Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Iptekes

Habiskan Waktu di Medsos, Menyebabkan Seseorang Cenderung Anti-Sosial

Ahmad
Terakhir diupdate: 24 Oktober 2024 17:09 5:09 pm
Ahmad
Dipublikasikan 24 Oktober 2024 18:00
Bagikan
Bagikan

Semakin banyak waktu dihabiskan di platform media sosial, menyebabkan orang kurang terisolasi dan kurang bersosialisasi di kehidupan nyata

Hidayatullah.com | BERAPA lama waktu dibutuhkan orang ‘bercengkrama’ dengan media social (medsos)?. Laporan “Digital 2024: Indonesia” yang dirilis oleh We Are Social, warganet Indonesia menghabiskan waktu hingga 7 jam 38 menit per hari untuk internetan.

Durasi ini tercatat berkurang 1% atau 4 menit dari tahun sebelumnya. Dari banyaknya waktu yang dihabiskan untuk menggunakan internet, media sosial adalah layanan yang paling sering dibuka setiap harinya.

Pada tahun 2024, orang Indonesia menghabiskan rata-rata 3 jam 11 menit di media sosial setiap harinya. Durasi ini bisa terbilang cukup tinggi mengingat waktu rata-rata global untuk menggunakan media sosial hanya 2 jam 31 menit.

Alasan utama orang Indonesia banyak menghabiskan waktu untuk bermain media sosial adalah untuk mengisi waktu luang. Orang Indonesia juga merasa membutuhkan media sosial agar tetap terhubung dengan teman dan keluarga serta untuk melihat apa yang sedang dibicarakan.

Baca Juga

Perang Abadi Sistem Imun di Balik Keindahan Tato
UNICEF: Anak-Anak Gunakan AI 3 Kali Lipat Lebih Banyak Dibanding Orang Dewasa
Pakar Bilang Suplemen Harian Lebih Banyak Bahaya Dibandingkan Manfaat
Ketika Gelar Sarjana Tak Lagi Menjamin Masa Depan: Gen Z Mulai Ragu Nilai Kuliah
Jumlah Kasus Penyakit Menular Seksual di Eropa Pada 2024 Mencatat Rekor

Jika rata-rata orang di seluruh dunia menghabiskan hampir dua setengah jam per hari di media sosial, bagaimana hal itu memengaruhi mereka?

Forbes menyebut Generasi Z (mereka yang lahir antara tahun 1997 dan 2012) sebagai “generasi pertama Digital Natives sejati,” yang berarti mereka tidak mengenal dunia tanpa teknologi internet.

Gen Z tumbuh dengan memiliki atau berada di sekitar komputer, ponsel pintar, akses internet, dan media sosial. Sekitar 98% Gen Z memiliki telepon pintar, menurut Forbes.

Medsos dan perilaku anti-sosial

Menurut berbagai laporan, baik Gen Z atau Generasi Milenial menghindari panggilan telepon dan lebih memilih obrolan media sosial atau email.

Survei tahun 2022 menemukan bahwa 57% Gen Z lebih suka dihubungi oleh merek melalui email. Media sosial adalah metode penjangkauan kedua yang disukai, yaitu sebesar 44%. (Statista)

Banyak hasil survei menunjukkan Generasi Milenial dan Gen Z menghabiskan lebih banyak waktu di platform media sosial, menyebabkan mereka kurang bersosialisasi di kehidupan nyata.

Studi yang dilakukan oleh Flashgap, dengan aplikasi berbagi foto dengan lebih dari 150.000 pengguna, menemukan bahwa 87 persen Generasi Milenial mengaku kehilangan percakapan (tatap muka) karena mereka teralihkan oleh ponsel mereka.

Sementara itu, 54 persen mengatakan mereka mengalami rasa takut kehilangan jika tidak mengecek jejaring sosial.

Hampir 3.000 peserta ditanyai tentang perasaan mereka terhadap media sosial dalam lingkungan sosial, dan menemukan bahwa pelaku yang paling bersalah sering kali adalah perempuan.

