“JANGAN bangun kesiangan, nanti rezekimu dipatuk ayam,” kata pepatah.
Ya. Seyogianya segenap kaum Muslimin memiliki ghirah tinggi dalam mencari rahmat Allah, termasuk rezeki, khususnya pada pagi hari.
Dilarang bermalas-malasan, apalagi masih terlelap dalam peraduan karena malas. Jelas ini aktivitas tidak positif. Sebab pada pagi hari inilah, salah satu pintu keberkahan bagi kaum Muslimin.
Sebagaimana baginda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam berdoa, “Ya Allah, berkahilah umatku di pagi hari….” (HR Abu Dawud 2239).
Baca: Dzikir (Tak Mesti) Pagi
Ihwal semangat kerja di pagi hari, mari berkaca kepada penduduk Pulau Santen, Banyuwangi, Jawa Timur.
Rabu pagi, 22 November 2017 itu, misalnya, ketika hidayatullah.com bertandang ke sana, tampak mereka telah menyingsingkan lengan baju.
Padahal matahari saja masih ‘malu-malu’ menyapa penduduk bumi.
Apa aktivitas mereka?
Sebagai penduduk yang bermukim di pesisir pantai dan berprofesi sebagai nelayan, pagi itu di antara mereka ada yang sudah menyebur ke sungai untuk mencari kerang.
Dengan menggunakan jaring anyaman bambu di kanan dan ember di tangan kiri, mereka menyiduk ke bagian dalam air untuk menangkap kerang.
Selepas itu, dengan lincahnya jari-jemari mereka menguir-nguirkan lumpur yang masuk ke jaring, kemudian mengambil kerang dan menaruhnya di ember.
Berjarak 20 meteran dari posisi kelompok ini, tepatnya di bibir pantai Pulau Santen, terlihat sekelompok bapak dengan kompak menarik tali yang panjangnya puluhan meter.
Pantauan hidayatullah.com, itu adalah tali jaring yang mereka pasang di laut. Setelah dirasa cukup waktu pemasangan, barulah mereka secara serempak menarik dua sisi tali jaring itu.