Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Kisah & Perjalanan

Kisah Ustadz Meninggal ‘Mendadak’ Bakda Adzan Jumat

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 7 Januari 2018 13:52 1:52 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 7 Januari 2018 10:00
Bagikan
(Almarhum) Ustadz Robi'in, dai Hidayatullah Palangka Raya, Kalimantan Tengah dalam suatu acara semasa hidupnya.
Bagikan

PAGI itu, hari Jumat, 11 Rabi’ul Akhir 1439 H bertepatan 29 Desember 2017. Abah masih akan melanjutkan amanah untuk menyelesaikan beberapa urusan keluar kampus.

Abah merupakan panggilan untuk Ustadz Robi’in, salah seorang dai di Palangka Raya, Kalimantan Tengah.

Dengan mengendarai sepeda motor bebek berwarna hitam yang sering digunakannya, Abah berangkat dengan penuh semangat tanpa pernah terlihat lelah.

Sekitar pukul 9 Abah pulang, karena ada beberapa berkas tertinggal, sambil singgah ke tepi kolam ikan patin yayasan -yang selama ini Abah rawat- untuk mengecek kondisi air. Kemudian Abah kembali ke kota untuk melanjutkan kegiatan yang sedang diselesaikan.

Sekitar pukul 11.10 WIB, Abah pulang dan berpesan kepada Ummi, demikian Ustadzah Fatimah, istri Abah, biasa dipanggil. Pesan Abah, selesai shalat Jumat ia akan balik lagi ke bank untuk melanjukan urusan dan berkas masih dititip di sana.

Baca Juga

Ketua Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia mengunjungi Palestina dan Masjidil Aqsha
Keadaan Masjidil Aqsha dan Rakyat Palestina di Bawah Penjajahan Israel
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [2]
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [1]
Manis Asin Bisnis Si Kental Hitam
Syiarkan Tilawah al-Quran, Mahasiswa STAIL Selenggarakan “Touring Quran”

Jam di dinding menunjukkan bahwa 10 menit lagi adzan Jumat akan berkumandang.

Abah berucap kepada Ummi: “Saya lapar dan saya juga belum mandi, apa saya mandi ini…”

Jawab Ummi, “Makan dulu, setelah itu mandi, karena ini Jumat, nanti disiapkan air hangat.”

Setelah makan beberapa suap nasi dan sebiji donat, Abah bertanya lagi, “Itu suara ngaji di masjid kok kecil?”

“Nyaring kok suaranya, sampai rasa mau tuli kedengarannya,” Ummi menjawab sambil sedikit berekspresi.

“Owh… Berarti telingaku saja yang agak tuli, dan kepala agak pusing,” jawab Abah sambil sedikit bercanda.

“Mungkin Abah terlalu lelah itu,” Ummi menambahkan.

Baca: Mengajarkan Hadits Hingga Ajal Menjemput

Abah pun segera menuju kamar mandi untuk mandi, sambil berucap, “Kepalaku agak pusing, dan berkunang-kunang pandangan”

“Kalau begitu, tidak usah ditutup pintu kamar mandinya, biar bisa dibantu kalau masih pusing,” Ummi menanggapi lantas bergegas menutup pintu depan dan belakang rumah. Supaya tidak ada yang masuk rumah ketika Abah sedang mandi.

Selesai mandi, Abah berhanduk sambil dibantu Ummi, karena terlihat Abah seperti agak berat melakukannya. Abah berwudhu pun sambil dipegangi Ummi, karena Abah seperti kepayahan untuk merunduk.

Selesai berwudhu, sambil tetap dipegangi Ummi, Abah menuju kamar untuk berpakaian. Namun tiba-tiba Abah bertahlil dengan intonasi yang agak cepat dan tidak terputus;

“Laailaha illalLoh … Laailaha illalLoh … Laailaha illalLoh ….”

“Abah kenapa ?” tanya Ummi.

“Kepalaku sakit… Laailaha illalLoh … Laailaha illalLoh … Laailaha illalLoh …” jawab Abah sambil menunjukkan bagian belakang kepalanya yang sakit.

Ummi pun menyarankan Abah baring, Abah turut, sambil terus melanjukan dzikir tahlilnya.

“Laailaha illalLoh … Laailaha illalLoh … Laailaha illalLoh ….”

Ummi jadi semakin panik atas kondisi Abah yang demikian. Ia pun memanggil putra sulungnya yang sudah ada di masjid depan rumah.