Studi tersebut menemukan 76 persen perempuan mengecek platform media sosial sedikitnya 10 kali saat keluar bersama teman, dibandingkan dengan 54 persen laki-laki.

Aplikasi yang paling sering digunakan di lingkungan sosial di kalangan Generasi Milenial dan Gen Z adalah Snapchat, Tinder, Facebook, Messenger dan Instagram.

Julian Kabab, salah satu pendiri FlashGap mengatakan terlalu berlebihan dan hanya fokus melihat media sosial dapat merugikan mereka dalam hal interaksi social (kehidupan nyata).

“Orang-orang tidak menghadiri pesta karena mereka ingin melihat apa yang sedang terjadi di jejaring sosial, mengambil foto selfie yang indah, dan menambahkan filter pada foto mereka,” katanya kepada CNBC.

Temuan FlashGap tahun 2014 menunjukkan bahwa ponsel semakin merusak interaksi pribadi.
Laporan Virginia Tech University mengatakan bahwa “kehadiran teknologi seluler berpotensi mengalihkan individu dari interaksi tatap muka, sehingga merusak karakter dan kedalaman hubungan ini.”

Penelitian juga menunjukkan bahwa banyak orang yang menghabiskan banyak waktu di media sosial setidaknya dua kali lebih mungkin merasa terisolasi secara sosial.

Masalahnya, penggunaan medsos berlebihan menyebabkan semakin sedikitnya waktu untuk berinteraksi di dunia nyata.

“Ketika seseorang menghabiskan semakin banyak waktu di media sosial, mereka terputus dari kehidupan nyata dan merasa kurang terhubung dengan diri mereka sendiri,” kata Shannon Poppito, PhD, psikolog klinis dan staf medis di Baylor University Medical Center di Dallas.

Departemen Komunikasi Massa di Lahore College for Women University (LCWU), Lahore, Pakistan, melakukan studi yang menyelidiki peran media sosial dalam menciptakan perilaku antisosial di antara pengguna medsos yang aktif.

Para peneliti melakukan survei untuk memahami perbedaan antara kepribadian nyata dan virtual para pengguna medsos dengan melibatkan 256 mahasiswa — berusia 17 hingga 25 tahun — yang terdaftar di berbagai universitas di Lahore.

Dengan melakukan uji chi-square, penelitian berjudul: “Identitas Nyata vs. Identitas Virtual: Analisis Kontemporer tentang Perpindahan Sosial yang Mempercepat Perilaku Antisosial di Kalangan Pemuda” ini menyimpulkan bahwa penggunaan media sosial yang lebih tinggi membuka jalan bagi para pengguna untuk terisolasi dari dunia nyata — menunjuk pada keterasingan dari pertemuan sosial.

Hasil kajian ini menunjukkan bahwa seorang individu haruslah menjaga keseimbangan antara identitas nyata dan virtual (termasuk penggunaan medsos).*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:anti-sosial. Gen ZGenerasi Milenial. headlinemedia sosialmedsospengaruh medsosplatform media sosial
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Israel Tuduh Jurnalis Al Jazeera sebagai Pejuang Palestina ‘Israel’ Tuding Jurnalis Al Jazeera sebagai Pejuang Hamas
Tulisan selanjutnya Tentara Israel Pemakaman Zionis ‘Israel’ Tuntut Keluarga Tentara Kristen Singkirkan Salib dari Makam

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya

Berita
17 Juli 2026 15:23
Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Terbaru

  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah

Mungkin Anda Juga Suka

Iptekes

Belajar di Waktu Subuh Terbukti Tingkatkan Kinerja Otak dan Daya Ingat

31 Maret 2026 09:28
Iptekes

Pembuat Jutaan iPhone Malah Malah Melarang Main HP Berlebihan karena Bahaya

26 Maret 2026 08:30
Iptekes

Kecenderungan Beragama Generasi Z Meningkat, Ini Temuan Peneliti

2 Maret 2026 16:00
vape covid
Iptekes

Otoritas Kesehatan Prancis Peringatkan Risiko Vape Bagi Kesehatan

13 Februari 2026 20:11
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?