Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Kesehatan

Jangan Gunakan Kata “Kanker” secara Sembarangan

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 7 Mei 2014 11:03 11:03 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 7 Mei 2014 11:03
Bagikan
Angka penderita diperkirakan terus meningkat 2,4% pada 2020, menjadi 14 juta penderita
Bagikan

Hidayatullah.com–Sekelompok peneliti menyarankan dunia kedokteran menghapus pemakaian kata “kanker” untuk beberapa kondisi medis tertentu yang relatif jinak. Kondisi tersebut antara lain lesi dengan pertumbuhan lambat pada bagian tubuh manusia, termasuk payudara, prostat, paru-paru, dan kulit. Penghapusan istilah “kanker” diperkirakan bisa meredakan kekhawatiran pasien, juga mengurangi kecenderungan dokter untuk memberikan pengobatan yang agresif.

Rekomendasi itu diungkap sekelompok panel peneliti dari Institut Kanker Nasional (NCI) Amerika Serikat dalam jurnal Lancet Oncology.

Menurut kelompok itu, teknologi diagnosis baru berhasil menemukan kelainan lebih kecil yang kemungkinan besar tak mematikan. Namun, kelainan semacam itu tetap dilabeli sebagai kanker. Penanganannya pun sama seperti kanker yang sebenarnya. Hasil yang diperoleh: miliaran dolar terbuang untuk operasi, radiasi, serta kemoterapi yang tak perlu.

“Sayangnya, saat pasien mendengar kata ‘kanker’, kebanyakan mengira mereka mengidap penyakit yang akan makin parah, bermetastasis, dan menyebabkan kematian. Banyak dokter berpikir seperti itu juga. Mereka bertindak atau memberi saran kepada pasien seperti halnya menghadapi kanker,” tulis artikel sebagaimana dikutip laman indo.wsj.com, Senin (06/05/2014)
Ketimbang menyebutnya sebagai kanker atau pra-kanker, kelompok itu menyarankan penyebutan “lesi lambat berasal epitel” atau IDLE.

Pengubahan nama itu merupakan bagian dari proposal panel tersebut tentang perubahan besar akan diagnosis dan penanganan kanker. Panel ahli kanker terkemuka itu, yang dibentuk NCI pada 2012, juga mendesak pengurangan pemindaian rutin atas kanker awal. Mereka pun meminta petugas kesehatan lebih menahan diri dalam perawatan kanker awal, sehingga sebab alamiah masing-masing penyakit lebih dapat dipahami.

Baca Juga

Usia Belum Tua, tapi Sering Merasa Tua? Hati-Hati Bisa Sebabkan Imsonia dan Gangguan Kesehatan
Jangan Anggap Sepele Hernia
Riset: Remaja Pengguna Vape Lebih Berisiko Jadi Perokok
Vape Ancaman Baru Remaja, Perlu Ada UU yang Tegas
Makanan Cepat Saji Tingkatkan Risiko Kanker Paru-Paru

“Orang-orang jangan lagi memakai konsep bahwa deteksi awal bisa menyelamatkan nyawa,” kata Laura Esserman, ketua penulis sekaligus direktur Carol Franc Buck Breast Care Center di University of California, San Francisco.

Gagasan itu, yang meretas pada era 1980-an, menilai penanganan kanker sejak awal akan mengurangi sel-sel yang berikutnya ditemukan sehingga kasus kematian dapat dicegah, kata Esserman. Diagnosis dini akan kanker memang semakin banyak. Namun, penurunan tingkat kematian akibat kanker lebih kecil dari perkiraan.

Beberapa ahli lalu menyimpulkan, banyak kasus kanker dini ternyata tidak mengancam jiwa. Sementara itu, kanker yang membahayakan justru tak terdeteksi.

“Kanker tidak hanya terdiri atas satu jenis penyakit. Jadi, kita tidak perlu memperlakukan semua kasus, seolah-olah segalanya adalah kanker,” sahut Esserman.

Ahli kanker lainnya sepakat bahwa definisi kanker mesti diperbarui. Namun, pembaruan sebaiknya dilakukan sampai ilmuwan mampu mendefinisikan mana kanker yang mengancam nyawa dan tidak. Sampai definisi itu dirumuskan, para ahli merasa tidak nyaman memberikan rekomendasi kepada pasien untuk tidak mengobati kanker.

“Kita mesti berhati-hati dengan persoalan ini. Kita belum memiliki definisi kanker untuk abad ke-21,” papar Otis Brawley, direktur kesehatan American Cancer Society yang tak tergabung dalam panel NCI.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:kankerKematian
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pemerintah Didesak Evaluasi Status Sekolah Internasional
Tulisan selanjutnya Keluarga Korban Lockerbie Ingin Megrahi Dibersihkan dari Dakwaan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Mayat Hanyut Hingga ke India, Korban Jiwa Banjir Nepal-China 750 dan >3.000 Orang Hilang

Berita
30 Agustus 2026 17:04
Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September
Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
Genosida Rwanda: Pengadilan Belanda Penjarakan Seorang Tersangka Seumur Hidup
Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air

Terbaru

  • Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
  • Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air
  • Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat
  • 70 Guru Palestina Tak Diberi Izin, Seluruh Sekolah Kristen di Yerusalem Hentikan Pembelajaran
  • Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas
  • Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap
  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal

Mungkin Anda Juga Suka

Kesehatan

Tekanan Akademis dan Dampaknya terhadap Kesehatan Mental

19 Januari 2025 17:25
Kesehatan

Studi: Manfaat Utama Kopi Bagi Kesehatan Tergantung Waktu Meminumnya

15 Januari 2025 07:30
Kesehatan

Hindari Tertular HMPV, Pakar UGM Anjurkan Masyarakat Ikuti Pola Hidup Sehat

10 Januari 2025 13:20
Kesehatan

Terbukti, Konsumsi Alkohol Penyebab hampir 1 Juta Kasus Kanker di Amerika Serikat

7 Januari 2025 11:10
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?