Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Iptekes

Dosen Kedokteran Unair Ini Menjelaskan PM 2,5, Dampak Polusi dan Penyakit Paru Kronik

Ahmad
Terakhir diupdate: 11 September 2023 20:36 8:36 pm
Ahmad
Dipublikasikan 11 September 2023 21:00
Bagikan
Polusi udara Jakarta
Bagikan

Hidayatullah.com—Polusi udara yang terhirup oleh manusia dapat menyebabkan kerusakan pada fungsi organ tubuh, terutama paru-paru. Menurut dosen pulmonologi dan ilmu kedokteran respirasi Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (UNAIR) dr Garinda Alma Duta SpP ada dua jenis polusi.

Pertama, kelompok gas dan partikulat atau debu yang terbagi menjadi tiga berdasarkan ukuran. “Setiap partikulat (particulate matter/PM) memiliki karakteristik yang berbeda. Terdapat partikel kasar dengan diameter kurang dari 10 mikrometer, partikel halus berukuran 2,5 mikrometer, dan partikel nano yang kurang dari 0,1 mikrometer,” ujar dr Garinda dalam siaran dokter edukasi dikutip laman UNAIR.

Mengenal PM2.5

Dokter spesialis paru itu menyebut PM2.5, jenis partikel udara berukuran lebih kecil dari atau sama dengan 2.5 µm (mikrometer). PM2.5 adalah polutan yang tidak terlihat secara kasat mata, namun sangat berbahaya.

Partikel ini juga menjadi komponen pengukuran indeks kualitas udara mengacu pada standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Menurut dr Garinda, semakin tinggi level PM2.5 menunjukkan kualitas udara di suatu wilayah semakin buruk.

Baca Juga

Tak Mau Angkut Senjata 'Israel', Lufthansa Tetapkan Embargo
Nyamuk Datang Naik Pesawat Dua Pekerja Bandara Jerman Meninggal Karena Malaria
Usia Belum Tua, tapi Sering Merasa Tua? Hati-Hati Bisa Sebabkan Imsonia dan Gangguan Kesehatan
Perang Abadi Sistem Imun di Balik Keindahan Tato
UNICEF: Anak-Anak Gunakan AI 3 Kali Lipat Lebih Banyak Dibanding Orang Dewasa
Pakar Bilang Suplemen Harian Lebih Banyak Bahaya Dibandingkan Manfaat

Kategorisasi tersebut ditandai dengan warna hijau (kurang dari 12 µg/m³), kuning (12-35,4 µg/m³), oranye (35,5-55,4 µg/m³), merah (55,5-150,4 µg/m³), ungu (150,5-250,4 µg/m³), serta ungu tua (lebih dari 250,5 µg/m³).

Bahaya Polusi Udara

Selain itu, dr Garinda mengungkap bahwa bahaya polutan dapat menyerang saluran pernapasan hingga peredaran darah. Akibatnya, secara jangka pendek marak penyakit rhinitis, faringitis, laringitis, dan menurunnya kekebalan tubuh.

“Ketika pertahanan tubuh melemah, maka tidak hanya iritasi, tapi juga infeksi pada organ pernapasan sehingga terjadi disfungsi. Efek lainnya seperti keluhan mata berair, mata merah, atau bersin,” terang dokter yang bertugas di RSUD dr Soetomo itu.

Sementara dalam jangka panjang, lanjutnya, polusi udara dapat menyebabkan peningkatan kasus penyakit paru kronik, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), asma, dan serangan jantung. Bahkan, berpotensi mengganggu tumbuh kembang janin pada ibu hamil yang berujung pada stunting.

Strategi 6M + 1S

Sebagai anggota Komite Penanggulangan Penyakit Respirasi dan Polusi Udara, dr Garinda menawarkan protokol kesehatan 6M + 1S menjadi solusi untuk mengurangi polusi.

Pertama, memeriksa kualitas udara melalui aplikasi yang kredibel. Apabila kualitas udara kurang baik, tuturnya, maka perlu membatasi aktivitas luar ruangan.

Selanjutnya, menggunakan penjernih udara demi mengurangi polusi di dalam ruangan. “Polusi udara di luar itu bisa menyusut masuk ke dalam ruangan sehingga kita harus tetap waspada. Salah satunya, tidak menyalakan rokok ketika indoor,” imbuh dr Garinda.

Ia juga menyarankan agar masyarakat memakai masker saat polusi tinggi, kemudian menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat. Terakhir, segera mencari pertolongan kepada tenaga kesehatan jika mengalami gejala yang mengganggu pernapasan.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:5Headlineorgan tubuhparticulate matterpartikulatparu-paruPM 2polusi udara
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kawasan Kumuh, Kera, dan Anjing Liar Dibersihkan dari Delhi saat Pertemuan G20
Tulisan selanjutnya (Video) Badai Daniel Mendatangkan Banjir 2.000 Orang di Libya Timur Diduga Tenggelam

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Irlandia Boikot Eurovision untuk Kedua Kalinya, Soroti Situasi Kemanusiaan Gaza

Berita
19 September 2026 10:34
Tujuh Kelompok Pemberontak Ethiopia Membentuk Aliansi Baru
Sudah 90 Hari Azan Tak Berkumandang di Masjid Ibrahimi Palestina
Tiga Tahun Perang, Penjajah ‘Israel’ Mulai Kehabisan Tentara dan Peralatan
Masjid Polisi Diserang Bom Mobil Saat Shalat Jumat di Khyber Pakhtunkhwa

Terbaru

  • Lebih dari 160 Atlet Irlandia Serukan Boikot Laga Lawan ‘Israel’
  • Iran Ancam Gunakan Senjata Baru Jika AS Kembali Serang
  • Kebutuhan Dai Masjid Ibukota Mendesak, DPW Hidayatullah DKI Jakarta Gagas Madrasah Muballigh Muda
  • Hari Solidaritas Hijab, Muslimat Hidayatullah Jaksel Ajak Muslimah Bangga Berhijab
  • KO Lawannya 12 Detik, Petarung UFC Ini Lafalkan Al-Fatihah di Hadapan Ribuan Penonton AS
  • Tujuh Kelompok Pemberontak Ethiopia Membentuk Aliansi Baru
  • Demi Umrah, Pemuda Turki Rela Nebeng 40 Kendaraan Melintasi 3 Negara
  • Sudah 90 Hari Azan Tak Berkumandang di Masjid Ibrahimi Palestina
  • Haiti Ekstradisi 18 Tersangka Pembunuhan Presiden Jovenel Moise ke Amerika Serikat
  • Tak Ingin Pelajar Lokal Merasa Minoritas, Italia akan Batasi Siswa Asing dan Larang Hijab

Mungkin Anda Juga Suka

Iptekes

Ketika Gelar Sarjana Tak Lagi Menjamin Masa Depan: Gen Z Mulai Ragu Nilai Kuliah

25 Mei 2026 08:50
Iptekes

Jumlah Kasus Penyakit Menular Seksual di Eropa Pada 2024 Mencatat Rekor

22 Mei 2026 15:27
Iptekes

Belajar di Waktu Subuh Terbukti Tingkatkan Kinerja Otak dan Daya Ingat

31 Maret 2026 09:28
Iptekes

Pembuat Jutaan iPhone Malah Malah Melarang Main HP Berlebihan karena Bahaya

26 Maret 2026 08:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?