Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Kesehatan

Wanita Berdomisili Dekat Jalan Raya Cenderung Alami Ketidaksuburan

Insan Kamil
Terakhir diupdate: 19 Januari 2016 10:55 10:55 am
Insan Kamil
Dipublikasikan 19 Januari 2016 10:55
Bagikan
Bagikan

WANITA yang tinggal dekat jalan raya utama, dengan kondisi udara tercemar oleh asap kendaraan, memiliki kecenderungan gangguan kesuburan daripada wanita yang tinggal lebih jauh dari jalan raya dengan udara lebih bersih, kata satu penelitian di AS.

Para peneliti mencermati lebih dari 36.000 wanita dari tahun 1993 hingga tahun 2003, dengan menganalisis polusi udara lalu lintas di dekat rumah mereka, dan bagaimana udara yang kotor itu berpengaruh terhadap proses kehamilan mereka.

Selama masa penelitian, ada sekitar 2.500 kasus dilaporkan terkait dengan infertilitas (ketidaksuburan). Wanita yang tinggal dekat jalan utama –dalam radius 199 meter– terdapat 11 persen wanita mengalami masalah infertilitas daripada wanita yang tinggal jauh dari jalan raya.

“Risikonya memang hanya sedikit,” kata pemimpin studi Dr Shruthi Mahalingaiah, peneliti di Boston University School of Medicine.

Tetapi walaupun risiko sedikitnya, hal itu dapat menjadi masalah global dalam kesehatan masyarakat, kata Mark Nieuwenhuijsen, seorang peneliti di Pusat Penelitian di Environmental Epidemiology and the Barcelona Institute for Global Health.

Baca Juga

Jangan Anggap Sepele Hernia
Riset: Remaja Pengguna Vape Lebih Berisiko Jadi Perokok
Vape Ancaman Baru Remaja, Perlu Ada UU yang Tegas
Makanan Cepat Saji Tingkatkan Risiko Kanker Paru-Paru
Tekanan Akademis dan Dampaknya terhadap Kesehatan Mental

“Untuk seorang wanita secara individu, hasilnya mungkin tidak begitu penting karena risiko infertilitas hanya meningkat sedikit, tapi untuk masyarakat secara keseluruhan sangat penting karena begitu banyak wanita terkena polusi udara,” tambah Nieuwenhuijsen, seperti dilansir FMT News dari Reuters, Senin (18/1/2016).

Untuk melihat hubungan antara infertilitas dan polusi udara, Mahalingaiah dan koleganya meneliti data partikel –berupa campuran partikel padat dan tetesan cairan yang mencakup debu, kotoran, jelaga dan asap– pada rumah-rumah wanita pada jarak tertentu dari jalan-jalan utama.

Mereka memfokuskan perhatian pada apa yang dikenal sebagai infertilitas primer, ketika wanita mencoba untuk hamil selama setidaknya satu tahun namun tanpa hasil, serta infertilitas sekunder, yang mengacu pada pasangan yang berjuang untuk hamil setelah pernah mengalami setidaknya satu kehamilan sebelumnya.

Pada wanita tinggal dekat dengan jalan-jalan utama, terdapat 5 persen mengalami infertilitas primer, suatu angka yang secara statistik dianggap tidak signifikan.

Tapi terdapat 21 persen lebih wanita dilaporkan mengalami infertilitas sekunder dibandingkan wanita yang tinggal lebih jauh dari jalan raya. Ini peningkatan signifikan secara statistik, kata peneliti dalam laporannya dalam jurnal Human Reproduction.

Kondisi itu terjadi saat konsentrasi dari partikel relatif lebih rendah, atau udara kurang tercemar. Diperkirakan kaitan infertilitas akan lebih kuat jika level polusi lebih meningkat.

Namun dalam penelitian ini terdapat keterbatasan, yakni peneliti tidak tahu tanggal yang tepat ketika upaya kehamilan dimulai atau infertilitas didiagnosis, sehingga sulit untuk meneliti bagaimana waktu paparan polusi dapat mempengaruhi peluang kehamilan.

Penelitian lebih lanjut diperlukan sebelum membuat rekomendasi medis berdasarkan hasil, kata Mahalingaiah.

Meski begitu, temuan tersebut menambah semakin banyak bukti menunjukkan bahwa polusi dapat memberikan hasil negatif dalam upaya kehamilan, kata Dr Sajal Gupta, seorang peneliti di Cleveland Clinic di Ohio, AS, yang tidak terlibat dalam penelitian ini.

“Pasangan yang menderita infertilitas perlu berhati-hati, terutama jika mereka berada di daerah dengan lingkungan partikulat tinggi,” kata Gupta.

“Berpindah ke daerah dengan kontaminasi partikel rendah, merupakan alternatif untuk mencegah dampak ketidakkesuburan.”

Infertilitas adalah salah satu dari banyak masalah kesehatan yang terkait dengan polusi udara, kata Christopher Somers, seorang peneliti biologi di University of Regina, Kanada, yang tidak terlibat dalam penelitian ini.

“Polusi udara jauh lebih buruk pada jalan utama dengan volume lalu lintas tinggi, sehingga perlu menghindari tinggal di daerah ini jika memungkinkan,” kata Somers. “Jika ini tidak memungkinkan, perhatikan petunjuk-petunjuk yang terkait kualitas udara dan atur aktivitas yang terkait dengan kegiatan di luar rumah.”*

Redaktur: Insan Kamil
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:ketidaksuburanpolusi kendaraan bermotorpolusi udara
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Hamas Tolak Tawaran Bantuan dari Iran
Tulisan selanjutnya Maneger: Hukuman Berat Bagi Pelaku Kekerasan Seksual

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

Berita
4 Juni 2026 10:00
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal

Terbaru

  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

Mungkin Anda Juga Suka

Kesehatan

Studi: Manfaat Utama Kopi Bagi Kesehatan Tergantung Waktu Meminumnya

15 Januari 2025 07:30
Kesehatan

Hindari Tertular HMPV, Pakar UGM Anjurkan Masyarakat Ikuti Pola Hidup Sehat

10 Januari 2025 13:20
Kesehatan

Terbukti, Konsumsi Alkohol Penyebab hampir 1 Juta Kasus Kanker di Amerika Serikat

7 Januari 2025 11:10
Kesehatan

Studi: Setiap Batang Rokok Merampas 20 Menit Kehidupan Perokok

5 Januari 2025 14:10
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?