Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Iptekes

Atasi Kejahatan Asusila Remaja, Malaysia Terapkan Kurikulum Pendidikan Seksual

Ahmad
Terakhir diupdate: 11 Mei 2023 12:31 12:31 pm
Ahmad
Dipublikasikan 10 Mei 2023 18:45
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Pengajaranpendidikan seks di sekolah disinyalir tidak efektif dan perlu dirubah dengan memasukkan unsur-unsur terkini sejalan dengan perkembangan teknologi.

Langkah ini sejalan dengan upaya pemerintah menanggulangi kejahatan seksual yang melibatkan anak dan remaja berusia 18 tahun ke bawah yang setiap tahunnya meningkat.

Saat ini pendidikan diajarkan mulai dari tingkat prasekolah hingga menengah dalam mata pelajaran Pendidikan Jasmani dan Pendidikan Kesehatan (PJPK).

Guna menghindari anak-anak terpapar bahaya interner dan platform yang menjerat mereka, Wakil Ketua Komisi Hak Asasi Manusia Malaysia (Suhakam), Prof. Datuk Noor Aziah Mohd. Early mengusulkan silabus pendidikan seks khusus dibentuk dan diajarkan oleh guru terlatih. “Yang terpenting, mata pelajaran harus diajarkan sesuai dengan usia yang sesuai,” katanya.

“Orang tua dan guru perlu berperan dalam hal ini untuk memastikan bahwa anak-anak tidak terus dieksploitasi secara seksual secara online sehingga mendidik mereka sejak dini untuk melindungi harga diri mereka,” ujarnya.

Baca Juga

Ketika Gelar Sarjana Tak Lagi Menjamin Masa Depan: Gen Z Mulai Ragu Nilai Kuliah
Jumlah Kasus Penyakit Menular Seksual di Eropa Pada 2024 Mencatat Rekor
Belajar di Waktu Subuh Terbukti Tingkatkan Kinerja Otak dan Daya Ingat
Pembuat Jutaan iPhone Malah Malah Melarang Main HP Berlebihan karena Bahaya
Kecenderungan Beragama Generasi Z Meningkat, Ini Temuan Peneliti

Tahun lalu, sebanyak 1.464 kasus pelecehan seksual online yang melibatkan anak-anak dan remaja berusia 18 tahun ke bawah yang dicatat oleh Kebijakan Pemerintah Malaysia (PDRM) dibandingkan dengan hanya 1.273 kasus pada tahun 2021.

Pelaku menemukan korban melalui berbagai aplikasi media sosial seperti WhatsApp, WeChat, Instagram, Facebook, MiChat, OMi, Lilmatch dan PUBG.

Tren kejahatan tersebut mengkhawatirkan ketika dalam kurun waktu lima tahun dari 2018 hingga 2022 tercatat sebanyak 5.727 kasus kejahatan seksual yang bersumber dari media sosial yang melibatkan korban di bawah usia 18 tahun yang tercatat oleh PDRM.

Dalam perkembangan yang sama, Noor Aziah menemukan banyak sekolah yang tidak mengajarkan pendidikan seks atau pendidikan reproduksi dengan benar atau bahkan tidak diajarkan sama sekali di lembaga tersebut.  “Ketika kami berkonsultasi dengan anak-anak, mereka tidak mengetahui keberadaan kelas tersebut.”

“Anak yang tidak memiliki pendidikan sejak dini tentang masalah reproduksi akan mudah merasa penasaran dan akan mencoba sendiri,” komentarnya.

Kurang Informasi

Sementara itu, Konsultan Penasihat Keluarga dan Perkawinan Hushim Salleh merekomendasikan agar orang tua diberikan kursus berkelanjutan tentang topik-topik sensitif sebagai persiapan untuk mendidik anak-anak mereka. Pendekatan itu sangat penting dalam lingkungan yang menantang saat ini ketika kelompok sasaran terekspos ke smartphone dan media sosial.

Dia mengatakan kebanyakan orang tua masih memiliki kekurangan informasi, dan beberapa bahkan terkejut mengetahui ada anak hamil atau menjadi korban perkosaan.  “Di era media sosial ini, banyak yang terpapar konten pornografi. Dari 100 mahasiswa yang mengikuti kuliah yang saya selenggarakan, hampir 90 persen pernah menonton pornografi,” ungkapnya.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:asusilaHeadlineKejahatan SeksualKurikulim Pendidikan SeksualMalaysiapendidikan seks
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pemeritah Target 10 Juta Produk Bersertifikasi Halal
Tulisan selanjutnya Layanan Mulai Lancar, Bank Syariah Indonesia Diminta Segera Berbenah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar

Berita
2 Juni 2026 18:00
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

vape covid
Iptekes

Otoritas Kesehatan Prancis Peringatkan Risiko Vape Bagi Kesehatan

13 Februari 2026 20:11
Iptekes

Satu dari Tiga Orang Belanda Tidak Sadar Dirinya Diabetes

12 Februari 2026 18:16
BeritaIptekes

WHO: Kasus di India dan Bangladesh Risiko Penyebaran Virus Nipah Rendah

12 Februari 2026 15:28
Iptekes

WHO: Daging Olahan Termasuk Sosis dan Bacon Masuk Karsinogen Pemiku Kanker

11 Februari 2026 21:09
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?