Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Iptekes

NASA Membuat Sejarah Terbang Paling Dekat dengan Matahari

Ahmad
Terakhir diupdate: 25 Desember 2024 17:40 5:40 pm
Ahmad
Dipublikasikan 25 Desember 2024 19:00
Bagikan
Gambaran artistik dari tahun 2018 menunjukkan pesawat ruang angkasa Parker Solar Probe terbang ke atmosfer luar Matahari, yang disebut korona/Foto REUTERS
Bagikan

Hidayatullah.com—Parker Solar Probe milik NASA membuat sejarah kemarin ketika menjadi pesawat antariksa pertama yang terbang paling dekat dengan matahari. Selama misi berlangsung, pelindung panas kapal terkena suhu yang mencapai 930 derajat Celsius.

Diluncurkan pada bulan Agustus 2018, pesawat ruang angkasa ini memiliki misi tujuh tahun untuk memperdalam pemahaman ilmiah tentang bintang-bintang dan membantu memprediksi perubahan cuaca luar angkasa yang dapat memengaruhi kehidupan di Bumi.

Penerbangan lintas bersejarah hari Selasa diperkirakan akan terjadi tepat pukul 6.53 pagi (1153 GMT), meskipun para ilmuwan misi harus menunggu hingga hari Jumat untuk konfirmasi karena komunikasi dengan pesawat ruang angkasa itu terputus selama beberapa hari karena jaraknya yang sangat dekat dengan matahari.

Pejabat NASA Nicky Fox, dalam sebuah video di media sosial, kemarin mengatakan bahwa Parker Solar Probe saat ini terbang lebih dekat ke bintang tersebut daripada objek lainnya.

“Kapal itu berada pada jarak 6,1 juta kilometer (km) dari matahari. Itu adalah momen yang membahagiakan, kami berhasil,” katanya dikutip AFP.

Baca Juga

Tak Mau Angkut Senjata 'Israel', Lufthansa Tetapkan Embargo
Nyamuk Datang Naik Pesawat Dua Pekerja Bandara Jerman Meninggal Karena Malaria
Usia Belum Tua, tapi Sering Merasa Tua? Hati-Hati Bisa Sebabkan Imsonia dan Gangguan Kesehatan
Perang Abadi Sistem Imun di Balik Keindahan Tato
UNICEF: Anak-Anak Gunakan AI 3 Kali Lipat Lebih Banyak Dibanding Orang Dewasa
Pakar Bilang Suplemen Harian Lebih Banyak Bahaya Dibandingkan Manfaat

Jika jarak antara Bumi dan Matahari adalah panjang lapangan sepak bola Amerika, pesawat ruang angkasa sekarang akan berada sekitar empat meter dari zona akhir pada saat pendekatan terdekat, yang dikenal sebagai perihelion.

Misi berani NASA yang menempatkan pesawat ruang angkasa Parker Solar Probe di dekat matahari diharapkan dapat memberikan jawaban atas pertanyaan lama tentang alam semesta, kata ilmuwan program Arik Posner dalam sebuah pernyataan Senin.

“Kami berharap dapat menerima pembaruan status pertama dari pesawat antariksa tersebut dan mulai menerima data ilmiah dalam beberapa minggu mendatang,” katanya.

Pelindung panas yang sangat efektif memastikan instrumen internal wahana antariksa itu tetap berada pada suhu mendekati suhu ruangan – sekitar 29 derajat Celsius – meskipun ia hanya menjelajahi atmosfer luar matahari yang dikenal sebagai korona.

Parker juga melaju dengan kecepatan luar biasa, sekitar 690.000 km per jam (km/jam), cukup cepat untuk terbang dari Washington, Amerika Serikat (AS) ke Tokyo, Jepang dalam waktu kurang dari satu menit.

“Parker benar-benar akan mengirimkan data dari wilayah yang belum dipetakan,” kata Nick Pinkine, manajer operasi misi di Laboratorium Fisika Terapan Johns Hopkins (APL) di Laurel, Maryland.

“Kami sangat antusias mendengar kabar dari wahana antariksa tersebut saat melintasi Matahari.”

Dengan menjelajah ke dalam kondisi ekstrem ini, Parker membantu para ilmuwan memecahkan misteri terbesar matahari, termasuk bagaimana angin matahari terbentuk, mengapa korona lebih panas daripada permukaan di bawahnya, dan bagaimana ejeksi massa koronal – awan plasma besar yang melesat melalui ruang angkasa – terbentuk. Penerbangan Malam Natal ini adalah yang pertama dari tiga lintasan dekat yang memecahkan rekor, dengan dua lagi dijadwalkan pada 22 Maret dan 19 Juni 2025, yang keduanya diharapkan akan membawa penjelajah itu kembali ke jarak yang sama dengan matahari.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:matahariNASAParker Solar Probepesawat antariksa
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Al Jazeera Mengutuk Kampanye Hasutan Kelompok Fatah di Tepi Barat
Tulisan selanjutnya Al-Qassam Tayangkan Adegan Penjebakan Tentara ‘Israel’ dalam “Operasi Perburuan Ular”

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

DPP Hidayatullah Dorong APHIDA Perkuat Kolaborasi dan Jaringan Bisnis untuk Hidayatullah

Berita
31 Agustus 2026 20:04
Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
Ratko Mladic Si Penjagal Bosnia Meninggal di Usia 84 Tahun
Suriah Angkat Pemimpin YPG Jadi Penasihat Kepresidenan

Terbaru

  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
  • Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK

Mungkin Anda Juga Suka

Iptekes

Ketika Gelar Sarjana Tak Lagi Menjamin Masa Depan: Gen Z Mulai Ragu Nilai Kuliah

25 Mei 2026 08:50
Iptekes

Jumlah Kasus Penyakit Menular Seksual di Eropa Pada 2024 Mencatat Rekor

22 Mei 2026 15:27
Iptekes

Belajar di Waktu Subuh Terbukti Tingkatkan Kinerja Otak dan Daya Ingat

31 Maret 2026 09:28
Iptekes

Pembuat Jutaan iPhone Malah Malah Melarang Main HP Berlebihan karena Bahaya

26 Maret 2026 08:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?