cabang, Hidayatullah Siap Tampung Anak Anak Rohingya

 

Kualitas tenda antar pengungsi juga beda-beda. Ada yang tendanya lengkap. Ada yang atapnya pakai plastik atau terpal dan disokong bambu. Tapi tidak beralas. Sehingga becek. Dan bahkan ada yang tidak pakai tenda. Mereka tinggal di pinggir jalan. “Yang banyak yang ada di pinggir jalan,” kata dokter Saifuddin. Kalau truk bantuan sudah tiba, mereka inilah yang antre berebut ambil bantuan.

Bantuan yang mendesak diberikan kepada pengungsi untuk sekarang ini, kata Saifuddin, antara lain makanan, terutama untuk balita dan lansia. Kemudian sanitasi, tenda, makanan, selimut, dan pakaian.

Ia pun berharap, pemerintah Myanmar mau mengakui kewarganegaraan etnis Rohingya, dan pengungsi Rohingya bisa cepat kembali ke Rakhine, Myanmar. Sebab kondisi di lokasi pengungsian tidak layak.* Andi

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Badan Nasional Penanggulangan BencanaBangladeshbantuan untuk RohingyaBNPBDistrik Cox’s Bazardokter IMSDr Corona Setiawandr Saifuddin Hamidetnis Rohingyagenosida RohingyaHidayatullahHidayatullah Peduli RohingyaIMSIslamic Medical Servicekebutuhan pengungsi RohingyaKekerasan RohingyaKoordinator Tim MuhammadiyahAidkrisis kemanusiaanmyanmarpemerintah BangladeshPengungsi RohingyaRohingyatragedi kemanusiaan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Otoritas China Beri Hukuman Berat Kaum Muslim yang Ketahuan Menyimpan Al-Quran
Tulisan selanjutnya Jangan Tiru ‘Adegan’ Ini

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak

Berita
17 Juli 2026 14:04
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
Relawan Bantuan di Gaza Syahid Dibom ‘Israel’ usai Gelar Nobar Piala Dunia
Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Kisah & Perjalanan

Aksara Jawi yang Masih Bertahan di Brunei Darussalam

21 Desember 2022 09:45
FeatureKisah & Perjalanan

Mendulang Rezeki dari Budi Daya Rumput Laut di Desa Kupang

10 Desember 2022 23:18
Kisah & Perjalanan

Piala Dunia 2022: Qatar Ubah Pertandingan Bola menjadi Keramahan Budaya Arab dan Keindahan Islam

9 Desember 2022 10:25
Kisah & Perjalanan

Turki dan Surga Kucing

4 Desember 2022 23:45
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?