Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Iptekes

Tidak Siap Bekerja dan Sombong, Banyak Perusahaan Ogah Terima Gen Z

Ahmad
Terakhir diupdate: 21 Oktober 2024 15:44 3:44 pm
Ahmad
Dipublikasikan 21 Oktober 2024 17:00
Bagikan
Bagikan

Sekitar enam dari sepuluh perusahaan yang termasuk dalam survei melaporkan memecat lulusan universitas baru yang mereka pekerjakan tahun ini

Hidayatullah.com | LAPORAN terkini menemukan banyak perusahaan mulai enggan menerima Generasi Z (Gen Z) sebagai karyawan. Berdasarkan laporan Euro News, banyak lulusan baru kesulitan mendapatkan pekerjaan dan menghadapi tantangan dalam beradaptasi dengan lingkungan kerja.

Laporan terbaru dari Intelligent, platform konsultasi pendidikan dan karier, menyebut, sejumlah perusahaan enggan merekrut Gen Z karena mereka dianggap sulit berkomunikasi, tidak mudah menerima masukan dengan baik, dan belum siap menghadapi tuntutan dunia kerja.

Laporan didasarkan hasil survei terhadap hampir 1.000 manajer perekrutan, menemukan bahwa satu dari enam pemberi kerja enggan mempekerjakan karyawan Gen Z karena reputasi mereka yang merasa superior dan mudah tersinggung.

Lebih dari separuh Gen Z, merujuk orang-orang yang lahir antara tahun 1997 hingga awal tahun 2010-an, tidak punya etos kerja kuat.

Baca Juga

Ketika Gelar Sarjana Tak Lagi Menjamin Masa Depan: Gen Z Mulai Ragu Nilai Kuliah
Jumlah Kasus Penyakit Menular Seksual di Eropa Pada 2024 Mencatat Rekor
Belajar di Waktu Subuh Terbukti Tingkatkan Kinerja Otak dan Daya Ingat
Pembuat Jutaan iPhone Malah Malah Melarang Main HP Berlebihan karena Bahaya
Kecenderungan Beragama Generasi Z Meningkat, Ini Temuan Peneliti

Holly Schroth, dosen senior di Haas School of Business di University of California, Berkeley, menjelaskan Gen Z lebih fokus pada kegiatan ekstrakurikuler untuk meningkatkan daya saing perguruan tinggi daripada mendapatkan pengalaman di tempat kerja dan cara menghadapi atasan mereka.

“Mereka [Gen Z] tidak mengetahui keterampilan dasar untuk berinteraksi sosial dengan pelanggan, klien, dan rekan kerja, maupun etika di tempat kerja,” kata Schroth kepada Euronews Next melalui email.

“Oleh karena itu, perusahaan harus benar-benar melakukan orientasi karyawan baru dan memberikan pelatihan yang memadai. Selain itu, atasan perlu berperan sebagai pelatih sekaligus manajer,” imbuhnya.

Sekitar enam dari sepuluh perusahaan yang termasuk dalam survei melaporkan memecat lulusan universitas baru yang mereka pekerjakan tahun ini.

Beberapa alasan yang disebutkan di balik keputusan ini antara lain kurangnya motivasi dari karyawan, kurangnya profesionalisme, dan keterampilan komunikasi yang buruk.

“Banyak lulusan perguruan tinggi baru-baru ini mungkin kesulitan memasuki dunia kerja untuk pertama kalinya karena bisa jadi sangat berbeda dari apa yang biasa mereka alami selama menempuh pendidikan. Mereka sering kali tidak siap menghadapi lingkungan yang kurang terstruktur, dinamika budaya tempat kerja, dan ekspektasi pekerjaan yang mandiri,” kata Huy Nguyen, penasihat utama pengembangan karier dan pendidikan Intelligent, dalam sebuah pernyataan.

“Meskipun mereka mungkin memiliki beberapa pengetahuan teoritis dari perguruan tinggi, mereka sering kali tidak memiliki pengalaman praktis di dunia nyata dan keterampilan nonteknis yang dibutuhkan untuk berhasil di lingkungan kerja,” tambahnya.

Manajer perekrutan yang disurvei juga melaporkan bahwa beberapa pekerja Gen Z mereka kesulitan mengelola beban kerja, sering terlambat, dan tidak berpakaian atau berbicara dengan pantas.

Laporan terpisah dari bulan April menemukan bahwa pekerja Generasi Z terlalu bergantung pada dukungan orang tua selama pencarian kerja mereka.

Menurut survei yang dilakukan oleh ResumeTemplates dan mencakup tanggapan dari hampir 1.500 pencari kerja muda, 70 persen mengaku meminta bantuan orang tua mereka dalam proses pencarian kerja.

Sebanyak 25 persen lainnya bahkan membawa orang tua mereka ke wawancara, sementara banyak lainnya meminta orang tua mereka mengirimkan lamaran kerja dan menulis resume untuk mereka.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:gen zHeadlinepekerjaperusahaan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Fethullah Gulen Wafat di Amerika Serikat
Tulisan selanjutnya Wajib Sertifikasi Halal, BPJPH Siapkan 1.032 Personil Pengawas  

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Mengukir Senyum, Merajut Persaudaraan: Hangatnya Kebersamaan Qurban di Dukuh Kwarasan

Berita
12 Juni 2026 21:48
Hijrah Digital adalah Upaya Memuliakan Waktu di Era Teknologi
Tradisi Membaca sebagai Penguat Halaqoh
Orang Tua Malaysia akan Dijerat Hukum Bila Anaknya Melakukan Perundungan
Haflah Parade Tasmi’ Al-Qur’an, Momentum Mencetak Generasi Penghafal Al-Qur’an

Terbaru

  • Santri Tahfidz Ar-Riyadh Tampil pada Pembukaan Rapat Paripurna DPRD Bontang
  • Hijrah Digital adalah Upaya Memuliakan Waktu di Era Teknologi
  • Tahun Baru Hijriah, Kini Punya Makna Perubahan Orientasi Hidup dan Kepedulian Sosial
  • Wakaf Al-Qur’an, Tumbuhkan Generasi Qurani di Cibuntu
  • Orang Tua Malaysia akan Dijerat Hukum Bila Anaknya Melakukan Perundungan
  • Khalwat Digital, Fenomena Pacaran Era Media Sosial
  • Aliansi Aktivis dan Umat Muslim Tasikmalaya Desak Polisi Proses Hukum Penghina Sahabat Nabi
  • Tradisi Membaca sebagai Penguat Halaqoh
  • Jejak Langkah Wanita Pejuang: Nyonya Hafni Zahra Abu Hanifah
  • Prosesi Pemakaman Ayatullah Ali Khamenei Dimulai 4 Juli

Mungkin Anda Juga Suka

vape covid
Iptekes

Otoritas Kesehatan Prancis Peringatkan Risiko Vape Bagi Kesehatan

13 Februari 2026 20:11
Iptekes

Satu dari Tiga Orang Belanda Tidak Sadar Dirinya Diabetes

12 Februari 2026 18:16
BeritaIptekes

WHO: Kasus di India dan Bangladesh Risiko Penyebaran Virus Nipah Rendah

12 Februari 2026 15:28
Iptekes

WHO: Daging Olahan Termasuk Sosis dan Bacon Masuk Karsinogen Pemiku Kanker

11 Februari 2026 21:09
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?