Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Feature

Curhatan Ibu dari Nakes yang Berjuang Melawan Covid-19

Ahmad
Terakhir diupdate: 24 Maret 2020 08:04 8:04 am
Ahmad
Dipublikasikan 23 Maret 2020 13:30
Bagikan
RS Unair Surabaya, Jatim
Bagikan

“SEORANG istri ataupun ibu tidak akan pernah berniat untuk mencelakakan anaknya,” demikian ungkapan Andriani Primardiana.

Pernyataan itu bukan tanpa alasan ia lontarkan kepada hidayatullah.com melalui pesannya, pada Senin (23/03/2020).

Andri, sapaan akrabnya, adalah seorang ibu dari dua anaknya yang kini menjadi Tenaga Kesehatan (Nakes, sebagai dokter) di RS Unair Surabaya.

Salah satu RS yang ditunjuk menjadi rujukan kasus coronavirus jenis baru (Covid-19) yang kini tengah menyerang Indonesia, bahkan telah mewabah di penjuru dunia.

Sementara suaminya, Prof Djoko Agus Purwanto adalah salah satu pengelola keuangan dan SDM di RS tersebut.

Baca Juga

Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026
Karena Politik Penjaga Sapi, Peternak Menangis Pasar Sepi
Niat Ajak Teman Kembali Kristen, Pemuda Ini Justru Temukan Hidayah dan Masuk Islam
Jawad Pulang dengan Luka Siksaan ‘Israel’
Dapur Tak Pernah Padam: 224 Tahun Memberi Makan Fakir dan Musafir

“Jadi, prinsipnya sebagai ibu dan istri dari Nakes, (saya) ketakutan keluarga (suami dan anak-anak) tertular oleh Covid-19, ini luar biasa. Karena, Alat Pelindung Diri (APD) minim serta tidak sesuai dengan standar,” beber Andri mengungkapkan kegundahan hatinya.

Kegelisahan hati Andri memang wajar, karena baru-baru ini, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) telah mengeluarkan pernyataan, sebanyak enam dokter IDI dilaporkan meninggal dunia dan diduga akibat terinfeksi Covid-19.

Kabar kematian enam dokter tersebut diberitakan langsung lewat akun resmi Instagram IDI @ikatandokterindonesia.

“IDI berduka cita yang amat dalam atas berpulangnya sejawat-sejawat anggota IDI sebagai korban Pandemi Covid-19,” demikian keterangan pada unggahan foto enam dokter yang wafat tersebut.

Enam dokter tersebut masing-masing yakni, Hadio Ali, Djoko Judodjoko, Laurentius, Adi Mirsaputra, Ucok Martin, dan Toni D. Silitonga.

Sekretaris Jenderal IDI, Adib Khumaidi, belum bisa memastikan semua dokter yang meninggal tersebut karena positif terinfeksi akibat Covid-19. Namun, dia memastikan beberapa di antaranya dinyatakan telah positif melalui hasil pemeriksaan swab di laboratorium.

“IDI juga belum menerima data terkait tempat tugas mereka,” katanya seperti dikutip cnnindonesia.com.

Baca: RS Haji Pakai Mushalla untuk Isolasi Pasien Suspect Corona, Kini Dibantu Menag

Dia menjelaskan, salah satu faktor lain yang menjadi sebab kematian 6 dokter IDI itu diduga karena jumlah APD yang minim. Oleh karena itu, dia khawatir hal serupa dapat terjadi pada dokter atau Nakes lainnya di RS yang menangani pasien Covid-19.

Karena keterbatasan APD itu, masih kata Andri, suami serta anak-anaknya membawa semprotan alkohol sendiri untuk menyemprot masker serta APD agar bisa dipakai lebih lama. “Karena keterbasan persediaan. Daripada tidak ada pelindung,” ujarnya menambahkan.

Andri menjelaskan, masker mereka (Nakes) bukan seperti yang dipakai masyarakat pada umumnya, dan juga tidak bisa dibuat menggunakan bahan kain. “Masker mereka harus terstandar, kalau tidak virus (Covid-19) masih bisa masuk,” tegasnya menjelaskan.

Andri pun merasa, tak sekadar menjadi ibu bagi anak-anaknya, tetapi juga ibu dari Nakes-Nakes RS Unair Surabaya. “Karena, adik-adik staf RS Unair dan teman-teman anak (saya) japrinya ke kami,” katanya.

Baca: YLKI Minta Pemerintah Prioritaskan Urus Masalah Minimnya APD Nakes

Open Donasi

Selain istri bagi suami, dan ibu bagi anak-anaknya, Andri juga merupakan aktivis sosialita.

