Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Iptekes

Tanaman Hutan Musnah Hewan di Uganda Makan Kotoran Kelelawar Mengandung Virus

Ama Farah
Terakhir diupdate: 23 April 2024 16:14 4:14 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 23 April 2024 14:44
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Hewan-hewan di hutan Uganda terpaksa memakan kotoran kelelawar yang mengandung vitus setelah pertanian tanaman tembakau melenyapkan sumber makanan mereka selama ini, menurut hasil penelitian terbaru.

Virus yang berkaitan dengan Covid-19 termasuk di antara 27 yang diidentifikasi terdapat di dalam kotoran yang dimakan oleh hewan-hewan seperti simpanse, antelop dan monyet.

Para peneliti mengatakan temuan ini menunjukkan bagaimana virus baru tersebar dari hewan ke manusia.

Hewan-hewan itu dipantau dalam studi yang dilakukan oleh University of Stirling dan University of Wisconsin-Madison.

Proyek penelitian selama enam tahun itu digagas setelah Dr Pawel Fedurek dari Faculty of Natural Sciences di University of Stirling mengamati sejumlah simpanse liar di hutan Budongo memakan cukup banyak kotoran kelelawar yang dikenal dengan sebutan guano, yang ditemukan di lubang sebuah pohon.

Baca Juga

Perang Abadi Sistem Imun di Balik Keindahan Tato
UNICEF: Anak-Anak Gunakan AI 3 Kali Lipat Lebih Banyak Dibanding Orang Dewasa
Pakar Bilang Suplemen Harian Lebih Banyak Bahaya Dibandingkan Manfaat
Ketika Gelar Sarjana Tak Lagi Menjamin Masa Depan: Gen Z Mulai Ragu Nilai Kuliah
Jumlah Kasus Penyakit Menular Seksual di Eropa Pada 2024 Mencatat Rekor

Pada Juli 2017, dia memasang kamera pengawas yang merekam bagaimana spesies lain ternyata juga memakan guano.

Guano rupanya menjadi “sumbel alternatif mineral penting” bagi hewan-hewan itu setelah tanaman palma yang dulu biasa mereka konsumsi “musnah”.

Tanaman palma dipergunakan oleh penduduk setempat di Budongo untuk mengeringkan daun tembakau, yang kemudian dijual ke perusahaan internasional.

Selama enam bulan, peneliti mengumpulkan sampel guano dari lubang yang terdapat pada pohon yang dimakan oleh hewan-hewan itu.

Analisis laboratorium terhadap guano menunjukkan adanya beberapa virus, termasuk satu yang berkaitan dengan SARS-CoV-2, virus yang menyebabkan pandemi Covid-19.

“Masih belum diketahui apakah betacoronavirus yang ditemukan pada guano itu dapat menular ke manusia. Namun, temuan itu menunjukkan contoh bagaimana infeksi baru kemungkinan melompat lintas-spesies,” kata sebuah rilis pers dari University of Stirling seperti dilansir BBC Senin (22/4/2024).

“Sekitar seperempat dari 27 virus yang kami identifikasi merupakan virus mamalia – sisanya virus serangga dan invertebrata lain,” kata Prof Tony Goldberg, dari University of Wisconsin-Madison, di Amerika Serikat, kepada BBC.

“Semua 27 virus itu baru bagi sains, karena itu kami tidak tahu apa dampak yang mungkin ditimbulkannya bagi manusia dan hewan-hewan lain. Namun, satu virus menarik perhatian karena berkaitan dengan virus yang kita semua sudah mengetahuinya, yaitu SARS coronavirus 2,” kata Goldberg.

Dr Pawel Fedurek, pakar perilaku hewan di University of Stirling, berkata, “Penelitian kami mengilustrasikan bagaimana deforestasi selektif yang tidak menyolok (perlahan tapi pasti – red), yang didorong oleh permintaan global akan tembakau, dapat membuat hewan liar, serta manusia, terpapar virus-virus yang ada pada guano kelelawar, yang berarti meningkatkan risiko penularan virus.”

Para peneliti berharap temuan mereka dapat berkontribusi pada pencegahan pandemi dan penularan penyakit antar-spesies di masa mendatang.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:guanokelelawar
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kematian Terkait Cuaca Panas di Eropa Naik 30 Persen
Tulisan selanjutnya Agresi Gaza Dapat Hancurkan Israel, Mantan Jenderal Zionis Desak Netanyahu Akui Kekalahan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Berita
18 Juli 2026 09:49
Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar
Dua Topan Mendera China dalam Sepekan Hampir 2 Juta Orang Dievakuasi
Iran Lancarkan Serangan Balasan ke Pangkalan Militer AS di Timur Tengah, Ketegangan Regional Memanas
Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Iptekes

Belajar di Waktu Subuh Terbukti Tingkatkan Kinerja Otak dan Daya Ingat

31 Maret 2026 09:28
Iptekes

Pembuat Jutaan iPhone Malah Malah Melarang Main HP Berlebihan karena Bahaya

26 Maret 2026 08:30
Iptekes

Kecenderungan Beragama Generasi Z Meningkat, Ini Temuan Peneliti

2 Maret 2026 16:00
vape covid
Iptekes

Otoritas Kesehatan Prancis Peringatkan Risiko Vape Bagi Kesehatan

13 Februari 2026 20:11
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?