Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Kisah & Perjalanan

Kisah Muhammad Keith, Usia 90 Tahun Semangat Belajar Baca Quran

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 4 Juni 2015 14:16 2:16 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 4 Juni 2015 14:16
Bagikan
Mohammad Keith danSyeikh Dr.Yassir Qadhi
Bagikan

Hidayatullah.com– Muhammad Keith-Kingsley Cunliffe, asal London. Ia adalah muallaf tertua yang pernah saya temui. Umurnya akan mencapai 90 tahun sebentar lagi, dan dia baru masuk Islam beberapa tahun yang lalu.

Saya bertanya tentang kisahnya. Awalnya dia diterima di Sandhurst Academy, akademi militer kerajaan Inggris. Namun, karena Perang Dunia II pecah, dia justru ditawari untuk ikut berperang dan akan mendapat promosi di militer, sebagai ganti studinya di Sandhurst.

“Aku tidak bisa ikut berperang karena aku tidak ingin membunuh orang lain,” ujarnya. Dia akhirnya menolak tawaran menggiurkan itu.

Setelah perang usai, di awal 1950-an, dia mendapat pekerjaan di sebuah perusahaan Inggris untuk mengelola sebuah pabrik teh di Indonesia.

Di situlah, katanya, dia melihat orang-orang Muslim untuk pertama kali dalam hidupnya. Walaupun dia hanya bekerja di Indonesia beberapa tahun saja, ingatan akan orang-orang Muslim itu selalu tinggal di ingatannya. Setelah dia kembali, dia membeli sebuah cetakan Al-Qur’an dan membacanya beserta beberapa literatur Islam lainnya. Hal itu dia lakukan selama enam puluh tahun!

Baca Juga

Ketua Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia mengunjungi Palestina dan Masjidil Aqsha
Keadaan Masjidil Aqsha dan Rakyat Palestina di Bawah Penjajahan Israel
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [2]
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [1]
Manis Asin Bisnis Si Kental Hitam
Syiarkan Tilawah al-Quran, Mahasiswa STAIL Selenggarakan “Touring Quran”

Dia bercerita bahwa dia selalu berkeinginan untuk masuk Islam, namun kesempatan itu tidak pernah datang.

Hingga suatu hari, ketika dia berjalan di salah jalan di London, dia menemukan sebuah stan dakwah yang dikelola oleh kawan saya, Abdurrahim Green, dan yang lainnya.

Terjadi sebuah percakapan yang diteruskan dengan beberapa pertemuan. Sampai akhirnya, di usianya yang sudah 80-an, Keith masuk Islam dan mengambil nama “Muhammad”, orang yang dia paling kagumi.

Salah satu penduduk setempat memberitahuku, bahwa Muhammad sangat berkeinginan untuk belajar Al-Qur’an sehingga dia menghadiri kelas di masjid setempat, yang sebenarnya diperuntukkan untuk anak-anak untuk belajar membaca tulisan Arab.

Jadilah saudara kita, Muhammad, di usianya yang hampir 90, duduk bersama anak-anak berumur 5 tahun untuk belajar membaca Al-Qur’an!

Dia mengaku padaku, dengan sedikit menyesal, “Aku bisa membaca sekarang, namun aku masih belum mengerti bahasa Arab”!

“Apa sebenarnya yang ada dalam para pekerja Indonesia itu, yang membuatmu kagum dan membuatmu begitu tertarik dengan Islam?” demikian perbertanya partanyaanku padanya.

“Budi pekerti mereka yang bagus, dan ibadah mereka. Aku pernah memperhatikan mereka berjalan ke sungai dan membersihkan diri mereka, dan aku bertanya apa yang mereka lakukan. Lalu, mereka memberitahuku bahwa mereka berwudhu untuk shalat,” demikian ujar Muhammad Keith.

Mari kita ambil pelajaran dari kisah ini dan jangan sekali-kali meremehkan kekuatan dari akhlak yang baik dan rohani yang kuat!

Para pekerja Indonesia itu mungkin tidak pernah memperkirakan pengaruh dari akhlak sederhana mereka terhadap atasan mereka.

Namun, tetap saja 60 tahun kemudian, sikap mereka yang periang, kejujuran, dan shalat mereka lah yang menyebabkan Keith untuk beriman kepada Rasulullah Muhammad Shallahu ‘alaihi wa Sallam dan mengubah namanya dengan nama orang yang paling dia cintai.*[Kisah ini diterjemahkan langsung dari akun Facebook Syeikh Dr.Yassir Qadhi, ulama Amerika keturunan Pakistan]

 

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:akademi militer kerajaan InggrisBelajar Baca Tulis Al-QuranLondonmasuk islamMuallafMuhammad KeithMuhammad Keith-Kingsley CunliffePakistanpekerja IndonesiaSyeikh Dr.Yassir Qadhiulama AmerikaUsia 90 Tahun
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya George W Bush Lebih Populer dibanding Obama
Tulisan selanjutnya Lukmanul Hakim: Pengertian Istihalah Tak Bisa Dijadikan Landasan Menghalalkan Sesuatu Sesuai Syariah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

Berita
3 Juni 2026 13:00
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

Kisah & Perjalanan

Aksara Jawi yang Masih Bertahan di Brunei Darussalam

21 Desember 2022 09:45
FeatureKisah & Perjalanan

Mendulang Rezeki dari Budi Daya Rumput Laut di Desa Kupang

10 Desember 2022 23:18
Kisah & Perjalanan

Piala Dunia 2022: Qatar Ubah Pertandingan Bola menjadi Keramahan Budaya Arab dan Keindahan Islam

9 Desember 2022 10:25
Kisah & Perjalanan

Turki dan Surga Kucing

4 Desember 2022 23:45
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?