Karena itu, ketika ia melihat di akun resmi instagram RS Unair Surabaya “open donasi” untuk memenuhi kebutuhan APD yang terstandar bagi Nakes, hatinya pun tergerak membuat status di media sosialnya yang berisi ajakan kepada masyarakat agar ikut berpartisipasi.

“Karena, kepedulian terhadap para Nakes. Maka, saya share-lah bersama tulisannya,” ujarnya menjelaskan.

Andri menjelaskan, karena banyaknya Nakes yang terinfeksi dan sebagian wafat, maka RS Unair Surabaya pun membuka donasi untuk pengadaan APD serta kebutuhan darurat dalam menangani kasus Covid-19.

“Alhamdulillah, selama ini karena suami dan anak-anak (dinasnya) di RS (Unair Surabaya), maka masyarakat, kenalan, teman-teman FB, bahkan yang tidak kenal pun menanyakan, apa yang bisa mereka bantu untuk men-support Nakes agar tidak tertular,” imbuhnya.

MasyaAllah, kata Andri, donasi yang masuk luar biasa banyak. “Tulisan saya banyak di-share. Dana itu InsyaAllah akan amanah dalam penggunaannya. Saya tidak mengetahui berapa yang tidak konfirmasi ke saya dan langsung transfer. Tetapi, yang dikonfirmasi ke saya nominalnya luar biasa,” jelasnya.

Dengan bantuan dana dari masyarakat tersebut, Andri berharap semoga para Nakes bisa lebih terdukung kebutuhan APD maupun lainnya selama pandemik berlangsung.

“Jangan sampai mereka di garda depan berada dalam situasi yang berbahaya karena mereka sangat dibutuhkan masyarakat,” tegasnya.

“Niatan saya ini murni dari dalam hati, tidak mencari panggung agar terkenal. Ini lho umurnya sudah 54 tahun. Kalau bisa, sisa usia inipun bisa bermanfaat. Melalui tulisan-tulisan sederhana bisa membantu masyarakat untuk berbuat kebaikan dengan membantu yang lain,” terangnya.

“Sama sekali tidak ada pamrih di dalamnya, karena saya ini istri dan ibu dari Nakes yang tentu menginginkan anak-anaknya dan Nakes yang lain itu dalam kondisi save (selamat),” imbuh Andri penuh harap.

Bagaimana kalau beri bantuan berupa makanan? Andri mengatakan, sementara ini amunisi yang diberikan dan memenuhi gizi adalah telur rebus dan susu UHT. Namun sebaiknya, donasi berupa dana, supaya dapat dibelanjakan APD yang sesuai dengan kebutuhan RS.

“Banyak sekali teman-teman yang mau memberikan donasi tetapi bingung ke mana. Silakan bisa transfer langsung ke rekening resmi RS Unair. Bank Jatim 0321066666 a.n RS Unair,” jelasnya.

Dengan keterangan donasi Covid-19, kata Andri, rekening tersebut selalu diaudit secara berkala. “Apabila dari komunitas atau kumpulan dari Majelis Taklim dan lain sebagainya. Silakan bisa diinfokan kepada saya via WA untuk dimintakan tanda terima resmi dari RS.”

Baca: Tak Miliki Kasus Virus, Begini Kondisi Gaza Mengatasi Wabah

Jika ingin berdonasi berupa susu UHT, masih kata Andri, maka bisa langsung disampaikan kepada pihak RS Unair Surabaya pada hari/jam kerja.

“Mewakili segenap Nakes dari RS Unair selaku RS rujukan Covid-19, maka saya sampaikan maturnuwun (terimakasih) atas atensi dan perhatiannya. Semoga menjadi keberkahan dan menjadi amal kebaikan yang dapat menyelamatkan dan saling membantu saudara-saudara kita supaya terhindar dan sembuh dari penyakit Covid-19 ini,” tutupnya.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:APDcovid-19KesehatanRS UnairSurabayatenaga kesehatanvirus corona
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Aktivis ’98 Usul Pemerintah Setop Program Tak Efisien, Alihkan ke Pengamanan Sosial
Tulisan selanjutnya Coronavirus: Pastikan Warganya Tidak Berkeliaran, Prancis Kerahkan Drone

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Bom di terowongan tewaskan tentara Israel
Berita

Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan

Berita
1 Juni 2026 15:00
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Feature

Buka Bersama di Dam Square: Tikar Persaudaraan di Jantung Amsterdam

15 Maret 2026 16:19
Feature

South Lakes Islamic Centre Sambut Ramadhan dengan Buka Pintu bagi Jamaah dan Warga Non-Muslim

27 Februari 2026 07:00
Cermin

Karāmah yang Tidak Pernah Diminta

3 Januari 2026 19:57
Feature

Mas Jazir: Dari Romo Mangun Sampai Masjidil Aqsha (bagian kedua)

26 Desember 2025 17:50
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?