Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Iptekes

Santap Daging Tanpa Khawatir Kolesterol Ala Pakar Kesehatan UNAIR

Ahmad
Terakhir diupdate: 9 Juni 2025 20:48 8:48 pm
Ahmad
Dipublikasikan 9 Juni 2025 20:46
Bagikan
Bagikan

Tips sehat konsumsi daging dan cara mengolahnya tanpa cemas kolesterol, menurut pakar gizi UNAIR

Hidayatullah.com | MOMEN Idul Adha seringkali identik dengan konsumsi daging dalam jumlah besar. Namun, tanpa disadari, kebiasaan ini dapat meningkatkan risiko kolesterol tinggi, penyakit jantung, hingga diabetes melitus.

Lailatul Muniroh SKM MKes, pakar kesehatan masyarakat dari Fakultas Kesehatan Masyarakat UNAIR, mengungkap kesalahan umum dalam pengolahan dan konsumsi daging yang sering dilakukan masyarakat.

Kesalahan Umum dalam Mengonsumsi Daging

Lailatul menjelaskan bahwa banyak orang mengonsumsi daging secara berlebihan tanpa memperhatikan cara pengolahannya.

Baca Juga

Studi: Kopi Dikaitkan dengan Penurunan Risiko Kanker dan Sirosis Hati
Temuan BRIN, Bahaya Vape: 100% Berdampak Diabetes, 92% pada Paru-Paru
Gemini AI Milik Google Bisa Melakukan Serangan Siber, Menebak Kata Sandi
Nyamuk Datang Naik Pesawat Dua Pekerja Bandara Jerman Meninggal Karena Malaria
Usia Belum Tua, tapi Sering Merasa Tua? Hati-Hati Bisa Sebabkan Imsonia dan Gangguan Kesehatan

“Masyarakat sering mengonsumsi daging tanpa kontrol, apalagi jika menyantap jeroan yang tinggi kolesterol. Ditambah lagi, cara memasak yang tidak sehat seperti menggoreng atau menggunakan santan kental dapat memperburuk dampaknya,” ujarnya dikutip laman UNAIR.

Alternatif Pengelolaan Lebih Sehat

Menurut Lailatul, metode memasak sangat berpengaruh terhadap kandungan lemak dan senyawa berbahaya dalam daging. Proses memasak dengan suhu tinggi seperti dibakar atau digoreng dapat menghasilkan senyawa toksik, terutama jika daging sampai gosong.

Sebaliknya, metode merebus atau mengukus jauh lebih aman karena tidak memicu pembentukan zat karsinogenik dan tetap mempertahankan nutrisi daging.

“Meskipun tidak serta-merta menurunkan kadar lemak, metode memasak rendah suhu seperti mengukus jauh lebih sehat daripada membakar hingga hangus,” tegasnya.

Mitos Kolesterol pada Daging

Banyak orang percaya bahwa mencuci daging dengan air panas atau jeruk nipis dapat mengurangi kolesterol. Namun, Lailatul menegaskan bahwa hal tersebut hanyalah mitos.

“Kolesterol berada di dalam jaringan otot dan tidak larut dalam air. Jadi, mencuci daging meskipun dengan air panas atau jeruk nipis tidak akan mengurangi kolesterolnya,” jelasnya.

Kambing vs Daging Sapi: Mana yang Lebih Berisiko?

Ada anggapan bahwa daging kambing lebih berbahaya daripada daging sapi. Lailatul membantah mitos ini dengan menyatakan bahwa dalam banyak kasus, daging kambing justru memiliki kandungan lemak jenuh dan kalori yang lebih rendah dibandingkan daging sapi.

“Yang penting adalah jumlah dan cara pengolahannya. Porsi aman konsumsi daging merah matang sekitar 50–70 gram per sajian, maksimal dua hingga tiga kali seminggu,” paparnya.

Kunci Sehat: Pola Makan Seimbang

Lailatul menekankan bahwa konsumsi daging sebaiknya diimbangi dengan makanan berserat tinggi seperti sayur dan buah. Serat membantu menurunkan penyerapan kolesterol jahat (LDL) dan memperlancar pencernaan.

“Jika ingin manfaatnya optimal, daging harus dikonsumsi bersamaan dengan serat, protein nabati, dan dimasak dengan metode sehat. Pola makan harus menyeluruh, tidak hanya fokus pada satu jenis makanan,” tambahnya.

Bijak dalam Konsumsi Daging

Lailatul mengingatkan bahwa daging bukanlah musuh kesehatan selama dikonsumsi secara bijak. “Keseimbangan dan kesadaran adalah kunci. Bukan berarti tidak boleh makan daging, tapi harus tahu kapan cukup dan bagaimana mengolahnya,” pungkasnya.

Dengan menerapkan tips ini, masyarakat tetap bisa menikmati hidangan daging saat Idul Adha tanpa khawatir terkena penyakit berbahaya seperti kolesterol tinggi, jantung, atau diabetes.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:giziHeadlinekolesterolkonsumsi dagingmengolah dagingmitos daging kambingpola makantips sehatUNAIR
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Universitas Haji: Dari Ibadah ke Revolusi Intelektual
Tulisan selanjutnya Warga Suriah Kecewa, Kendaraan Militer AS Ditulisi “Kafir” dan Simbol Salib

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Sejarah

Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya

Sejarah
16 Oktober 2026 09:32
Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
PBB Catat Kenaikan Angka Kemiskinan Dunia, 1 Miliar Orang Terdampak
Majelis Ulama Indonesia Tetap Tegas Tolak Konser Andrea Bocelli

Terbaru

  • Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
  • Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
  • Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
  • Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
  • Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
  • Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
  • Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
  • IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang

Mungkin Anda Juga Suka

Iptekes

Perang Abadi Sistem Imun di Balik Keindahan Tato

8 Juli 2026 08:09
Iptekes

UNICEF: Anak-Anak Gunakan AI 3 Kali Lipat Lebih Banyak Dibanding Orang Dewasa

3 Juli 2026 20:54
Iptekes

Pakar Bilang Suplemen Harian Lebih Banyak Bahaya Dibandingkan Manfaat

21 Juni 2026 13:43
Iptekes

Ketika Gelar Sarjana Tak Lagi Menjamin Masa Depan: Gen Z Mulai Ragu Nilai Kuliah

25 Mei 2026 08:50
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?