Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Iptekes

Dua Orang di Amerika Serikat Terinfeksi Flu Burung dari Sapi Perah, Kasus Diduga akan bertambah

Ama Farah
Terakhir diupdate: 23 Mei 2024 14:27 2:27 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 23 Mei 2024 14:26
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Satu warga Michigan, Amerika Serikat, dilaporkan terinfeksi virus flu burung dari sapi perah, setelah sebelumnya kasus serupa dilaporkan terjadi di Texas pada awal musim semi tahun ini. Penularan kedua ini membuat badan pengendalian penyakit Amerika Serikat Centers for Disease Control (CDC) khawatir virus flu burung dari sapi ini akan menular ke lebih banyak orang.

Pasien baru ini mengalami gejala berupa gangguan ringan pada mata dan sudah dinyatakan sembuh, kata para pejabat kesehatan AS dan Michigan dalam pengumuman tentang kasus itu hari Rabu (22/5/2024). Pekerja tersebut kontak dengan sapi-sapi yang diduga terinfeksi flu burung. Meskipun demikian, risiko penularan di kalangan masyarakat masih rendah, kata mereka.

Tes usap dari rongga hidung pasien itu menunjukkan negatif virus flu burung. Namun, tes usap dari salah satu matanya menunjukkan hasil positif, mengindikasikan bahwa virus tersebut menginfeksi bagian mata, kata US Centers for Disease Control and Prevention (CDC) dalam sebuah pernyataan seperti dilansir The Guardian.

Kasus infeksi flu burung pertama pada manusia di Amerika Serikat ditemukan pada akhir Maret, ketika seorang pekerja di Texas didiagnosis mengalami peradangan pada salah satu matanya dan kemudian pulih. Menurut pihak berwenang ini merupakan kasus pertama penularan virus flu burung pada manusia dari hewan mamalia yang diketahui di dunia.

CDC mencermati adanya virus flu burung dalam level tinggi dalam susu sapi mentah dari sapi-sapi perah yang terinfeksi pada kasus seorang pekerja di peternakan susu perah di Michigan. Keadaan ini menunjukkan bahwa virus flu burung sudah menyebar di kalangan sapi perah, dan kemungkinan akan ada lebih banyak orang yang terinfeksi.

Baca Juga

Perang Abadi Sistem Imun di Balik Keindahan Tato
UNICEF: Anak-Anak Gunakan AI 3 Kali Lipat Lebih Banyak Dibanding Orang Dewasa
Pakar Bilang Suplemen Harian Lebih Banyak Bahaya Dibandingkan Manfaat
Ketika Gelar Sarjana Tak Lagi Menjamin Masa Depan: Gen Z Mulai Ragu Nilai Kuliah
Jumlah Kasus Penyakit Menular Seksual di Eropa Pada 2024 Mencatat Rekor

US Department of Agriculture (USDA) mengatakan pihaknya meyakini susu yang belum atau tidak melalui proses pasteurisasi sebagai vektor penularan virus flu burung di kalangan sapi, meskipun mereka juga tidak mengetahui bagaimana persisnya virus yang biasa terdapat pada unggas itu sekarang menyebar di kalangan mamalia darat besar yang daging dan susunya banyak dikonsumsi manusia itu.

Guna mencegah penularan di kalangan sapi ternak, USDA pada akhir April mulai memberlakukan ketentuan hasil tes negatif untuk sapi yang akan dipindahkan ke negara bagian lain.

Sejak 2020, virus flu burung sudah diketahui menyebar ke sejumlah spesies hewan – termasuk anjing, kucing, sigung, beruang dan bahkan anjing laut dan lumba-lumba – di sejumlah negara.

Terdeteksinya virus flu burung pada hewan ternak di Amerika Serikat awal tahun ini merupakan kejutan yang menimbulkan kekhawatiran akan kemungkinan penularannya di kalangan manusia.

Per hari Rabu (22/5/2024), virus flu burung terkonfirmasi terdapat di 51 sapi perah di sembilan negara bagian Amerika Serikat, menurut USDA. Lima belas sapi perah di antaranya berada di Michigan.

Aparat kesehatan menolak membeberkan berapa orang yang kontak dengan sapi-sapi terinfeksi virus itu yang sudah diperiksa atau menjalani tes.

Kasus terbaru ini menandai untuk ketiga kalinya orang di Amerika Serikat didiagnosis terinfeksi virus H5N1 tipe A. Pada tahun 2022, seseorang seorang narapidana yang mengikuti program kerja tertular penyakit ini saat membunuh unggas-unggas yang terinfeksi virus flu burung di sebuah peternakan unggas di daerah Montrose, Colorado. Dia mengalami gejala kelelahan, dan kemudian pulih. Kala itu, belum ada laporan temuan virus flu burung pada sapi.

Virus H5N1 dalam kadar tinggi ditemukan pada susu perah mentah dari sapi-sapi yang terinfeksi, tetapi para pejabat AS mengatakan susu yang sudah melewati proses pasteurisasi yang dijual di toko-toko aman karena proses itu dikonfirmasi dapat membunuh virus tersebut.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Amerika Serikatflu burungH5N1Headlinesapi
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Tuai Pujian, Bintang Hollywood Pakai Gaun Bercorak Bendera Palestina
Tulisan selanjutnya Syaikh Sudais Imam Masjidil Haram Hari Ini Syaikh Sudais Genap 40 Tahun Menjadi Imam Masjidil Haram

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Berita
15 Juli 2026 21:25
MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif
Iran Lancarkan Serangan Balasan ke Pangkalan Militer AS di Timur Tengah, Ketegangan Regional Memanas
Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo
Relawan Bantuan di Gaza Syahid Dibom ‘Israel’ usai Gelar Nobar Piala Dunia

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Iptekes

Belajar di Waktu Subuh Terbukti Tingkatkan Kinerja Otak dan Daya Ingat

31 Maret 2026 09:28
Iptekes

Pembuat Jutaan iPhone Malah Malah Melarang Main HP Berlebihan karena Bahaya

26 Maret 2026 08:30
Iptekes

Kecenderungan Beragama Generasi Z Meningkat, Ini Temuan Peneliti

2 Maret 2026 16:00
vape covid
Iptekes

Otoritas Kesehatan Prancis Peringatkan Risiko Vape Bagi Kesehatan

13 Februari 2026 20:11
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?