Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Kisah & Perjalanan

Di Tengah Kesulitan, Korban Gempa NTB Patungan Berkurban

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 21 Agustus 2018 10:57 10:57 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 21 Agustus 2018 10:57
Bagikan
Warga Dusun Jorong, Sembalun, Lombok Timur, menggelar shalat Jumat pertama di Masjid Istimewa Ramah Gempa, Jumat (10/08/2018). Sebelum masjid darurat itu didirikan, masyarakat shalat Jumat di petak sawah yang dibabat menjadi lapangan.
Bagikan

Hidayatullah.com– Mata Yono berkaca-kaca, ketika membayangkan rumahnya yang kini sudah rata dengan tanah. Gempa besar bertubi-tubi sudah membuat seluruh warga dusun Jorong, Sembalun Bumbung Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), mengungsi ke tenda sederhana beratap terpal.

Tak ada warga yang berani masuk ke dalam bangunan. “Hampir semua rumah rata dengan tanah, termasuk rumah saya,” kenang Yono baru-baru ini.

Tak pernah terpikirkan dalam benaknya, kalau Lombok akan diguncang gempa dahsyat yang meluluhlantakkan kampung halamannya.

“Hanya Allah saja yang kami miliki sekarang. Yang bisa memberi kami keteguhan menghadapi semua ini,” kata Yono.

Ternyata, di balik kesulitan yang melanda Yono, di balik rumahnya yang hancur, di balik barang-barangnya yang rusak, di balik trauma akan gempa, ia masih menyisakan sedikit ruang untuk terus berbagi.

Baca Juga

Ketua Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia mengunjungi Palestina dan Masjidil Aqsha
Keadaan Masjidil Aqsha dan Rakyat Palestina di Bawah Penjajahan Israel
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [2]
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [1]
Manis Asin Bisnis Si Kental Hitam
Syiarkan Tilawah al-Quran, Mahasiswa STAIL Selenggarakan “Touring Quran”

Yono, salah seorang petani yang ikut membagikan bawang hasil buminya, untuk para pengungsi di Lombok Utara. Dan kini, ketika Idul Adha 1439H/2018 tiba, lagi-lagi Yono ingin berbagi.

“Saya ingin berkurban!” katanya.

Yono tak sendiri. Ada puluhan warga Sembalun Bumbung yang rumahnya rata dengan tanah ingin berkurban. Inisiasi para pengungsi untuk berkurban ini dirampunkan di Masjid Darurat Ramah Gempa dusun Jorong.

Ustadz Sinardi, salah seorang pengungsi yang juga pengurus masjid sebelumnya yang sudah rusak, mengatakan, di tengah kesulitan yang menghampiri para pengungsi, mereka berkomitmen untuk tetap berkurban tahun ini.

“Warga akan tetap berkurban tahun ini,” kata Sunardi di hadapan masyarakat ketika membahas Idul Adha di pengungsian. Apa bisa terbayangkan, seorang pengungsi, tak memiliki rumah, hidup dalam kesulitan, masih ingin berkurban?

“Alhamdulillah, dikumpul-kumpul, ada lima sapi kami dapati,” kata Sinardi.

Dia, dan juga warga Jorong masih teringat, ketika awal-awal membangun masjid darurat bersama para relawan, Jumat pertama pasca gempa pertama (6,4 SR) melanda, Ahad (29/07/2018).

Para ustadz di masjid itu mengingatkan tentang salah satu ciri orang bertakwa (QS: Ali Imran ayat 134 ) yang tetap berbagi, di saat lapang dan sempit. Maka, kita tahu bagaimana gerakan dari masjid beratap terpal ini.

Berpuluh-puluh ton sayuran, hasil panen warga dikirimkan untuk para pengungsi di Lombok Utara. Berduyun-duyun warga datang ke masjid, membawa apapun yang mereka miliki.

“Ya memang kami sedang sulit, tapi mungkin masih ada rezeki yang Allah berikan dari panen tanaman kami, atau ada yang memang sudah menabung ingin berkurban, maka mereka tetap berkurban,” kata Sinardi.

Saat lapang, kata Sinardi, warga bisa saja mudah berkurban. Tahun lalu, kata Sinardi, ada lebih dari 11 sapi untuk Dusun Jorong saja untuk berkurban. “Tahun ini, sementara kami hanya bisa mengumpulkan patungan 5 sapi,” tambahnya.

“Dan tahun ini, saat kondisi kita sulit, ini ujian untuk kami sebenarnya, apakah tetap berkurban atau tidak,” lirih Sunardi. Dan mereka pun, memilih untuk berkurban, Subhanallah!

Bisa saja, kata Sunardi, uang yang tersisa digunakan untuk –misal- membangun rumah, membeli kebutuhan sendiri, dan lainnya.

“Bisa saja sebenarnya seperti itu. Tapi sungguh kami rugi, rugi betul jika kondisi langka seperti itu, kami malah tidak berkurban,” tegasnya.

Sinardi mengatakan, berjuta hikmah di balik perintah kurban ini. Sebut saja, ketika Nabi Ibrahim yang diminta menyembelih Ismail, anak semata wayangnya yang telah lama dinanti.

Begitu berat Ibrahim untuk menyembelih puteranya sendiri. Namun, karena itu perintah Allah, ia tetap lakukan. Di ujung kisahnya, kita semua tahu bahwa Allah memuliakan mereka berdua dan menjadikan teladan.

Dan kini, teladan Ibrahim-Ismail abad ini mungkin saja hinggap di warga Dusun Jorong. Di tengah rasa trauma, di tengah kesulitan, di tengah tak memiliki harta benda apapun, mereka tetap berkurban!

Lantas bagaimana dengan kita?* Rizki Lesus/INA

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:gempa NTBNTB
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya vaksin Israel Ini Kandungan Haram Vaksin MR
Tulisan selanjutnya Dokter Sarankan Makan Daging Sebaiknya Terkontrol

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Erdogan Serukan Persatuan Dunia Islam dalam Perayaan Maulid di Istanbul

Berita
29 Agustus 2026 14:04
Bahtsul Masail Qanuniyah Muktamar ke-35 NU akan Bahas RUU Perampasan Aset
Suriah Angkat Pemimpin YPG Jadi Penasihat Kepresidenan
DPP Hidayatullah Dorong APHIDA Perkuat Kolaborasi dan Jaringan Bisnis untuk Hidayatullah
Wali Kota Berlin Bilang Hacker Meretas Sistem dan Mencuri Data Ibu Kota Jerman

Terbaru

  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
  • Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK

Mungkin Anda Juga Suka

Kisah & Perjalanan

Aksara Jawi yang Masih Bertahan di Brunei Darussalam

21 Desember 2022 09:45
FeatureKisah & Perjalanan

Mendulang Rezeki dari Budi Daya Rumput Laut di Desa Kupang

10 Desember 2022 23:18
Kisah & Perjalanan

Piala Dunia 2022: Qatar Ubah Pertandingan Bola menjadi Keramahan Budaya Arab dan Keindahan Islam

9 Desember 2022 10:25
Kisah & Perjalanan

Turki dan Surga Kucing

4 Desember 2022 23:45
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?