Setibanya di rumah, putra sulung Abah duduk di sisi kanan Abah sambil ikut memijat-mijat dan bertanya, “Abah kenapa? Sakitnya di bagian mana?”

Abah menjawab dengan isyarat tunjukan ke kepala bagian belakangnya sambil terus berdzikir.

“Laailaha illalLoh … di sini … Laailaha illalLoh … Laailaha illalLoh …,” demikian jawab Abah.

Sang sulung bertanya ke Ummi, “Ummi, Abah sudah minum? Coba tawarin minum.”

Kemudian Ummi mengambilkan botol berisi air zam-zam di rak dan menawarkan ke Abah, lalu menyuapkan air itu. Sampai tiga teguk, Abah beri isyarat cukup sambil terus melanjutkan dzikirnya.

Adzan Jumat berkumandang. Ummi masih dalam kondisi panik sambil terus memanggil-manggil Abah.

“Abah… Abah… Dengar adzan, Abah!”

Abah hanya menjawab dengan anggukan dan deheman yang menandakan beliau masih mendengar.

Semakin mendekati akhir adzan, suara dzikir Abah semakin tidak jelas, hanya terdengar seperti orang bergumam berulang-ulang.

Ummi semakin panik dan terus memanggil dan bertanya apakah masih mendengar adzan, Abah masih terus bergumam dan semakin tidak jelas.

Selesai adzan berkumandang, Ummi dan putra sulungnya membisikkan doa selesai adzan ke telinga Abah. Bersamaan itu pula suara Abah menghilang, Ummi pun semakin panik.

Putra sulungnya menyarankan untuk segera membawa Abah ke rumah sakit, sambil segera keluar memanggil salah seorang ustadz Hidayatullah untuk mengantar ke sana.

Baca: Kisah Sopir Ambulans yang Dijemput Ajal Saat Menjemput Jenazah

Sesampainya, pihak rumah sakit berusaha untuk memberikan pertolongan. Namun kemudian, mereka memberikan kesimpulan, Abah sudah tidak bernapas meskipun detak jantung dan nadi masih terdeteksi sangat lemah. Kemungkinan Abah sadar sangat kecil.

Akhirnya salah seorang ustadz mengajak Ummi dan ketiga putranya berkumpul. Kemudian disepakati bersama-sama untuk menyatakan keikhlasan apa pun yang terjadi dengan Abah, supaya bisa meringankan apa yang sedang dilalui beliau.

Setelah selesai berkumpul, Ummi mengajak anaknya dan beberapa ustadz yang belum sempat shalat untuk pergi shalat ke mushalla rumah sakit. Sedangkan Abah ditunggui oleh putra bungsunya yang memang sudah shalat. Selesai shalat, dikabarkan bahwa Abah sudah wafat.

Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Selamat jalan Abah! InsyaAllah Ridha Allah menyertai perjalananmu.*

Dikisahkan untuk hidayatullah.com oleh Taqin Abuu Haniyya, putra sulung Ustadz Robi’in. Almarhum kelahiran Kediri, 28 Maret 1955, terakhir diamanahi sebagai Ketua Dewan Pembina Kampus Madya Hidayatullah Palangka Raya. Selain seorang istri, almarhum meninggalkan tiga orang putra.

Jenazah (almarhum) Ustadz Robi’in. [Foto: ist./hidayatullah.com]
Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:adzan JumatAjalanakayahdaiDai Hidayatullahhari Jum'atHidayatullahHidayatullah Palangka RayaibuJumat berkahKematianmati mendadakmeninggal di hari Jumatmeninggal mendadakmenyambut kematianPalangka Rayarumah sakitsakaratul mauttahlilwafat
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Anies: Mendidik artinya Bergerak Menyiapkan Masa Depan
Tulisan selanjutnya Gubernur DKI Berharap Pesantren Cetak Pebisnis Skala Besar

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal

Berita
31 Mei 2026 05:00
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Terbaru

  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Mungkin Anda Juga Suka

Kisah & Perjalanan

Aksara Jawi yang Masih Bertahan di Brunei Darussalam

21 Desember 2022 09:45
FeatureKisah & Perjalanan

Mendulang Rezeki dari Budi Daya Rumput Laut di Desa Kupang

10 Desember 2022 23:18
Kisah & Perjalanan

Piala Dunia 2022: Qatar Ubah Pertandingan Bola menjadi Keramahan Budaya Arab dan Keindahan Islam

9 Desember 2022 10:25
Kisah & Perjalanan

Turki dan Surga Kucing

4 Desember 2022 23:45
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?